Puisi Merdeka_eL Bara Rahma

0
35

Secuil untuk Merdeka Lagi !

Merdeka…Merdeka…Merdeka
Kami tidak banyak meminta lagi wahai para pahlawan
Karena kami sudah merdeka
Karena kami sudah bebas
Karena kami sudah lepas
Kami tidak lagi bisa berharap wahai para pahlawan
Yang kami bisa hanya ini saja
Memasang bendera
Menajak umbul-umbul di tanah
Main kelereng sambil tertawa
Atau sakralnya kami upacara bendera
Sekali dalam setahun wahai para pahlawan
Taukah engkau ,para pahlawan???
Ternyata kami masih miris
kenyataan kemerdekan ibarat simbolis
Analogi biduk hidup dan dayung
Mengarah ingin sampai tujuan mengarung
Namun dayung mengarah berlawanan arah membendung
Biduk hidup semakin tidak terarah mendung
Sekali lagi katakan Merdeka pada para pahlawan
Tanpa usaha mereka, kita tidak menjadi sekarang

 

 

 

 

Data Pribadi
EL Bara Rahma nama pena dari Lilis Suryani, kelahiran Lumajang 28 April. Telah Menyelesaikan S1 FKIP UNLAM Banjarmasin jurusan Bahasa Indonesia, Sastra dan Daerah (2010).
Tenaga Pendidik di MTsN 1 Kintap (2011), SMAN 1 KINTAP (2011-sekarang),SMAN 2 JORONG (2014-sampai sekarang), SMAS AL HIDAYAH (2011-Sekarang).
Beberapa karya puisi pernah dimuat di media lokal Banjarmasin Post (2008), Pernah memerankan salah satu tokoh di pementasan Teater Islam, Nur Rasulullah (Adjim Ariyadi,2007). Kembali berkarya lagi, antara lain Antalogi Puisi Penyair Nusantara oleh Tuas media berjudul Simbolik Diafragma Hati (2016), Bias Setitik Harapan Hati(Peserta Lomba Cipta Puisi Ruas ke-3 Indonesia-Malaysia 2016), Antalogi Puisi Pelita Tanpa Cahaya berjudul Jadi Hati Abu (Aksara Aurora Media,2016) , Antalogi Puisi Warna judul Enkripsi Warna Duniaku(WAP,2017), Karya artikel opini ‘ Orang Tua Hebat adalah Orang tua Terlibat’ ( Radarbanjarmasin, 2017)
Facebook Lilis Suryani. ig : l.suryani28
Salam Literasi !

 

 

 

 

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
35
Views Today
Views Today
1
BAGIKAN
Tulisan sebelumnyaGengsi untuk Mengaku di Atas Langit Masih Ada Lagi
Tulisan berikutnyaTerima kasih IGI
EL Bara Rahma nama pena dari Lilis Suryani, kelahiran Lumajang 28 April. Telah Menyelesaikan S1 FKIP UNLAM Banjarmasin jurusan Bahasa Indonesia, Sastra dan Daerah (2010). Tenaga Pendidik di MTsN 1 Kintap (2011), SMAN 1 KINTAP (2011-sekarang),SMAN 2 JORONG (2014-sampai sekarang), SMAS AL HIDAYAH (2011-Sekarang). Beberapa karya puisi pernah dimuat di media lokal Banjarmasin Post (2008), Pernah memerankan salah satu tokoh di pementasan Teater Islam, Nur Rasulullah (Adjim Ariyadi,2007). Kembali berkarya lagi, antara lain Antalogi Puisi Penyair Nusantara oleh Tuas media berjudul Simbolik Diafragma Hati (2016), Bias Setitik Harapan Hati(Peserta Lomba Cipta Puisi Ruas ke-3 Indonesia-Malaysia 2016), Antalogi Puisi Pelita Tanpa Cahaya berjudul Jadi Hati Abu (Aksara Aurora Media,2016) , Antalogi Puisi Warna judul Enkripsi Warna Duniaku(WAP,2017), Karya artikel opini ' Orang Tua Hebat adalah Orang tua Terlibat' ( Radarbanjarmasin, 2017)

LEAVE A REPLY