Panduan Guru untuk Gerakan Membaca 15 Menit

 

Gerakan membaca buku 15 menit sebelum pelajaran dimulai memerlukan

beberapa langkah yang perlu dipersiapkan oleh para pendidik. Ada tujuh

langkah yang perlu dipersiapkan oleh guru untuk memaksimalkan gerakan

membaca 15 menit sebelum mata pelajaran dimulai. Langkah itu adalah

sebagai berikut.

 

Langkah 1

Mempersiapkan Bacaan Guru sebagai fasilitator pembelajaran mempersiapkan sumber-sumber bacaan yang akan menjadi materi dalam gerakan membaca 15 menit. Penanggungjawab penggunaan bacaan d i kelas adalah guru.

 

Langkah 2

Cara Memilih Jenis Bacaan

Ada tiga cara memilih jenis bacaan peserta didik. Pertama, bacaan tematis,yaitu kisah pendek yang selesai dibaca dalam waktu 5-10 menit. Setiap peserta didik memperoleh materi bacaan yang sama. Kedua, membaca satu buku sastra atau cerita anak dengan judul yang sama sehingga tiap peserta didik di kelas memiliki buku bacaan yang sama. Ketiga, bacaan peserta didik adalah buku cerita sastra yang dipilih, ditentukan secara bebas oleh setiappeserta didik sesuai dengan minat dan keinginannya.

 

Langkah 3

Cara Memilih Kualitas Bacaan

Bacaan yang dipilih harus berkualitas dan memenuhi kriteria sebagai bacaan yang mampu membentuk karakter peserta didik. Cara memilih bacaan tematis dan buku cerita untuk gerakan membaca 15 menit adalah dengan kriteria sebagai berikut.

  1. Bacaan mengandung pesan moral. Ada nilai-nilai moral yang terkandung

di dalam materi bacaan, seperti keadilan, persahabatan, kemurahan hati,

dll.

  1. Bacaan mengandung konflik moral. Bacaan mengandung situasi

moral yang dilematis, yang dihadapi tokoh-tokohnya. Ada pertentangan

antara yang baik dan jahat.

  1. Bacaan memiliki intensitas moral. Bacaan secara eksplisit maupun implisit

menunjukkan adanya dampak atau akibat dari perilaku yang tidak

bermoral, yang merugikan orang lain, atau malahan dapat merusak

kehidupan dan merendahkan martabat manusia.

  1. Bacaan mengandung nilai-nilai kebaikan bagi diri sendiri dan sesama.

 

Langkah 4

Cara Membaca di Kelas

Peserta didik membaca dengan suara yang lantang (resitasi) maupun

menyimak (membaca dalam hati). Guru bisa meminta peserta didik

membaca secara bergiliran, bisa satu per satu, bisa berurutan per paragraf

untuk membaca dengan suara lantang bacaan yang sedang dibacanya.

Membaca dengan suara yang lantang bermanfaatuntuk memeriksa apakah

pengucapan bacaan peserta didik sudah benar atau belum (koreksi

bahasa).

Bila sumber bacaan adalah pilihan peserta didik sehingga setiap peserta

didik membaca buku yang berbeda, guru memberi kesempatan membaca

individual selama 5 menit, kemudia n guru meminta salah seorang peserta

didik membaca bagian buku yang sedang dibacanya pada hari itu selama

5 menit. Tujuan membaca lantang ini sama, yaitu untuk mengoreksi bila ada

salah pengucapan dan kelas mampu mendengarkan kisah dalam bacaan

yang dibaca.

 

Langkah 5

Guru Menjadi Fasilitator Pemahaman Nilai

Setelah peserta didik membaca 5–7menit, guru mengajak peserta didik

untuk membahas dan mendiskusikan isi bacaan dan mengajak peserta didik

untuk memahami bacaan dan mendiskusikan nilai-nilai apa yang terkandung

di dalam bacaan tersebut.

 

Langkah 6

Fokus pada Implementasi Nilai dalam Kehidupan Sehari-hari

Setelah memahami isi, guru mengajak peserta didik untuk menemukan dan

mencari apa saja perilaku sikap yang ada di dalam bacaan yang bisa mereka

terapkan dalam kehidupan sehari- hari.

Langkah 7

Memperkuat Pesan Nilai (Simpulan)

Guru mengajak peserta didik menyimpulkan apa isi bacaan, terutama

pelajaran nilai apa yang hari itu mereka temukan dalam bacaan yang

dibahas. Guru mengarahkan peserta didik pada pemahaman nilai-nilai moral

yang benar dan mengafirmasi berbagai kegiatan yang menjadi wujud dari

nilai-nilai moral dalam bacaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sumber : Kajian dan Pedoman PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER(PPK)

 

 

Views All Time
Views All Time
183
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY