Kalau hanya sekedar  mengajar, tugas guru tidak terlalu berat. Tidak banyak tantangan.  Yang penting menyampaikan materi pelajaran. Selesai. Tentu saja masalahnya tidak sampai disitu. Yang berat itu bukan mengajarnya, tapi mendidik. Setuju ga. Kalau setuju, lanjut bacanya…hehehe.

Menurut UU no.14 Tahun 2005 tentang mendidik. Mendidik adalah kegiatan seseorang dalam mendidik secara professional yang membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada mendidikan anak usia dini dengan jalur yang formal yang dasar dan menengah.

Dalam menjalankan tugasnya,  guru dihadapkan dengan berbagai tipe siswa. Baik dari segi karakter, bakat, minat, kecerdasan  atau pun hal lainnya. Inilah yang menjadi tantangan bagi guru. Mampuhkah kita menggali potensi yang dimiliki siswa dengan beragam tipe ini ?

Pada artikel kali ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana cara merangsang siswa pendiam menjadi aktif.  Kita pasti menemukan tipe siswa jenis ini pada setiap kelas. Siswa pendiam mudah dikenali dari ciri – ciri yang menonjol seperti:

  1. Cenderung mempunyai kepribadian yang introvert atau tertutup.
  2. Tidak mempunyai banyak teman.
  3. Biasanya mempunyai hobi yang unik dan hasil karya yang menarik.

 

Nah, setelah mengenali ciri-ciri jenis makhluk ini, eh… siswa pendiam maksudnya. Terkadang kita cepat mengambil keputusan kalau siswa tersebut tidak tertarik dengan pada pelajaran. Atau kurang motivasi belajar. Dan prasangka negatif lainnya bisa kita sematkan pada siswa tersebut. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kita harus membantunya bagaimana siswa tersebut bisa aktif seperti teman – temannya. Bagaimana solusiny?

  1. Lakukan pendekan secara personal.

Ajak ngobrol face to face. Tanyakan padanya hal yang sifatnya umum saja. Tipe seperti ini cenderung menghindari pertanyaan yang  sifatnya terlalu pribadi. Dalam proses pembelajaran, kita bisa menyuruhnya untuk menuliskan apa yang mereka pikirkan dan rasakan.

  1. Tanyakan padannya siapa teman dekatnya.

Kita bisa melakukannya dengan membuat angket atau sosiometri. Jangan paksa dirinya secara langsung untuk berbaur dengan teman-temannya. Ini perlu usaha. Buatlah dirinya nyaman dengan caranya dia memilih teman. Yang penting kita tetap memantaunya, jangan sampai siswa ini menjadi korban bullying teman-temannya.

  1. Berikan apresiasi atas hasil karya yang buatnya.

Siswa pendiam cenderung tidak mau menonjolkan dirinya. Lalu bagaimana dengan tugas presentasinya?  Kita bisa mengarahkannya dengan cara menyuruhnya untuk memilih bekerja di belakang layar. Berikan kebebasan kepadanya untuk mempresentasikan karyanya dengan cara yang dia suka.

 

Itulah 3 cara praktis merangsang siswa pendiam supaya  aktif. Setidaknya dapat meminimalisir supaya tidak selamanya diam. Siswa pendiam memanglah bukan termasuk siswa ideal menurut guru. Tetapi bagaimanapun kita harus berusaha membantunya untuk meningkatkan rasa percaya pada diri. Perlu usaha memang. Tetapi inilah bagian dari tugas kita sebagai guru. Mendidik.

Semoga bermaanfaat.

Sukabumi, 29 Maret 2021

 

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
17
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY