PESONA LITERASI DI SMPN 1 KOTA JANTHO

0
23

PESONA LITERASI DI SMPN 1 KOTA JANTHO

OLEH : JUWITA, S.Pd

Mau hidup 1000 tahun maka menulislah”. Kalimat kunci yang penulis tangkap dari arahan pembukaan kepala sekolah Bapak Iskandar, S.Pd di acara sosialisasi gerakan literasi Selasa 9 April di SMPN 1Kota Jantho. Makna tersirat dari kalimat “mau hidup 1000 tahun maka menulislah” artinya dengan menulis nama kita akan tetap abadi walaupun kita sudah tiada.

Jam 10.30 wib tim literasi Aceh Besar Bapak Rusydi, S.Ag bersama penulis memulai acara sosialisasi setelah melakukan gerakan sosiaisasi hari yang sama di SMPN Al-Fauzul Kabir. Tim disambut langsung oleh kepala sekolah serta dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah terlebih dahulu untuk menikmati sedikit hidangan ringan yang sudah disediakan.

Tanpa buang waktu tim menuju ruang pertemuan yang ditunjuk untuk langsung melakukan kegiatan. Terlihat siswa masuk ke ruang dengan tertib bersama dewan guru yang mendampingi, jumlah siswa sekitar 30 dan 3 dewan guru.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala sekolah,dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tim literasi merupakan tim yang dinanti untuk perubahan kearah yang lebih baik khususnya bidang literasi,yang akan menyampaikan tentang hal-hal berkaitan dengan baca tulis. Lebih lanjut disampaikan bahwa hadirnya Nabi kita Muhammad SAW untuk melek huruf, maka kita harus bersyukur atas kehadiran nabi dengan terus meningkatkan semangat membaca. Indonesia anak-anak masih kurang motivasi membaca sehingga ketika ujian sulit memahami soal-soal ujian. Hari ini merupakan gerakan awal untuk membuat karya bila besar nanti diharapkan dapat menjadi penulis. Arahan selanjutnya beliau menyampaikan bahwa orang sukses tidak memiliki sifat malas dan untuk menghilangkan rasa malas itu ada 3 cara yaitu, pertama hidup itu harus memiliki target, kedua ada punishment atau hukuman yang membangun,dan ketiga adalah ada penghargaan.

Motivasi inti disampaikan oleh koordinator Bapak Rusydi, S.Ag, beliau memulai dengan terlebih dahulu memberi semangat kepada siswa bahwa Kota Jantho pusat ibukota Kabupaten Aceh Besar maka dalam semua hal diharapkan harus lebih unggul dan maju dari kecamatan lain yang ada di Aceh Besar, lalu beliau menceritakan sedikit tentang biografinya, menjelaskan tujuan tim turun ke sekolah-sekolah sasaran yang termasuk sekolah SPT, lebih lanjut dijelaskan bahwa program ini diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, dan program ini Insya Allah nantinya akan dilanjutkan juga kesemua sekolah SD dan SMP di Aceh Besar, dengan harapan semua sekolah di Aceh Besar dapat menjadi sekolah yang berliterat. Gerakan hari ini literasi kita khusus fokus pada membaca dan menulis. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa menulis itu mudah dengan memulai dari yang terdekat,yang ada didepan mata, yang kita rasakan dan sebagainya, menulis mudah asalkan ada kemauan dan kemauan,minat baru terakhir bakat. Aceh masih tertinggal dalam hal menulis buku, daerah lain di pustaka sudah banyak tersedia buku karangan siswa atau guru sendiri. Beliau juga mennyakan apakah selama ini sudah pernah turun tim untuk melakukan, ternyata belum ada dan kita harus berterimakasih kepada pemerintahan sekarang khususnya Dinas Pendidikan yang sudah memprakarsai program literasi di Aceh Besar. Harapan terakhir semoga karya-karya siswa dapat dibukukan.

Sesi penyampaian materi literasi disampaikan oleh penulis, siswa terlihat tertib dan antusias mendengarkan, lalu tim bersama siswa sepakat untuk menulis puisi dan pantun, siswa laki-laki menulis pantun dan siswa perempuan menulis cerpen atau karangan. Waktu yang disepakati selama 30 menit, usai menulis karya siswa mengumpulkannya dan tim langsung memilih 3 karya yang terbaik. Karya pertama adalah “Kesabaran Seorang Penjual Keripik” karya Afratun Najmi, kedua “Impianku menjadi Dokter” karya Intan Isma Fitrah”, dan ketiga “ Pengalaman Ikut Lomba Pidato” karya Cut Putri Ramadhani. Siswa yang karyanya terpilih diminta untuk maju kedepan membacakan karya sendiri serta tim memberikan hadiah yang disediakan sekolah.

Harapan kepada pihak sekolah dan semua siswa di SMPN 1Kota Jantho  disampaikan dalam sesi penutupan oleh koordinator tim literasi agar siswa jangan berhenti untuk menulis, dan gerakan hari ini merupakan awal, semoga siswa SMPN Kota Jantho dapat menghasilkan minimal 1 buku bahkan bisa lebih dari 1 buku.

Demikian ulasan kunjungan tim literasi Rusydi,S.Ag dan Juwita, S.Pd di SMPN 1 Kota Jantho, semoga diberikan keberkahan oleh Allah SWT, salam literasi untuk Aceh Besar yang literat.

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
44
Views Today
Views Today
1
Previous articleKetika Guru (tidak lagi) Membaca dan Menulis
Next articleALUMNI PERDANA DARI KELAS 18-J DI HARI TERAKHIR
Nama :Juwita, S.Pd Tempat tanggal lahir :Aceh besar 15 Maret 1978 Tempat tugas :SDN 1 Indrapuri Hobi: membaca, menulis, dan bersih-bersih Berstatus kawin dan memiliki 1 putri dan 2 orang putra, Tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga,Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Mengecap pendidikan Min Paya Seunara Sabang, Lalu SMP 6 Kota Sabang,SMU di Banda Aceh, Lalu kuliah D-II di STKIP Getsempena. Melanjutkan S-1 FKIP Universitas Serambi Mekkah. Menjadi guru PNS April 2006,pertama mendapat SK di SDN Mureu Indrapuri, setahun kemudian di mutasi ke SDN 1 Indrapuri sampai sekarang,,, Pengalaman selama menjadi guru,,, pernah bersama DBE-2 sebagai fasilitator Sains, Fasilitator di HKI, Guru inti di gugus, dan memfasilitasi beberapa kegiatan di UPTD. Dalam mengembangkan kompetensi pernah mengikuti guru berprestasi tahun 2014, namun hanya mendapat juara 3 tingkat provinsi. Terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya untuk dapat bergabung di blog.igi yang is the best,,semoga kita selalu sharing and growing together. salam satu hati guruku di Indonesia, ditangan kita ujung tombak bangsa.

LEAVE A REPLY