Mengawal Mejalis Kajian Lebih Tsiqah

0
30

Mengawal Mejalis Kajian Lebih Tsiqah

Edy Siswanto

Ada masukan bagimana jika Majelis Pengkajian Alqur’an Husnul Khatimah ; baca majelis. Dalam menyusun strukutur kepengurusan memasukan dewan pengarah atau dewan pakar.

Dewan pengarah atau bisa bisa disebut dewan pakar. Berfungsi memberikan masukan, nasehat dan pertimbangan. Keberadaan dewan pakar dalam kepengurusan majelis kajian bisa ada bisa tidak ada. Sekalipun sudah ada dalam dewan penasihat, maupun dewan pembina. Tugasnya hampir sama atau bisa dibilang sama. Tergantung seberapa besar kondisi majelis sudah berkembang. Yang perlu diketahui adalah struktur tersebut mesti in grup. Artinya orang yang masuk bukan orang dari luar. Dalam arti orang yang bisa memajukan dan bukan malah “bisa dikhawatirkan membuyarkan” jalannya organisasi. Bisa ada. Atau tidak ada. Juga tidak masalah. Namun apabila ada dewan pakar. Ada beberapa syaratnya:

Pertama, sejalan dengan visi-misi Husnul Khatimah, sebagaimana yang diwariskan mendiang Mbah Duki. Kajian kita bukan “melulu” mencukupkan ingin dan menarik masa sebanyaknya anggota atau jamaah. Yang selalu disampaikan Mbah Duki, majelis lebih menarik. Mempunyai keunikan sendiri. Berbeda dengan lainnya. Diantara perbedaan itu bisa dilihat dari adanya struktur kurikulum kajian dan judul materi yang akan dikaji. Terjadwal dan sistematis, ada narasumber sebagai rujukan. Sekalipun semua bisa menjadi narasumber namun tetap ada rujukan utama. Kedepan hasil kajian beserta pertanyaan dan jawaban bisa dan akan dibukukan. Karenanya bisa dilihat narasumber yang beliau almarhum undang, ada bisa Profesor, doktor, dokter maupun yang expert dibidangnya. Tidak hanya lulusan perguruan tinggi umum namun juga pesantren. Ketika membahas ayat alqur’an yang sedang dikaji. Semua dibahas dalam pandangan alqu’ran sesuai bidang keahlian, kecenderungan dan latar belakang masing-masing narasumber.

Majelis adalah kajian yang berbeda dan mempunyai nilai tersendiri bagi anggotanya. Kuantitas masa penting. Namun lebih dari sekedar itu adalah kajian dikemas dialogis, akademis, meningkatkan tsaqofah dan fiqrah islam (pengetahuan dan pemikiran islam), memperkuat nafsiyah islamiyah (kepribadian islam), menumbuhkan budaya islami yang kuat. Kajian menyejukan hati, menentramkan fikiran dan memuaskan akal. Dalam bahasa mbah Duki tak sekedar “ngaji kuping” (jiping). “Guyonan” memuaskan sesaat kajian namun lupa saat kembali kerumah. Atau kembali lagi tak diterapkan hanya sebagai pengetahuan belaka. Dogmatis mendengarkan searah tanpa ada timbal balik (feed back). Tapi ada transfer knowledge dan dialogis.

Kedua, bukan jamaah partisan atau memihak orpol maupun ormas tertentu. “Merdeka dari kepentingan politik praktis”. Semata kajian Dakwah dan Alquran. Li I’la li Kalimatillah Li Istinafil Hayatil Islamiyah. Anggota jamaah bisa dari semua segmen. Berlatar dari semua elemen masyarakat, maupun dari berbagai ormas dan orpol. Namun sekali lagi majelis membina mereka. Bukan sebaliknya.

Ketiga, kajian akademis artinya sumber kajian bisa dipertanggungjawabkan keilmuannya secara lmiah maupun alamiah. Alqur”an dan alhadist menjadi rujukan utama. Oleh dalam pandangan jumhur ulama. Kokoh dan konsisten dengan tuntunan Allah dan apa yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.

Dalam bahasa KH Nurhadi, sekretaris Mbah Duki. Majelis ini bertujuan menggali menggugah dan memberdayakan cerdik cendekiawan untuk membaca, mengartikan, menterjemahkan ayat AlQur’an serta mengaplikasikannya dalam amaliyah keseharian berupa bacaan secara jelas dan benar tajwid dan nahwu shorofnya serta menuangkannya dalam tulisan dan lisan.

Anggota kita mantan para pejabat dan berpendidikan namun dasar ilmu baca Al Qur’an belum dikuasai dan dibiasakan karena pekerjaan. Bukan menggali ilmu membaca tapi benar membacanya misal. ماشاءالله MAA SYAAAAAA. ALLAAH..bermula dari itu katanya

Keempat, hendaknya pengurus yang masuk, sekalipun dari berbagi unsur dan latar belakang. Mempunyai satu jiwa, satu ide, perasaan dan pemikiran. Semata ingin belajar kearah lebih baik. Husnul Khatimah konsisten tidak hanya mengajak belajar dan mengkaji Alqur’an. Namun juga meneladani, menerapkan Alqur’an dalam segala aspek kehidupan.

Kelima, memperkuat dan memperkokoh internal kelembagaan. Adanya struktur sebagaimana dimaksud hendaknya menguatkan bukan melemahkan. Menghilangkan kekhawatiran. Jika jamaah diisi orang yang bukan tsiqah, seide, sejiwa dan sepola pikir. Apalagi menarik dan membawa jamaah dalam urusan kepentingan praktis sesaat. Sehingga lupa akan tujuan awal dibentuknya majelis yang sudah puluhan tahun berjalan. Ini yang perlu kita jaga dan kawal bersama.

Views All Time
Views All Time
71
Views Today
Views Today
1
Previous articleABSENSI FINGER PRINT dan MASALAH MAKAN-MINUM HARIAN
Next articlePENGELOLAAN SEKOLAH dan DANA BOS
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin Univet Semarang, tahun 2000. Lulus Cumlaude Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2020, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Tahun 2020-sekarang, editor Jurnal Inovasi Pendidikan Indonesia Maju (JIPIM) Banten. Beberapa tulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id ; kompasiana.com/edysiswanto Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY