“Tahun Baru Hijriyah” Di Level Mana Hijrah Kita?

0
35

” Tahun Baru Hijriyah”
Di Level Mana Hijrah Kita?

Edy Siswanto

Selamat datang tahun baru islam 1441 Hijriyah. Tahun baru islam ini yang sesungguhnya patut disyukuri dan direnungi sebagai sorang muslim. Bukan sebaliknya. Selamat tinggal tahun 1440 H. Tahun baru ini yang dalam bahasa jawa bulan “muharram”.

Muharam yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Muharam – Mu.ha.ram n – bulan pertama tahun Hijriah (30 hari) (Bahasa Arab : محرم, transliterasi : Muharram) adalah bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah. Muharram berasal dari kata yang artinya “diharamkan” atau “dipantang”, yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah.

Tanggal 1 Muharram atau 1 Hijriyah adalah hari tahun baru dalam agama islam. Banyak orang menyambut dengan adat Jawa “Selamatan 1 Suro”. Malam tirakatan. Ngumbah keris. “Bari’an” dan sebagainya.

Di SMK Negeri 4 Kendal. Sebelumnya rutin diadakan. Kini coba lagi diadakan selamatan untuk memperingati datangnya tahun baru Hijriyah 1441 H.

Sejarah 1 Muharram tahun baru Islam, bermula saat peristiwa besar hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makah ke Madinah tahun 622 Masehi. Menjadi patokan penanggalan kalender Islam.

Sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, masyarakat Arab tidak menggunakan sistem kalender tahunan untuk memperingati suatu peristiwa. Mereka hanya menggunakan sistem hari dan bulan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang lahir pada tahun Gajah. Masyarakat Arab tidak menggunakan angka dalam menentukan tahun.

Semua para sahabat Rasul, seperti Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Thalhan bin Ubaidillah berdiskusi untuk menentukan sistem kalender Islam. Dari banyaknya usulan, terpilihlah usulan dari Ali bin Abi Thalib yang mengusulkan kalender Hijriyah Islam dimulai dari persitiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Sejarah 1 Muharram singkatnya menjadikan kalender hijriyah sebagai sistem penanggalan sehari-hari dengan menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, hal itu berlaku di beberapa negara mayoritas Islam.

Lalu, bagaimana dengan makna 1 Muharram 2019? Sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Peristiwa hijrah dilakukan sebagai strategi dakwah dan menanggapi situasi dan kondisi yang tidak kondusif pada masyarakat Makah.

Hijrah sendiri diartikan sebagai “berpindah”. Berpindah dari satu tempat ketempat lain. Berpindah dari satu keburukan kepada kebaikan. Kemungkaran kepada kebenaran. Kini peristiwa hijrah diartikan sebagai pembelajaran nilai kebaikan untuk diri sendiri.

Seperti keberanian dari zona nyaman (comfort zona). Meninggalkan sesuatu yang buruk yang merugikan diri sendiri dan beralih pada sesuatu yang baik. Meninggalkan kemunduran menuju kemajuan. Lebih penting lagi pindah dari kebiasaan jelek menjadi lebih baik.

Pertanyaanya ada dilevel mana kita memaknai tahun baru hijriyah ini?

Setidaknya ada tiga level memaknai hijrah ini. Pertama, level individu. Jika dilihat masalah individu ada yang masih level personal (level hawa nafsu) seperti hijrahnya para artis yang sedang ramai. Meninggalkan dunianya untuk lebih mendalami Islam. Kedua hijrah pada tataran keluarga. Pada tataran ini hijrah komitmen akan ..ku..angfusikum waahlikum narro..”bersama mengajak membentengi keluarga dari api neraka”. Dan level ketiga hijrah pada level sistem (negara) seperti yag dicontohkan Rasullullah Muhammad SAW. Tak ayal semua tokoh mengakui. Keberhasilan Rasul dalam merubah masyarakat dunia (Makah) yang jahiliyah kala itu.

Bagaimana Rasul membawa perpindahan dari darul kufur kepada darul Islam. Dari sistem jahiliyah kepada sistem terang benderang “penuh cahaya islam”.

Banyak ahli memaknai darul Kufur (harb) adalah negara yang menerapkan hukum non Islam dan keamanan negara tersebut tidak dijamin oleh keamanan kaum Muslim. Darul Islam adalah negara yang menerapkan hukum Islam dan keamanan negeri tersebut dijamin oleh kaum Muslim,”

Sesungguhnya makna hijrah secara hakiki sudah dilakukan oleh Rasul SAW. Jika dulu Rasul SAW berhijrah dari kehidupan jahiliyah di makah menuju kehidupan Islami di Madinah. Maka saat ini upaya hijrah adalah perpindahan dari sistem kapitalisme, komunisme, liberalisme, sekulerisme, materialisme, hedonisme, dan isme-isme lain. Yang penuh keburukan dan bertentangan dengan islam. Menuju kehidupan yang penuh kebaikan dan barakallah. Yakni “melanjutkan kehidupan Islam”. Dimana umat berharap syariat Islam yang mulia ini. Yang diturunkan oleh sang pembuat manusia ini. Bisa diterapkan dalam segala aspek kehidupan untuk mengatur manusia. Yang akan menjamin kesejahteraan umat baik dunia wafil akhirat.

Bahwa hijrah tersebut bisa diwujudkan dengan dakwah (mengajak ilal haq). Walau satu ayat..sampaikan kebaikan cahaya islam ini. “Dakwah” inilah salah satu jalan. Dan jalan satu-satunya menyampaikan kebenaran Ilaihi. “Dengan jalan berhijrah dari kehidupan jahiliyah menuju kehidupan Islam,” wallahu a”lam biashawab..

Views All Time
Views All Time
21
Views Today
Views Today
1
Previous articleCerpen Kami Anak Sungai : Bagian 24. Musim ‘Manjatu’ Buah Kasturi (2)
Next articleCerpen Kami Anak Sungai : Bagian 25. Musim ‘Manjatu’ Buah Kasturi (3. Habis)
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin Univet Semarang, tahun 2000. Lulus Cumlaude Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2019, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Beberapa tulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id. Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY