6 tahapan rekomendasi kebijakan

0
724
adi suprayitno
6 tahapan rekomendasi kebijakan

6 tahapan atau langkah-langkah yang perlu dilakukan sejak dari perumusan masalah samapi perumusan rekomendasi kebijakan. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  1. Pengkajian masalah

Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan dan memahami persoalan dari suatu permsalahan kebijakan dan kemudian merumuskannya dalam hubungan sebab-akibat. Tiga bekal pokok yang perlu dimiliki dalam pengkajian persoalan ini adalah teori, metodologi, perumusan masalah dan informasi.

  1. Penentuan tujuan

Tujuan adalah akibat yang secara sadar ingin dicapai atau ingin dihindari. Secara umum suatu kebijakan selalu bertujuan untuk mencapai kebaikan. Yang lebih banyak dan lebih baik atau mencegah terjadinya keburukan/kerugian. Tujuan harus dirumuskan secara jelas, realistis dan teratur.

  1. Perumusan alteratif

Beberapa alternatif dapat dikembangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengembangan alternatif dilakukan berdasarkan : a. pengamatan terhadap kebijakan yang ada dan kemudian diperbaiki secara bertahap (incremental), b. melakukan semacam annalogidari suatu kebijakan dalam suatu bidang dan dicoba menerapkan dalam bidang yang sedang dipelajari (branching), c. merupakan hasil pengkajian dari persoalan tertentu (inventive).

  1. Penyusunan model

Model adalah penyederhanaan dari kenyataan persoalan yang dihadapi diwujudkan dalam hubungan kausal atau fungsional. Model dapat dituangkan dalam berbagai bentuk yang dapat digolongkan sebagai berikut: scematic model (seperti flowchart atau diagram), model fisik seperti miniatur, game model seperti adegan latihan manajemen. Model akan bermanfaat dalam melakukan prediksi akibat-akibat yang timbul dari ada atau tiadanya perubahan dalam tujuan dan pengembangan serta penentuan pilihan alternatif kebijaksanaan.

  1. Penentuan kriteria

Analisis kebijakan memerlukan kriteria yang jelas dan konsisten untuk menilai alternatif. Ini menyangkut bukan saja hal-hal yang bersifat pragmatis seperti ekonomi (efisien dan sebagainya), politik (konsensus antar stakeholders dan sebagainya), administratif (efektif dan sebagainya) tapi juga hal-hal yang menyangkut nilai-nilai abstrak yang fundamental, seperti etika dan filsafat (pemerataan, persamaan dan sebagainya).

  1. Penilaian alternatif

Alternatif yang dikembangkan selanjutnya dinilai berdasarkan kriteria yang disepakati. Tujuan penilaian alternatif adalah untuk mendapatkan gambaran lebih jauh tentang efektifitas, efisiensi dan kelayakan masing-masing alternatif dalam pencapaian tujuan, sehingga diperoleh kesimpulan mengenai alternatif mana yang paling efektif dan efisien atau layak

Views All Time
Views All Time
559
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY