A-I-U-E-O “Memanggil” Jiwaku

0
37

Pandemi mulai heboh di Indonesia kira-kira pada pertengahan bulan Maret 2020. Kala itu kami sedang disibukkan dengan persiapan USBN kelas 6. Sekolah mengikuti arahan dari pemerintah untuk belajar dari rumah setelah merebaknya pandemi tersebut. Siswa datang ke sekolah untuk mengambil tugas dan mengumpulkan tugas yang sudah diberikan oleh dewan guru. Seluruh kelas mulai dari kelas satu sampai kelas enam melakukan sistem pembelajaran tersebut. Tetapi pada saat itu siswa kelas satu sudah mengenal huruf dan sebagian sudah ada yang lancar membaca dan sebagian masih ada yang masih terbata-bata dalam membaca. Intinya siswa kelas satu saat itu sudah mengenal huruf abjad.

Tiga bulan dilalui dengan sitem pembelajaran demikian sampai akhir tahun pembelajaran 2019/2020. Setelah pembagian raport dan libur semester, tepatnya pada tanggal 13 Juli 2020 siswa dengan sangat senangnya datang ke sekolah untuk memulai pembelajaran di tahun ajaran baru. Mereka sangat rindu dengan kegiatan belajar di sekolah karena telah beberapa bulan mereka melakukan pembelajaran dari rumah. Mereka mengira bahwa proses belajar akan berlangsung seperti saat sebelum adanya pandemi, yaitu belajar secara tatap muka di kelas. Tetapi ketika lonceng panjang dipukul dan pengumuman disampaikan , rasa senang itupun pudar. Bagaimana tidak, mereka akan kembali melakukan pembelajaran dari rumah seperti sebelumnya. Para siswa hanya datang untk mengambil tugas dan menerima tugas. Hal itu berlaku dari kelas satu sampai kelas enam.


Tetapi pengalaman mengingatkan saya, bagi kelas satu, saat belajar secara tatap muka pun masih banyak siswa yang terkadang tidak bisa baca tulis bahkan mengenal huruf apalagi belajar secara tatap muka tidak dilakukan. Bagaimana nasib siswa kelas satu jika mereka tidak kami ajarkan secara langsung, apalagi kebanyakan orang tua siswa idak bisa baca tulis. Akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi siswa ke rumahnya satu persatu. Ketika saya sampai di rumah siswa , respon para orang tua siswa sangat senang. Mereka menaruh harapan yang sangat besar kepada saya agar anaknya dapat mengenal huruf dan dapat membaca. Rasa letih dan lelah saat mendatangi rumah mereka satu persatu ditambah lagi kondisi jalan yang licin karena struktur jalan yang belum diaspal atau istilah masyarakat disini yaitu aspal kuning seketika hilang saat melihat semangat mereka untuk belajar.

Semoga pandemi ini segera berakhir agar kita semua dapat merasakan keadaan normal yang sesungguhnya seperti sediakala.Aamiin

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY