ABSTRAK PTK RANKING 1-2015

0
131

Permasalahan pada  pembelajaran  PKn di sekolah, khususnya SMPN  4 Pelaihari adalah diantaranya masalah hasil belajar dan keaktifan  siswa yang rendah, dan demikian pula dengan efektifitas guru dalam pembalajaran juga belum secara optimal. Hal ini ditengarai karena peran guru masih dominan menggunakan ceramah sehingga pembelajaran menjadi monoton dan menjenuhkan bagi siswa, dan pada akhirnya hasil belajar siswa juga rendah.

Penggunaan model pembelajaran permainan (game) Ranking I diharapkan dapat  meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Model pembelajaran  ini dipilih karena lebih bermakna, menarik, tidak menjemukan, serta dapat merangsang minat dan motivasi siswa untuk belajar sehingga diharapkan hasil belajar dan keaktifan  siswa  pun akan meningkat, dan demikian pula peran guru dalam pembelajaran lebih efektif.

Penerapan dan penelitian ini dilakukan di  SMPN 4 Pelaihari Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A  yang berjumlah 25 orang, 12  laki – laki dan 13 perempuan, semester 1 (ganjil)  tahun pelajaran 2015/2016.

Hasil pengamatan dan analisis menunjukkan bahwa  rata-rata hasil belajar siswa 81,6  dan aktifitasnya 88,8 % . Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan prestasi siwa dalam mengikuti pembelajaran PKn dengan menggunakan model permainan (game) Ranking I  ini telah berhasil mencapai target atau harapan yang diinginkan yaitu  meningkatnya hasil belajar dan aktifitas  siswa dalam pembelajaran PKn materi Norma Dalam Kehidupan Bersama.

Demikian pula dengan efektifitas peran guru dalam pembelajaran mencapai 98,9%.. Tingkat prosentase ini menunjukkan efektifitas peran guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model permainan (game) Ranking I pada pembelajaran PKn materi Norma Dalam Kehidupan Bersama.

Disarankan kepada semua guru meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru maka hendaknya guru mengajar dengan menggunakan metode dan model pembelajaran yang bervariasi sehingga tidak menimbulkan kebosanan dan kejenuhan siswa dalam mengikuti pembelajaran, khususnya model permainan (game) Ranking I.

 

Views All Time
Views All Time
247
Views Today
Views Today
1
Previous articleGURU DAN KOMPUTER
Next articleGURU YANG MEMBERDAYAKAN
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY