Adab-adab Dalam Berdoa Menurut Syariat Islam

0
10
Siswa-siswa MTsN 3 menyimak tausiah imtaq Jum'at Pagi ((30/8/2019)

Imtaq Jum’at merupakan salah satu rutinitas mingguan yang dilakukan oleh setiap sekolah maupun madrasah. Imtaq bertujuan untuk membiasakan diri pada siswa agar belajar sejak dini meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya pada Allah SWT. Selain itu untuk mendukung berjalannya pendidikan karakter yang digalakkan oleh pemerintah pada tiap sekolah dan madrasah. Dalam hal tersebut MTsN 3 Mataram mengambil andil secara kontiyu melaksanakan imtaq harian maupun mingguan sebagaimana terlaksana pada Jum’at (30/8/2019) pagi ini di lapangan madrasah diikuti oleh seluruh siswa-siswa beserta dewan guru dan staf karyawan.

Imtaq dimulai pada pukul 07.00 WITA pagi yang dipandu oleh petugas dari kelas IX E. Kegiatan diawali dengan Sholat Dhuha, pembacaan Surat Yasin, dilanjutkan dengan zikir oleh Ust. H. Abdul Majid, kemudian diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Ust. H. Munajah. Kedua guru tersebut adalah anggota haji dari MTsN 3 Mataram yang baru-baru pulang usai melaksanakan ibadah haji di Mekkah Al Mukarramah.

Selanjutnya usai pelaksanaan ibadah imtaq dilanjutkan dengan tausyiah atau pidato disampaikan dari siswa maupun guru. Pada kesempatan imtaq kali ini pidato dari siswa disampaikan oleh Nadia mengambil tema larangan berhubungan dengan bukan mahramnya. Dalam pidatonya Nadia menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang yang mengatur semua sisi kehidupan manusia, salah satunya adalah mengatur interaksi dan hubungan sosial sesama manusia apalagi kita sebagai pelajar.

Hubungan antara sesama manusia antara laki dan perempuan dibatasi sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berduaan di tempat yang sama, atau dalam istilah Islam disebut Khalwat. “Oleh karena itulah, Islam melarang segala bentuk hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, berkenalan, berjabat tangan, berteman dekat dan berpacaran, oleh sebab itu kita yang masih pelajar hindarilah pergaulan yang dibatasi oleh agama untuk menghindari perbuatan zina dan penyimpangan akhlak lainnya, na’dzu billahi min dzaalik.”, jelas Nadia.

Sementara tausyiah kedua disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah H. Suparman tentang tata cara berdoa menurut Rasulullah SAW. Suparman menjelaskan doa adalah berharap kepada Allah SWT, berdoa merupakan cara hamba Allah meminta kepada Rabb yaitu Allah SWT. Bisa dibilang bahwa ibadah yang paling ringan bagi setiap hamba yaitu doa, karena tidak terikat oleh waktu, tempat dan kondisi, berdoa bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Dalam berdoa tentu saja ada tata cara agar dikabulkan Allah yang harus diketahui oleh setiap orang termasuk bagi anak-anakku. Dengan mengikuti adab tata cara berdoa maka kita lebih dekat dengan Allah Swt dan berharap doa kita dikabulkan oleh Allah Swt. Diantara adab tata cara berdoa tambah Suparman adalah pertama dengan membaca sholawat kepada Rasulullah SAW seraya memuji Allah SWT dengan nama-nama indah atau Asma’ul Husna bagi Allah SWT sebagaimana dikatakan dalam hadits Nabi SAW “Saya memohon kepada Engkau dengan nama-Mu yang terindah”.

Selanjutnya yang kedua mengangkat dan menengadahkan tangan sebagaimana Rasulullah SAW jelaskan dalam haditsnya “Meminta itu, engkau mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu seperti itu, istighfar ialah dengan berisyarat dengan satu jari, sedangkan ibtihal (mengadu) yaitu dengan menjulurkan (membuka) semua tanganmu, (HR. Abu Dawud). Dijelaskan Suparman Ketika meminta, berdoa dengan menengadahkan kedua tangan yamg saling bertemu dan setara dengan bahu, Rasulullah SAW suatu ketika berdoa sampai terlihat ketiaknya”, Jelasnya. (@ruslanwahid)

Views All Time
Views All Time
11
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY