Agama Adalah Esensi Paling Tinggi Bagi Manusia

0
21

Kakanwil Kemenag Bali I Nyoman Sulastra : Agama adalah Esensi Tertinggi bagi Manusia

Dinamika perubahan pada era milenial ini membawa dampak terhadap kenyakinan beragama sementara agama itu sendiri merupakan identitas paling tinggi bagi bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia sesuai kenyakinan masing-masing.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Sulastra pada saat memberikan materi Pembangunan Bidang Agama dihadapan para peserta Diklat Teknis Substantif Publikasi Ilmiah dan Karya Inovasi Pembelajaran Bagi guru MTs dan MA di Balai Diklat Keagamaan Denpasar pada Rabu (20/11/2019).

I Nyoman menekankan kepada masyarakat khususnya peserta diklat agar hati-hati dalam mengomentari kenyakinan orang lain dan agama sendiri. “Sehebat apapun kita memahami agama orang lain dan agama sendiri tetap akan terjadi multi tafsir yang menyebabkan ketersinggungan dan perselisihan”, jelas Nyoman.

Dikatakan Nyoman pada umumnya agama tersebut adalah sudah terbeli atau menjadi warisan bagi manusia sejak dilahirkan dari rahim ibu maka tidak ada alasan bagi orang lain untuk mengganggu nya sebagai ciptaan Tuhan, sebagian kecil orang-orang akan mengikuti agama yang lain itu karna disebabkan beberapa faktor diantaranya karna perkawinan, ataukah karna warisan dan lainnya.

Oleh sebab itu lanjut Nyoman untuk kita tidak bisa mencampurkan agama itu menjadi agama universal, Islam itu jelas Islamnya, Hindu itu jelas Hindunya, kristen itu jelas Kristennya, Budha itu jelas Budhanya dan Katholik itu jelas khatoliknya, maka yang diharapkan bagi kita adalah bagaimana memupukkan kesolehan spritual dan kesolehan sosial yang harus berbanding lurus.

Menurut I Nyoman terjadinya paham radikalisme akhir-akhir ini bukan disebabkan karna agama tertentu melainkan ada beberapa oknum yang melahirkan kebencian terhadap masyarakat, agama, bahkan kepada Pemerintah.

“Sementara Agama adalah satu-satunya jalan yang dapat mengisi ruang dimana tidak mampu diisi oleh ilmu pengetahuan, agama adalah esensi yang paling tinggi bagi manusia sebagai pemeluknya” tandas I Nyoman mengakhiri arahannya di hadapan para peserta diklat. (@ruslanwahid)

Salam literasi

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY