Aku Harus Bagaimana?

0
163

Kudengarkan orasimu penuh hidmat

Kusimak kata demi kata yang tak terkira jumlahnya

Meluncur sangat lancar dari mulutmu

mengalir ke setiap sudut ruang

Kaubilang aku harus rajin membaca dan menulis

Aku belajar baca-tulis

Kausibuk shoping, kulineran, nonton sinetron tak habis-habis

Kaubilang aku harus rajin bertanya

Aku bertanya

Kausebut aku bodoh

Jadi aku harus bagaimana?

Kaubilang aku harus rajin sekolah

Aku datang ke sekolah

Kauhardik aku sebagai anak bermasalah

Jadi aku harus bagaimana?

Kaubilang aku harus ikhlas

Aku belajar ikhlas.

Tapi setiap kali aku berurusan denganmu, kau malah memeras

Jadi aku harus bagaimana?

Kaukhutbahkan di mana-mana pentingnya keikhlasan

Aku coba belajar mengikutinya,

kaumalah bikin kalkulasi setiap mau membantu sesama

Jadi aku harus bagaimana?

Kausuruh aku bersyukur

Aku belajar bersyukur

Tapi kulihat  hidupmu bergelimang harta hingga tak terukur

Jadi aku harus bagaimana?

Kausuruh aku sabar

Tapi kauinjak tengkukku dengan kaki kuasamu yang maha besar

Jadi aku harus bagaimana?

Kausuruh aku berhemat

Aku berhemat,

kebijakanmu malah bikin orang kian melarat

sikap borosmu tak pedulikan kesengsaraan rakyat

Jadi aku harus bagaimana?

Kausuruh aku rajin bekerja

Kausendiri mondar-mandir tak tentu arahnya

Jadi aku harus bagaimana?

Kausuruh aku berinisiatif

Inisiatifku selalu kauberi  catatan negatif

Jadi aku harus bagaimana?

Kausuruh aku bergerak cepat

Aku bergerak cepat,

kauserimpung kakiku dengan prosedur melebihi sang birokrat

Jadi aku harus bagaimana?

Kaubilang suka dikritik

Aku kritik, kau marah

Katamu itu melanggar kode etik

Jadi aku harus bagaimana?

Kaubilang aku harus patuhi regulasi

Diam-diam di tanganmu regulasi hanya basa-basi

Jadi aku harus bagaimana?

————————

Cipinang, 14 April 2015

Terinspirasi Puisi Gus Mus : “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana”

Views All Time
Views All Time
238
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY