ALHAMDULILLAH 40 CERMIN SD SIMPANG TIGA SIAP DIBUKUKAN EDITOR :JUWITA

0
28

Kata  Pengantar

Mengabadikan pengalaman-pengalaman dalam bentuk karangan merupakan ketrampilan yang sangat berguna bagi setiap orang. Kemahiran menulis karangan dapat menjadi sarana seseorang untuk mengungkapkan berbagai gagasan dan ide supaya dibaca oleh para peminat bacaan.

Menulis cerita mini merupakan upaya membudayakan sastra secara langsung dan sederhana, upaya pengembangan apresiasi  terhadap sastra sangat penting dilakukan untuk menunjang perkembangan budaya baca sebagai bukti bangsa yang berkarakter, termasuk diantaranya menulis cerita mini. Penulisan cerita mini diharapkan dapat menyampaikan pesan, berupa pesan moral, kritikan, ajakan, kekaguman, dan sebagainya. Melalui kegiatan menulis  kita dapat mengabadikan informasi atau peristiwa yang telah terjadi di masa lalu dan tidak akan hilang ditelan masa karena salah satu fungsi menulis cerita sebagai wadah menyampaikan pesan moral, ide, gagasan, kritikan, ajakan, kekaguman, ungkapan, dan mencerminkan ekspresi nilai-nilai seni yang termasuk didalamnya menulis cerita mini.

Harapannya,  buku antologi cerita mini karya siswa siswi dari SDN Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar  ini dapat menjadi motivasi sekolah lain di Kabupaten Aceh Besar untuk lebih berimajinasi, berkreasi dalam literasi. Selanjutnya buku antologi ini dapat menambah perbendaharaan sastra budaya di Aceh Besar, dan bagi para pembaca cerita mini akan menjadi motivasi untuk mengapresiasi karya seni, menjadi lebih eksis dalam berkarya, dan membangkitkan semangat para guru dan kepala sekolah untuk lebih peka terhadap kreatifitas siswa  siswinya di sekolah.

Wacana Terimakasih

Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, berkat karunia dan hidayah Allah yang sudah memberikan kemudahan untuk kami sehingga para penulis dan pengkaji dapat menyelesaikan menulis cerita mini yang merupakan tindak lanjut dari Gerakan Menulis Serentak 100 kota Spektakuler SAGUSAKU IGI yang diselenggarakan oleh IGI di Kabupaten Aceh Besar.

Ucapan terimakasih para penulis untuk Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar  Dr. Silahuddin, M. Ag, terimakasih kepada Kabid GTK Agus Jumaidi, S.Pd,M.Pd yang sangat mendukung dan mensuport kegiatan GELIS.Terimakasih kepada Ibu pelatih wisata lestari GELIS Aceh Besar Ibu Juwita, S.Pd, yang telah mencurahkan banyak ilmu pengetahuan kepada para penulis dan pengkaji untuk dapat berkarya. Terimakasih berikutnya kepada Bapak kepala sekolah SDN Simpang Tiga Jamaluddin, M.Ag yang sudah memberi respon sangat baik dan mendukung gerakan literasi di sekolah.Tidak lupa pula ucapan terimakasih para penulis untuk teman-teman sejawat yang telah membantu dalam memberikan ide untuk menulis antologi cerita mini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

 

Kata Pengantar ………………………………………….

Wacana Terima Kasih …………………………………….

Daftar Isi …………………………………………………

Pengalaman Pertama Lomba Pidato ……………………..

Kakakku yang Baik Hati………………………………….

Memori harianku……………………………………….

Gemar Membaca……………………………………………………

Mengunjungi Pustaka ……………………………………………..

Ibuku yang Baik Hati……………………………………………..

Mamaku yang Cerewet Tapi Penyayang …………………………………………

Gotong Royong di Minggu Pagi………………………………………….

Sekolah dan Ceritaku …………………………………………

Sepenggal Ceritaku…………………………………….

Sayang Ibu……………………………

Sahabat Baikku……………………………………

Adikku Sayang…………………….

Upacara di Hari senin……………………………..

Membantu Ayah…………………

Sahabatku yang Setia…………………………………………

Menjenguk Paman Sakit……………………………………….

Sekolahku yang Indah…………………………………………

Peciku Wangi……………………………………………………

Adikku yang Lucu…………………………………………………………………

Kucing Malang Kucingku Sayang …………………………………………….

Ayam Kesayanganku ………………………………………….

Pengalamn Lomba Tingkat Desa ………………………………………………….

Cita-Cita Mnejadi Desainer ……………………..

Membantu Ayah ………………………………

Es dan Mie Ibuku…………………………………

Ayamku yang Lucu ………………………

Ibu Pahlawan Sejatiku……………………………….

Empat Sahabat Setia…………………………………

Bertamasya ke Pantai Lampuuk ………………………………….

Mamaku Penulis …………………………………………

Cita-citaku Menjadi Dosen………………

Bersama Kakak KKN…………………..

Hobiku Memancing………………….

Hadiah Ulang Tahun…………………..

Aneka Lomba Peringati Maulid…………………

Memancing Bersama Ayah………………

Mama Is The Best…….

Rukun Itu Indah…………………..

Cita-citaku Menjadi Pramugari……………….

Profil Pengkaji……………………

 

PENGALAMAN PERTAMA LOMBA PIDATO

 Karya : Alif Maulidi

Jam 70.00 pagi aku berangkat kesekolah, aku selalu cepat datang ke sekolah agar tidak terlambat, karena bila sudah jam 8.00 wib pintu pagar akan dikunci. Didepan sekolah guru sudah menanti  untuk menyambut kedatangan kami dan bersalaman.

Tiba-tiba aku dipanggil oleh ibu Sabariah, ibu sabariah adalah guru agama di sekolah kami SDN Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar.

Ibu Sabariah bertanya kepada saya,

Alif apa kamu mau ikut lomba pidato ?,

Aku terkejut dan merasa takut, lalu aku menjawab.

Saya takut bu,saya belum pernah ikut lomba berpidato !.

Ibu guru berkata lagi;

Mengapa harus takut nanti ibu  juga ada disana temanin Alif, dan mulai sekarang Alif harus latihan berpidato dan ibu yang akan ajarin Alif ya !.

Lalu aku mengiyaka dengan sedikit lesu.

Sebenarnya aku masih sangat deg-degan dan sangat merasa takut., aku belum pernah berpengalaman ikut lomba pidato.

Selama satu minggu aku latihan pidato yang dibimbing oleh ibu Sabariah.

Tibalah hari H untuk mengikuti lomba, lomba diadakan di SDN Sibreh, kecamatan Sukamakmur Aceh Besar didalam ruang kelas. Aku melihat banyak juga siswa-siswi yang akan ikut lomba pidato, dalam hati aku terus berdo’a dengan jantungku yang terus dag-dig-dug, aku sangat merasa takut. Sampai di tempat perlombaan aku didaftarkan oleh bu guru, dan aku masuk keruang lomba untuk menunggu giliran yang akan dipanggil oleh juri.

Tiba-tiba namaku dipanggil juri, Ya Allah aku semakin gemetar, tapi aku harus percaya diri, aku harus melawan rasa takutku dengan langkah pasti aku langsung maju kedepan dan mulai berpidato. Waktu untuk berpidato diberikan selama 7 menit. Akhirnya selesai juga aku membawakan pidato dan aku langsung duduk kembali,satu persatu peserta tampil berpidato, akhirnya selesai juga semuanya.

Aku dan semua peserta beristirahat sejenak sambil menunggu pengumuman para juara.

Hatiku terus berdebar, apa aku akan mendapat juara.

Kini tiba saatnya pengumuman, kami berkumpul kembali untuk mendengarkan hasil lomba. Alhamdulillah namaku dipanggil oleh juri, dan aku mendapat juara II tingkat UPTD 2.

Bu guru dan aku sangat senang sekolah kami mendapat juara walaupun juara 2, dan setelah itu aku tidak pernah takut lagi untuk naik keatas panggung,,,siapa takut.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Pesan moral yang menginspirasi dari cerita mini diatas adalah jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baik dan positif, kunci meraih kesuksesan dalam kehidupan adalah sikap pantang menyerah, keras keras, disiplin, gigih dan yakin belajar.

 

KAKAKKU YANG BAIK HATI

Karya : Eva Muliani  

Aku mempunyai seorang kakak yang sangat baik hati, dia sangat menyayangiku, dia tidak pernah memarahiku. Setiap hari dia mengantarku ke sekolah, waktu pulang sekolah aku dijemputnya.

Setiap pagi kakak tidak pernah bosan membangunkan aku.

Ayo cepat bangun dek, nanti kamu terlambat ke sekolah, kata kakakku.

Ah,,, sebentar kak ! aku masih ngantuk.

Cepat bangun ini hari Senin nanti kamu tidak sempat ikut upacara, ujar kakak lagi.

Aku cepat-cepat bangun dan segera mandi.

Okey kak ! aku sudah siap ayo kita berangkat.

Ya ! tunggu sebentar kakak ambil kereta dulu ya, jawab kakak.

Suatu hari pulang sekolah aku bermain bersama kakak, kami bermain sampai kelelahan, karena kelelahan lalu aku ketiduran sampai malam.

Eh ! rupanya ibu marah karena aku tidak sempat pergi mengaji, ibu membangunkan aku dengan marah-marah. Kakak menghampiri kami dan berkata.

Ibu ! jangan marahi adik, tadi kami bermain bersama, dia kelelahan dan tertidur.

Dik ! kamu sekarang mandi dulu habis itu makan ya , ujar kakakku.

Baik kak ! jawabku.

Selesai makan aku pergi mengaji dan diantar oleh kakakku ketempat pengajian, selesai mengaji  dijemput kembali oleh kakakku.

Itulah kisah hari-hariku bersama kakak, aku sangat bersyukur karena ada kakak yang sangat sayang kepadaku.

 

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

          Makna kajian inspiratif dari cerita mini diatas yaitu kita harus saling menyayangi sesama anggota keluarga seperti menyayangi adik, menyayangi kakak, orang tua, nenek atau kakek, dan anggota keluarga lainnnya, dalam satu keluarga kita tidak boleh bermusuhan serta harus saling nasehat menasehati untuk kebaikan.

 

MEMORI HARIANKU

Karya : Khairunnisak 

Setiap hari aku selalu dibangunin oleh ibu untuk shalat shubuh.

Nisak,,,Nisak,,, bangun nak sudah waktunya shalat shubuh. Suara tersebut setiap pagi kudengar dari ibu yang membangunkan aku.

Iya bu, saya bangun, jawabku.

Aku keluar kamar dan langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka lalu berwudhu’, dan aku tidak lupa membaca do’a sesudah wudhu’.

Lalu aku dan ibuku shalat bersama.

Sesudah shalat aku membaca buku sebentar, lalu pergi mandi, dan ibu menyiapkan sarapan pagi, setelah itu kami sarapan bersama.

Aku mempersiapkan diri ke sekolah memakai seragam dan sepatu. Sebelum berangkat aku bersalaman dulu dengan ayah, ibu dan kakakku. Aku pergi ke sekolah tidak diantar tapi dengan bersepeda, dijalan aku berjumpa dengan teman-teman, kamipun berangkat sekolah bersama-sama.

Tiba di sekolah kami disambut oleh bapak dan ibu guru dipintu pagar sekolah, dan aku menyalami bapak dan ibu guru.

Jam 7.30 bel sekolah berbunyi, kami masuk keruang kelas untuk belajar, saat belajar ada siswa dikelas aku yang nakal, ibu guru sedang menjelaskan anak nakal asik bermain-main dan lari-lari.

Siang hari  jam belajar selesai, di sekolah ada jam belajar sore, aku tidak pulang lagi kerumah. Aku dan teman-temanku makan nasi bersama di sekolah, lalu kami shalat zhuhur bersama. Begitulah cerita sehari-hariku bersama orang-orang yang kusayangi, bagaimana ceritamu kawan ?.

Jam 2.00 siang kami belajar lagi bersama bu guru, disore hari ini kami belajar hafalan, setelah itu kami menyetor hafalan ke ibu guru.

Jam 4.00 sore kami boleh pulang, aku pulang bersama kawan bersama-sama. Sampai dirumah aku membantu ibu mencuci piring, dan merapikan rumah.

Dirumah aku shalat ashar, setelah shalat ashar aku pergi mengaji ke TPA di mesjid Lamkrak, aku belajar di TPA sampai jam 6.00 sore, pulang dari TPA aku beristirahat sebentar sambil menunggu waktu untuk pergi mengaji malam.

Pulang dari mengaji malam aku langsung shalat i’sya bersama ibuku, lalu belajar sebentar dan melihat roster untuk pelajaran besok, setelah belajar aku tidur bersama ibuku.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Pesan moral inspiratif yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan melalui cerita mini diatas adalah jangan menyia-nyiakan waktu belajar di waktu kecil, gunakan waktu dalam hidup kita dengan hal-hal yang bermamfaat, disiplin dan tertib dalam kehidupan akan membuat kita sukses dimasa yang akan datang.

 

GEMAR MEMBACA

 Karya : Ahmad Nawar

 

Supaya pintar kita harus rajin membaca, pesan bu guru kepada kami setiap hari. Setiap hari Kamis aku masuk pustaka, di pustaka banyak buku yang dapat aku pinjam, aku duduk di dalam untuk membaca, terkadang aku juga sering meminjam buku untuk dibawa pulang ke rumah, kalau sudah habis semuanya dibaca, buku pustaka aku kembalikan, dan besoknya aku meminjam buku yang lain lagi.

Aku membaca bukan hanya di sekolah bersama kawan-kawan dan bu guru, sebelum aku lancar membaca, dirumah aku juga diajarkan membaca oleh ibuku. Sambil berjalan-jalan atau sedang bermain naik sepeda aku suka membaca tulisan-tulisan yang ada dijalan. Akhirnya dengan kerja keras untuk belajar membaca, sekarang aku sudah lancar membaca. Kata bu guru ada pepatah “membaca adalah jendela dunia”.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Pesan moral dari kajian cerita mini yang berjudul “Gemar Membaca “ yaitu manusia menjadi hebat dan sukses karena membaca, manusia menjadi pintar karena membaca. Membaca adalah jendela dunia, artinya bila kita suka membaca akan memahami semua ilmu pengetahuan dan mengetahui semua kejadian-kejadian di belahan dunia lain.

      MENGUNJUNGI PUSTAKA

 Karya : M. Riski

Sebelum aku lancar membaca, hampir setiap hari ibu guru mengajariku membaca. Di rumah ibu juga membantu aku untuk membaca. Aku ingin menjadi anakyang pintar, ibu guru pesan kalau mau jadi anak yang pintar harus rajin membaca.

Setelah aku pandai membaca aku bertambah rajin mengunjungi pustaka, di pustaka tersedia berbagai macam buku bacaan, ada buku cerita anak, buku dongeng, buku tentang binatang, buku tentang ilmu olahraga, buku cerita lucu, buku ilmu pengetahuan, dan masih banyak buku lainnya.

Hari Kamis aku selalu rutin mengunjungi pustaka, disana aku meminjam buku untuk dibaca, bila belum habis aku membacanya, buku tersebut dapat aku pinjam untuk dibawa pulang. Dirumah aku membaca buku pustaka bersama ibu.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Kajian yang menginspirasi dari cerita mini diatas adalah Gunakan waktu untuk hal-hal yang bermamfaat, salah satunya dengan rajin mengunjungi pustaka karena di pustaka tersedia bermacam-macam buku baik fiksi maupun non fiksi yang dapat menambah wawasan kita. Pustaka yang dapat dikunjungi bukan hanya pustaka  di sekolah namun kunjungi pula pustaka-pustaka lainnya seperti pustaka keliling atau pustaka daerah, bahkan sekarang sudah tersedia pustaka digital.

 

IBUKU YANG BAIK HATI

 Karya : Fitri Aulia 

Aku sangat sayang pada ibu, setiap hari ibu bekerja untuk kami semua anak-anaknya. Ibu tidak pernah lelah setiap hari mengurus kami sekeluarga, ibu dengan ikhlas memasak masakan kesukaan aku, menyapu rumah, mencuci pakaian, menyetrika baju, ibu juga pergi ke sawah bersama ayah untuk menanam padi.

Setiap hari aku berangkat ke sekolah bersama dengan adikku, aku harus belajar dengan rajin agar sesudah besar nanti dapat membalas kebaikan ibu padaku.

Sekolah aku dekat dengan sawah tempat ayah ibuku menanam padi, terkadang dari sekolah aku melihat ayah dan ibuku pergi ke sawah mengendarai sepeda motor dan membonceng ibu dibelakang.

Pulang sekolah aku tidak pernah main-main dan lalai dijalanan, karena aku harus membantu ibu mencuci piring, menyapu rumah agar setelah ibu pulang dari sawah ibuku menjadi senang.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Ibu adalah pahlawan dalam kehidupan kita, kebaikan dan kasih sayang seorang ibu tidak dapat kita membalasnya, hanya bakti dan tidak pernah menyakiti hati ibu sebagai balasannya. Bila sudah mampu untuk membantu ibu seperti mencuci piring, membersihkan rumah atau pekerjaan lainyya untuk meringankan beban sehari-hari ibu, begitulah kajian inspiratif dari cerita mini diatas yang disajikan oleh penulis.

MAMAKU CEREWET TAPI PENYAYANG

 Karya : Risa Lati Larni

 

Ibuku adalah ibu yang baik, dia sangat menyayangi kami sekeluarga, aku sangat menyayangi dan mencintai lbuku. Bila tidak ada kegiatan aku sering membantu ibu seperti mencuci piring dan menyapu,tapi menurutku ibu agak sedikit cerewet. Aku sering bertanya dalam hati, Mengapa ibuku cerewet ya?. Mungkin ibu cerewet takut bila aku berbuat salah, ini tidak boleh itu tidak boleh, atau mungkin karena aku kurang membantunya !. Aku menyesal, kalau memang aku yang membuat ibu menjadi cerewet, mulai sekarang aku akan merubah sikap menjadi anak yang lebih baik serta lebih patuh kepada ibu, agar ibuku tidak cerewet lagi. Aku tahu ibu sangat sayang kepadaku dan aku juga sangat sayang kepada ibu.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

          Nilai kajian inspiratif dari cerita diatas adalah sayangilah ibu, walaupun terkadang sikap ibu tidak seperti yang kita inginkan, bila tidak merasa senang maka bicaralah baik-baik dengan ibu, sebagai anak wajib patuh kepada orang tua, semua orang tua  menginginkan anaknya  menjadi anak yang baik dan sukses.

GOTONG ROTONG DI MINGGU PAGI

 Karya : Muhammad Haikal 

 

Setiap hari saya bangun lebih awal untuk melakukan shalat shubuh,saya selalu dibangunin oleh mamak saya. Usai shalat shubuh saya merapikan tempat tidur dan mempersiapkan diri pergi ke sekolah. Bila hari Minggu saya membantu mamak membersihkan halaman rumah, adik saya juga ikut membantu mengangkat sampah.

Sudah hampir satu bulan saya diantar mengaji di balai Tengku Jambi, nama tempat pengajian saya Ruhul Fata di desa Lamjame Lamkrak, setiap hari Minggu kami yang pergi mengaji ditempat tersebut harus bergotong royong membersihkan balai dan halaman, saya pergi ke balai ngaji bersama dengan teman saya, yaitu Amanullah, dan Jahsyar, terkadang saya juga membawa adik saya yang bernama Naufal untuk bergotong royong. Biasanya saya membantu mamak membersihkan rumah setiap hari Minggu, selama saya pergi mengaji di balai pengajian saya tidak sempat membantu mama lagi, tapi kata mamak tidak apa-apa, sesekali pada hari Minggu saya boleh tidak pergi ke balai dan membantu mamak dirumah.

 

Kajian oleh : Juwita, S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Pesan moral dari kajian cerita mini diatas adalah berbakti kepada orang tua dengan cara rajin belajar dan membantu orang tua disaat hari-hari libur. Mempergunakan waktu untuk bergotong royong dengan kegiatan yang bermamfaat adalah salah satu contoh sikap karakter yang baik.

SEKOLAH DAN CERITAKU

 Karya : Riski Amanullah

Jam 6.00 pagi aku sudah terbangun,dan langsung aku shalat shubuh. Selesai shalat aku membersihkan tempat tidurku, lalu mandi pagi serta memakai seragam sekolah. Ibu menyiapkan sarapan pagi untuk kami sekeluarga di dapur, lalu kami sarapan pagi bersama.

Aku pergi ke sekolah diantar oleh ayahku, kadang juga mamak yang mengantarku. Sampai di sekolah aku disambut oleh bapak kepala sekolah dan ibu guru yang sudah berdiri didepan pintu pagar sekolah, satu persatu aku menyalami mereka, aku langsung masuk ke kelas untuk menaruh tas. Bel masuk berbunyi dan kami anak kelas V belajar bersama bu guru.

Jam 9. 45 bel istirahat berbunyi dan kami melaksanakan shalat dhuha bersama terlebih dahulu, setelah itu baru kami boleh istirahat. Jam istirahat berakhir, pada jam 10.30 wib bel berbunyi lagi tandanya pelajaran akan dilanjutkan lagi, semua siswa masuk kembali ke kelas masing-masing.

Pada siang hari jam 12.45 wib bel kembali berbunyi, kami boleh pulang karena belajar sudah berakhir, tetapi sebelum pulang aku shalat zhuhur bersama di sekolah terlebih dahulu.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Kajian inspiratif dari cerita tersebut yaitu menghargai waktu dengan baik, karena orang yang menghargai waktu akan memiliki sikap disiplin dan tertib dalam kehidupan, yang akan membawa kita menjadi orang yang berhasil.

SEPENGGAL CERITAKU

 Karya : M. Firjatullah

Pertama sekali aku bersekolah di SD Simpang Tiga, aku berjumpa dengan seorang kawan namanya Salman Alfarisi. Aku senang bermain dengannya karena dia anak yang baik. Waktu istirahat aku selalu masuk ke pustaka bersamanya, kami membaca buku bersama-sama, banyak buku yang dapat kami pinjam dipustaka, judul bukunya sangat menarik untuk dibaca seperti cerita “ persahabatan lima domba” dan banyak buku cerita lainnya.

Bel berbunyi aku bersama teman-teman masuk kembali ke kelas untuk belajar lagi bersama bu guru. Hari ini kami belajar matematika. Aku sangat senang belajar matematika, kami belajar sampai jam pulang sekolah.

Aku suka bermain bola, kebiasaanku setiap Sabtu sore setelah istirahat siang adalah bermain bola bersama teman-temanku, hari sudah petang aku segera pulang untuk pergi mengaji di malam hari.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

          Kajian inspiratif dari cerita mini diatas adalah jangan membuang-buang waktu dengan percuma, isilah hari-hari dengan kegiatan yang positif dan bermamfaat, seperti rajin mengunjungi pustaka, rajin membaca, berolahraga bersama teman-teman. Belajar keras dan tertib merupakan kunci untuk meraih sukses

SAYANG IBU

 Karya : Dina Najiba 

Setiap hari aku melihat ibu tidak pernah lelah mencuci baju, menyapu, memasak, menyetrika, malam hari ibu juga mengajariku membaca. Aku sangat ingin membantu ibu.

Pagi-pagi pergi ke sekolah aku naik sepeda sendiri karena tidak ingin menyusahkan ibu untuk mengantarku ke sekolah. Pulang sekolah aku membantu ibu mencuci piring.

Terkadang aku disuruh ibu untuk membeli pisang di warung, bila ibu sakit aku dan kakakku membelikan obat untuk ibu, serta membeli makanan kesukaan ibu. Aku sangat sayang kepada ibu, aku selalu berdo’a semoga ibu sehat selalu dan panjang umur. Aku harus rajin belajar supaya bila sudah besar nanti aku dapat berbakti dan membahagiakan ibuku.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Tanpa rasa lelah dan mengeluh ibu bekerja setiap hari untuk anak dan keluarganya, ibu bekerja dengan penuh rasa ikhlas merawat anaknya, ibu tidak pernah berharap balas dari anaknya, tetapi sebagai anak wajib membantu ibu. Sayangilah ibu, jangan pernah menyakiti hatinya, bahagiakan ibu dengan belajar yang rajin agar nanti dapat membalas jasa ibu.

SAHABAT BAIKKU

 Karya : Fatal 

SDN Simpang Tiga tempat aku bersekolah menuntut ilmu, aku memiliki banyak teman di sekolah, tapi ada satu sahabat baikku di sekolah namanya M. Dzaki. Aku selalu bermain dengannya di sekolah, kami sering membaca buku cerita sambil bercanda dan tertawa, kami juga sering bermain bola kaki bersama-sama.

Bila ada PR yang diberikan guru, aku dan Dzaki mengerjakannya berdua. Hari les di sekolah aku diajaknya pulang dulu ke rumah dia sebentar, lalu kami balik ke sekolah lagi, sambil menunggu bel berbunyi untuk masuk les kami bermain sepeda dahulu.

Bila Dzaki tidak hadir kesekolah karena sakit aku menjenguknya di rumah, saat istirahat sesudah olahraga aku dan Dzaki selalu makan dan minum bersama. Dzaki adalah sahabat baikku, aku berharap sampai kami sudah besar nanti tetap menjadi sahabat yang baik.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Pesan moral yang terkandung dari kajian cerita diatas adalah sahabat yang baik akan selalu setia menemani dalam suka dan duka. Pilihlah teman yang mau menjadi sahabat sejati dalam hidup. Jadilah sahabat yang baik untuk teman kita, setialah selalu kepada kawan kita, jangan bersikap jahat kepada kawan.

 

ADIKKU YANG LUCU

 Karya : Reginaldi 

Aku mempunyai seorang adik, aku selalu bermain dengan adik. Adikku kulitnya putih, wajahnya imut-imut, dia membuatku benar-benar sangat menggemaskan. Aku selalu menggendong adikku, serta kubawa-bawa kemana aku pergi bermain. Kami selalu bermain berdua, aku memberikan mainan kepadanya, tapi adikku suka menggigit mainan.

Bila aku sedang makan kue, adik meminta kue sambil merengek. Terkadang aku jahil menggoda adikku pura-pura tidak mau memberi kue. Adikku suka minum susu, bila dia minta susu aku membuatkan susu untuknya.Tidur siang dan malam adikku harus menghidupkan kipas angin karena tidak tahan kepanasan. Adikku tidur siang sampai jam 4, setelah bangun dia langsung meminta susu, aku membuat susu lagi untuknya.

Adikku tidak mau bila digendong ayah, dia hanya mau bermain bersamaku, lalu aku menggendong kembali dan kami bermain kuda-kudaan sambil bercanda dan tertawa. Aku sangat bahagia memilki adik yang cantik dan lucu.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

          Nilai inspiratif yang dapat diambil hikmah dari karangan diatas adalah sayangi saudara kandung atau keluarga kita lainnya, sayangi adik yang masih kecil, tetaplah dalam keadaan susah atau senang kita selalu rukun bersama keluarga.

 UPACARA DI HARI SENIN

 Karya : Zaki Ijlal

Setiap hari Senin sekolah kami selalu mengadakan upacara bendera, jam 7.30 wib bel sudah berbunyi dan upacara segera dimulai, bila ada siswa yang terlambat datang tidak diperbolehkan masuk lagi ke halaman sekolah, harus berdiri di luar sekolah karena bapak kepala sekolah mengunci pagar sekolah.

Saya tidak mau terlambat pergi sekolah, saya bangun pagi jam 6.00 wib lalu shalat shubuh, siap shalat merapikan tempat tidur sendiri, lalu pergi mandi setelah itu memakai seragam sekolah. Sesudah ibu menyiapkan sarapan pagi, lalu saya sarapan terlebih dahulu.

Saya berangkat ke sekolah dengan bersepeda , sampai di sekolah bu guru dan bapak kepala sekolah sudah menunggu dan saya  menyalami mereka di depan pintu pagar sekolah.

Selesai upacara kami langsung masuk ke kelas masing-masing untuk belajar. Hari Senin kami belajar matematika, kami diajarkan bu guru belajar tentang kubus, aku dan temanku sangat tertib dan serius mengerjakan tugas yang diberikan bu guru. Jam istirahat berbunyi, aku dan teman-teman bermain bersama di halaman sekolah sambil menunggu jam masuk kembali dan dilanjutkan dengan pelajaran lain.

Jam 12. 30 wib bel pulang berbunyi, tetapi kami tidak boleh pulang dulu karena shalat zhuhur berjama’ah terlebih dahulu. Setelah shalat aku langsung pulang ke rumah. Bila tidak pergi les sore di sekolah, saya selalu tidur siang, bangun jam 4 sore saya langsung mandi untuk pergi ke TPA, di tempat TPA saya shalat ashar bersama, lalu saya mengaji bersama teman-teman yang diajarkan oleh udztadzah, dan jam 6.00 sore saya pulang dari pengajian di TPA.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Pesan moral inspiratif dari kajian cerita diatas yaitu salah satu contoh sikap nasionalisme atau mencintai negara adalah  rajin mengikuti upacara setiap hari Senin, selama upacara berlangsung kita harus mengikuti dengan khidmat, karena untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa, jiwa raga, dan harta untuk meraih kemerdekaan. Warga negara yang menghargai jasa pahlawan akan mengisi kemerdekaan dengan rajin belajar ilmu dunia dan akhirat, disiplin, kerja keras, jujur, santun untuk menggapai cita-cita.

MEMBANTU AYAH

 Karya : M. Furqan 

Ayahku sangat sayang kepada keluarga, aku juga sangat sayang kepada ayah. Ayah bekerja sebagai tukang bangunan. Sore hari pulang dari sekolah aku selalu membantunya.

Di hari Minggu aku membantu ayah bekerja di masjid, disana ayah mengecor lantai masjid, aku membantu mengangkat semen yang sudah diaduk dengan pasir, aku naik turun dari lantai 2 masjid untuk mengangkat semen. Jam 12.00 wib kami pulang ke rumah, sampai di rumah aku meminta ibu menyiapkan air es dingin karena tadi bekerja membantu ayah sangat kepanasan.

Ibu menyiapkan makan siang untuk kami sekeluarga, hari ini ibu memasak sayur bening dengan ikan dan telur goreng. Aku diminta oleh ibu untuk mengantar makanan kepada nenek. Aku membantu ibu lagi mengantar makanan kepada nenek.

Selesai shalat zhuhur aku bersama ayah melanjutkan kerja lagi di masjid, kami bekerja sampai jam 4.00 sore, lalu kami pulang. Sampai di rumah aku mandi dengan bersih lalu shalat ashar, setelah itu aku istirahat sebentar sambil menuggu waktu untuk pergi mengaji malam hari.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Kajian inspiratif dari karangan diatas adalah Orang tua berusaha sekuat tenaga dan bekerja apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, maka kewajiban anak yaitu tidak menyakiti hati orang tua, tidak pernah membuat orang tua bersedih, menyayanginya dan membantu orang  tua.

 

SAHABATKU YANG SETIA

 Karya : Putra Andrian 

 

Pertama sekali aku bersekolah aku berjumpa dengan seorang teman, dia anaknya baik budi, tidak suka menggangu dan rajin. Aku  dan dia sering bermain bersama,  membaca bersama, menulis serta mengunjungi pustaka bersama, ketika aku belum lancar membaca dia dengan sabar dia mengajariku membaca, mengajariku menulis, dan dia tidak pernah marah kepadaku.

Waktu pulang sekolah aku mengajak dia bersepeda, kami pergi ke kebun mangga, disana banyak sekali buah mangga. Aku yang naik ke pohon mangga, tetapi aku tidak berhasil naik karena pohon mangganya besar sekali, aku sedih tidak dapat memetik buah mangga untuk temanku.

Sudahlah, tidak apa-apa !, ayo kita pulang ke rumah, besok kita main lagi, kata temanku.

Hari sudah sore, aku dan temanku mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke balai pengajian. Ditempat pengajian aku diajak duduk disampingnya untuk mengaji bersama.

Terimakasih untuk sahabat yang selalu setia membantu aku, semoga kamu tidak bosan-bosan selalu mengajariku.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Pesan moral yang menginspirasi dari cerita mini diatas adalah tentang sahabat yang baik budi, penuh kesabaran selalu membantu teman yang membutuhkan. Sahabat yang setia akan selalu berada disamping, bagaimanapun keadaan kita dia tidak akan menjauh dari sisi, serta akan selalu setia memberi pertolongan meskipun tidak  diminta.

 

MENJENGUK PAMAN SAKIT

 Karya : Naufal  

Aku mempunyai seorang paman, dia sangat sayang kepadaku,  aku sering diajak bermain bersama. Suatu hari paman terkena penyakit serangan jantung, dan harus dibawa lari ke rumah sakit. Aku ikut mengantar paman ke rumah sakit bersama ibuku, dalam hati aku terus berdo’a kepada Tuhan  supaya tidak terjadi apa-apa pada pamanku. Aku sangat sedih ketika paman masuk rumah sakit.

Besok hari aku tidak masuk sekolah, aku minta izin kepada bu guru untuk menjaga pamanku yang sedang dirawat di rumah sakit. Seharian aku tidak tidur menjaga paman.Tiba-tiba badanku panas, terasa mual-mual seperti masuk angin, lalu ibu menyuruhku untuk meminum obat dan beristirahat di rumah.

Di rumah aku terus mendo’akan pamanku semoga cepat sembuh dan bisa berkumpul lagi bersama.

 

Kajian oleh : Sabariah, S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Pesan moral yang menginpirasi dari cerita mini diatas tentang sikap saling kasih mengasihi dan sayang menyayangi dalam sebuah keluarga. Keluarga adalah segalanya bagi kita, susah senang kita hadapi bersama, bila ada anggota keluarga yang sakit kita harus ikut menjenguknya, merawat,  berdo’a untuk kesembuhan dan harus memberi semangat untuk kesembuhan saudara kita.

SEKOLAHKU YANG INDAH

 Karya  : Tahzibul Fata

Halaman sekolah sekarang sudah banyak ditanami bunga-bunga yang indah,  halaman yang bersih dan indah. Didepan kelas kami tumbuh pepohonan yang rindang, jam istirahat kami bisa duduk bersama serta berteduh dibawah pohon yang rindang dan sejuk. Di dinding sekolah sudah banyak tulisan-tulisan yang ditempel oleh bapak kepala sekolah, ada juga lukisan-lukisan yang cantik.

Bu guru  sering mengajak kami melakukan gotong royong bersama, ada yang menyapu, memungut sampah, mencabut rumput, membersihkan jendela. Guru selalu mengingatkan kami untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Siswa di sekolah sekarang juga sudah disiplin, baik-baik dan pintar. Kami sekarang sangat nyaman belajar, karena sekolah sudah bersih dan indah.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Nilai inspiratif dari kajian cerita diatas yaitu menjaga kebersihan dan keindahan itu sangat penting, Islam menganjurkan manusia untuk hidup bersih seperti dalam sebuah hadis “kebersihan bagian dari iman”. Bila lingkungan bersih dan indah akan membuat nyaman dalam beraktifitas, mata menjadi segar ketika memandang dan yang terutama bila lingkungan bersih adalah terhindar dari penyakit.

PECIKU WANGI

Karya : Muhammad Haikal

Peciku warna hitam, sangat setia menemaniku setiap waktu.   Melaksanakan shalat, pergi mengaji, di sekolah pada hari Jum’at aku selalu mengenakan peci. Peci adalah lambang orang muslim, aku sangat senang memakai peci.

Malam hari aku pergi mengaji di dayah Ruhul Fata, di Desa Lamjamee Lamkrak, pimpinan dayah tersebut yaitu Uztad Jambi. Jam 6.00 aku bersama kawanku Jahsyar dan Amanullah berangkat ke balai pengajian, kami harus pergi lebih awal karena kami shalat magrib berjama’ah di balai pengajian.

Haikal,,Haikal,, ayo pergi mengaji, Amanullah memanggilku.

Iya,,sebentar aku ambil peci dulu.

Sampai di tempat pengajian aku meletakkan tas didalam balai, karena belum waktunya magrib kami jajan dulu dikios yang dekat dengan balai, sambil makan jajanan kami duduk-duduk santai dijembatan depan balai pengajian.

Asyik santai menunggu waktu azan magrib, lalu aku bertanya kepada temanku.

Teman-teman,ayo siapa pecinya yang wangi diantara kita.

Kami saling mencium bau peci,

Punyaku bau shamppo, kata Jahsyar.

Punyaku bau sabun mandi, sahut Amanullah.

Lalu aku menjawab ! punyaku bau minyak wangi.

Wangi,,,,,,wangiiii,,,aku bercanda dengan temanku.

Coba aku cium, minta Jahsyar.

Iya ! bau minyak wangi punya si Haikal, kata Jahsyar.

Tapi, temanku Fahri mengapa diam saja ya !

Fahri pecimu bau apa, aku bertanya,

Peciku paling wangi antara peci kalian, jawab Fahri.

Yang benar, kata Amanullah.

Iya, benar kalau tidak percaya coba dicium, sahut Fahri lagi.

Kami mencoba mencium bersama-sama.

Ternyata,,,,,,

Piiiiiihhhhhhh,bau sekali, kami tertawa terpingkal-pingkal.

Tidak kamu cuci ya, tanyaku.

Iya Haikal, sudah 2 minggu aku tidak mencuci peci.

Azan maghrib tiba kami bergegas mengambil wudhu’ dan melaksanakan shalat magrib berjama’ah, ketika mau melaksanakan shalat uztad bertanya kepada Fahlevi.

Fahlevi, dimana peci uztad !

Peci uztad ada di atas rak ! jawab Fahlevi.

Uztad mengambil pecinya, lalu berdiri didepan saf untuk menjadi imam.

Selesai shalat magrib kami lanjutkan dengan mengaji Al-Qur’an dan kitab sampai jam10.00 malam.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Makna kajian dari cerita mini diatas adalah jaga kebersihan barang-barang yang kita miliki, misalnya seperti peci dalam cerita diatas, peci digunakan setiap saat terutama bagi ummat muslim, disaat hendak mengaji, hendak shalat, atau sehari-hari, oleh karena itu menjaga kebersihan pakaian yang digunakan ketika beribadah merupakan kewajiban.

 

ADIKKU YANG LUCU

Karya : Muhammad Haikal

Aku punya seorang adik laki-laki namanya Naufal Afkar. Hidung adikku  sedikit pesek, kulit hitam manis, badan agak kekar, kepalanya lucu tidak bulat seperti kepalaku tapi agak gepeng. Adikku sudah berumur 4 tahun tapi dia sudah terlihat seperti anak kelas I SD, karena badannya lumayan tinggi. Adikku sangat tinggi selera makan, apa saja dimakan asalkan tidak pedas, tapi anehnya sudah berumur 4 tahun bicaranya masih belum jelas dan lancar. Adikku sangat pintar apa yang kita katakan selalu ada jawaban yang lucu sama dia.

Aku selalu bermain bersama adik, kami sering bermain sepeda bersama, walaupun masih kecil dia sudah pandai mendayung sepeda yang besar, lucu sekali kelihatannya anak kecil mendayung sepeda besar, aku tidak dapat menahan ketawa pertama sekali dia mendayung sepeda besar. Terkadang aku yang membonceng dia naik sepeda. Saat bermain sepeda kami sering kejar-kejaran, pernah suatu kali adikku terjatuh saat kejar-kejaran dengan cepat aku membantu membangunkannya.

Aku sangat sayang kepada adikku, tapi terkadang aku sedikit jahil dan suka mengganggunya, dia sangat marah kalau diganggu. Bila adikku diganggu  dia akan melapor sama mamak, terkadang mamak memarahi aku, padahal aku cuma bercanda dengannya, bila sangat marah dia suka  membuang sepatu orang yang menganggunya, pernah sepatu sekolahku dibuang ke dalam got.

Pulang sekolah aku dan adikku sering bermain stick, dia sudah pintar bermain dan aku sering juga dikalahkan olehnya. Kami sangat asyik bermain sambil menunggu mamak pulang dari sekolah. Jam 2 mamak lalu kami makan serta tidur siang bersama, aku dan adikku tidur dengan berpelukan.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Kajian inspiratif dari cermin dengan judul ”Adikku Yang Lucu “ yaitu sayangi keluarga kita, terutama bila mempunyai adik yang masih kecil maka cintai adik kita, dan jagalah kerukunan hidup dalam keluarga, tidak boleh bertengkar dengan adik, karena susah senang kita akan selalu bersama keluarga.

KUCING  MALANG KUCING SAYANG

Karya : Dina Najira

Pulang sekolah di siang hari, aku melihat seekor kucing bersama 2 anaknya yang masih kecil dibawah pohon pinggir jalan, aku mendekati kucing tersebut, sungguh lucu dan imut. Kucing-kucing tersebut kelihatannya sangat manja, dia tidak takut ketika aku mendekati.

Sejenak kuberpikir dalam hati, sambil mengelus-ngelus bulu kucing, sayang sekali nasib kucing ini anaknya masih kecil-kecil. Siapa yang tega sekali membuang kucing secantik ini ya?. Tidak berpikir panjang lagi aku langsung membawa kucing ke rumah.

Sampai di rumah aku langsung memberi makan kucing tersebut, karena kelihatannya mereka sangat lapar, lalu aku memandikan kucing supaya lebih bersih, setelah itu aku dan kucing bermain bersama.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Pesan moral yang inspiratif dari cerita diatas yaitu sayangilah makhluk hiudp lainnya dibumi ini, makhluk lain juga mendapat hak yang sama untuk hidup dimuka bumi, bila kita menyayangi makhluk lain maka kita akan mendapatkan pahala yang berlimpah.  Jagalah kelestarian hewan  agar tidak terjadi kepunahan, demi diwariskan kepada anak cucu nanti.

AYAM KESAYANGANKU

Karya : Ulfatul Jannah

Kukuruyuk,,,,kukuruyuk, itu suara ayam jantan kesayanganku, setiap pagi ayam bersuara membangunkan kami untuk shalat shubuh. Pagi- pagi sebelum berangkat sekolah aku selalu memberinya makan.

Setiap hari ayam kesayanganku bermain di sekitar rumah saja,  dia bermain bersama ayamku yang lain dan juga bermain bersama   ayam milik tetangga. Bila dia terlambat pulang disore hari aku segera mencarinya, aku takut ayamku nanti hilang dicuri orang.

Sore hari sebelum aku berangkat pergi mengaji malam, aku terlebih dahulu memberi makan lagi untuk ayamku, setelah itu aku masukkan kedalam kandang.

Setiap hari dia berkukuruyuk,,kukuruyuk, sangat setia membangunkan aku dan keluarga untuk bangun pagi. Kata orang-orang bila kita terlambat bangun pagi rezeki kita akan dipatuk ayam.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Nilai inspiratif dari kajian cerita diatas adalah hewan piaraan akan membawakan banyak mamfaat kepada kita, sepertiayam pada cerita diatas, daging dan telur ayam dapat kita makan sendiri serta dapat dijual untuk menambah penghasilan keluarga, maka peliharalah hewan tersebut dengan baik, hewan piaraan harus diberi makan, dibersihkan tempat tinggalnya serta dirawat dengan baik.

PENGALAMAN LOMBA TINGKAT DESA

Karya : Miftahul Jannah

 

Desa Batee Linteung merupakan desa tempat tinggal saya akan mengadakan acara maulid untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam rangka menyemarakkan acara maulid, Desa Batee Linteung mengadakan aneka lomba, jenis perlombaan yaitu lomba pidato, tahfidz, cerdas cermat, baca kitab, azan dan iqamah, serta shalat berjamaah, untuk anak sekolah kelas I sampai IV diadakan lomba menggambar. Peserta lomba hanya dari anak-anak yang ada di desa Batee Linteung saja.

Aku mengikuti 4 cabang lomba yaitu cabang lomba tahfidz, pidato, baca kitab dan cerdas cermat, semua perserta harus mengambil nomor undian terlebih dahulu. Cabang lomba yang pertama sekali ditampilkan adalah tahfidz. Aku mendapat nomor undian ke 7. Satu persatu peserta tahfidz kedepan, semakin dekat nomor undianku aku semakin gugup, dalam hati aku terus berdo’a semoga nanti ketika aku tampil tidak terjadi kesalahan. Aku terkejut ketika juri memanggil nomor undianku, namun walaupun gugup aku tetap melangkah dengan pasti naik ke atas panggung. Aku mulai membaca dengan cepat-cepat surat yang juri mintakan. Alhamdulillah aku membaca dengan cepat dan tidak ada yang salah, setelah itu aku langsung turun untuk mengikuti lomba selanjtunya yaitu lomba pidato.

Judul pidato aku adalah “ berbakti kepad aorang tua”, ketika berpidato sepertinya sangat cepat, karena aku masih sangat gugup waktu pertama tahfidz tadi. Selesai berpidato aku turun dari panggung dan langsung menuju ketempat perlombaan baca kitab.

Lomba membaca kitab aku mendapat nomor undian ke 8, ketika tiba giliran, aku langsung membaca kitab  dengan perlahan-lahan, tetapi aku tidak bisa menjelaskan makna dari kitab, dan aku hanya membaca saja. Selesai membaca kitab saya langsung turun pangggung dan dilanjutkan oleh peserta yang lain.

Lomba selanjutnya adalah cerdas cermat, aku dan temanku masuk kedalam grup C, nama peserta yaitu aku sendiri Miftahul, Faiz dan Kaila. Pembicara dalam grup kami adalah Faiz.

Semua perlombaan sudah siap dilakukan, aku bersama semua perserta lain menunggu pengumuman. Tidak berapa lama akhirnya pengumuman dilakukan, jantungku semakin kencang berdebar-debar. Aku terus berdo’a dan dalam hati semoga aku mendapat juara.

Pengumuman yang diumumkan sesuai dengan urutan lomba, pertama sekali adalah tahfidz, aku sudah tidak sabar mendengar, dan aku terkejut lagi ketika juri menyebut nama Miftahul Jannah sebagai juara pertama cabang Tahfidz, kami mendengar lagi pengumuman selanjutnya. Lomba pidato dan baca kitab aku tidak mendapatkan juara. Juri mengumumkan lagi pemenang lomba cerdas cermat, dan Alhamdulillah grup kami mendapat juara pertama.

Aku bersyukur dan bahagia sudah mendapatkan juara walaupun tidak semua cabang aku mendapatkannya, kedepan aku akan berusaha dan harus belajar lebih giat lagi untuk dapat meraih prestasi yang lebih baik, bukan hanya ditingkat desa tapi sampai ketingkat yang lebih tinggi.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Kajian inspiratif dari cerita diatas adalah gigih, percaya diri serta yakin berusaha merupakan kunci untuk meraih keberhasilan, lawan rasa takut dalam diri bila ingin menggapai sukses.

CITA-CITA MENJADI DESAINER

( Karya :  Quratul Ulya )

 

Bunda saya seorang desainer, mulai dari kelas V, setiap  hari libur dan hari Minggu saya sering bermain ke rumah Bunda, saya melihat dan memperhatikan cara Bunda menggambar dan menjahit baju. Dalam pikiran saya berpikir, asyik juga menjadi seorang desainer, mulai saat itu saya mulai menyukai pekerjaan seperti Bunda. Banyak orang yang meminta jasa Bunda untuk menjahit bajunya, saya juga membantu Bunda untuk menggambar pola baju.

Kini saya sudah kelas VI, saya sudah bisa menggambar pola baju, di hari Minggu saya selalu pergi ke rumah Bunda untuk membantu merancang dan menggambar pola baju, saya merancang baju dengan model hits. Pulangnya saya diberikan uang sama Bunda 50,000.

Cita-cita saya setelah besar dan tamat sekolah, saya akan menekuni profesi desainer, saya akan mempekerjakan beberapa anak buah. Ibu dan Bunda pasti akan sangat bahagia bila nanti sesudah besar saya dapat memiliki usaha sendiri seperti Bunda.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Pesan moral dari cerita diatas yang menginspirasi adalah dari kecil kita sudah harus mempunyai cita-cita untuk masa yang akan datang.  Agar cita-cita tersebut dapat tercapai harus diringi dengan tekad yang kuat serta penuh semangat, sungguh-sungguh dan yakin, tekun berusaha serta belajar dengan teliti.

MEMBANTU AYAH

( Karya : Andhika )

 

Semenjak sakit ayah tidak sanggup memotong rumput sapi lagi, sekarang ayah di rumah sakit, dan ayah harus diopname karena sakit. Saya dan abang yang membantu ayah untuk memotong rumput sapi, sebelum ayah sakit saya dikasih seekor sapi oleh ayah untuk dipelihara sendiri, saya memberi nama si bro. Kami juga mempunyai beberapa sapi lainnya di kebun. Pulang sekolah saya langsung ke kandang sapi terlebih dahulu untuk mengambil karung dan sabit, setelah itu baru saya pulang ke rumah. Kandang sapi tidak jauh  berada dari rumah.

Sampai  di rumah saya makan siang dahulu, setelah itu dengan bersepeda saya pergi ke kebun untuk memotong rumput. Walaupun terkadang saya merasa lelah, karena di sore hari saya harus pergi les lagi di sekolah, tetapi saya ikhlas membantu orang tua saya yang sedang sakit.

Kadang-kadang saya tidak sanggup mengangkat rumput yang sudah saya masukkan ke dalam karung, dan abang membantu saya mengangkatnya. Saya tidak masalah walaupun kena hujan dan terik matahari asalkan sapi saya tidak lapar. Kandang sapi setiap hari saya bersihkan dari kotoran dan sisa-sia rumput yang tidak habis dimakan.

Sejak ayah sakit-sakitan, di hari Minggu saya tidak dapat bermain-main bersama teman karena saya harus memotong rumput untuk sapi-sapi kami. Ibu dan kakak kadang-kadang juga ikut membantu memotong rumput.

Sore hari setelah semuanya selesai mengurus sapi saya dan abang pulang ke rumah,  saya langsung mandi dan pergi mengaji malam hari.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Nilai inspiratif dari cerita diatas yaitu kewajiban anak adalah membantu orang tua. Bagilah waktu antara belajar dan membantu orang tua, jangan membuang-buang waktu dengan banyak bermain-main atau melakukan hal yang tidak bermamfaat, lebih baik kita menolong atau membantu orang tua, apalagi disaat orang tua kita sedang sakit kita wajib membantunya karena orang tua sudah memberikan kasih sayang dengan penuh ketulusan kepada anaknya.

ES DAN MIE IBUKU

( Karya : Putri Raisyai )

 

Ibuku seorang ibu rumah tangga, untuk menambah penghasilan keluarga ibu setiap hari berjualan. Hari-hari ibu membuat es manis untuk dijual di sekolahku, selain itu pagi-pagi ibu bangun untuk membuat mie.

Saya membantu ibu membuat es, mulai dari memasak air, lalu masukkan nutrijel, saya aduk sampai mendidih, lalu diangkat, ditunggu dulu sampai dingin baru siap dimasukkan dalam plastik es, terakhir dimasukkan ke dalam kulkas.

Pagi-pagi saya bangun cepat bersama ibu, setelah shalat shubuh saya membantu ibu membuat mie. Saya membantu ibu mengambilkan cabai dan tomat lalu ibu memblendernya, sedangkan saya membantu mencincang daun sop, setelah semua bumbunya siap, lalu ibu memasak mie.

Siap membantu ibu saya bergegas mandi untuk pergi sekolah, sedangkan ibu melanjutkan membungkus mie. Jam 9.00 ibu mengantar es dan mie ke sekolah untuk saya jual.

Hasil penjualan es dan mie tidak menentu. Terkadang tidak semua habis terjual, dan kadang-kadang ada juga hari yang habis terjual semua. Bila es dan mie habis terjual semua, kami bisa mendapatkan uang sebanyak 120,000. Uang hasil penjualan es dan mie digunakan ibu untuk kebutuhan keluarga kami sehari-hari.

Aku sangat sayang ibuku dan aku tidak malu untuk berjualan di sekolah, tetapi saya juga harus rajin belajar agar besar nanti dapat membahagiakan ibu dan tidak berjualan seperti ini lagi.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

          Pesan moral yang menginspirasi dari kajian cerita mini diatas kisah tentang mencari rezeki yang halal. Allah cinta kepada manusia yang berusaha mencari rezeki diatas muka bumi dengan cara yang halal. Jangan pernah malu untuk membantu orang tua mencari rezeki yang halal, apapun pekerjaan orang tua kita yang baik dan halal wajib membantunya.

AYAMKU YANG LUCU

Karya : Reginaldi

 

Aku punya seekor ayam betina, ayam betinaku baru saja menetas dan memiliki 10 anak, anaknya sangat cantik-cantik. Ayamku  bulunya warna hitam dan di sayapnya berwarna merah. Setiap pagi hari aku selalu memberi  makan ayam dan tidak lupa aku memberinya air. Kandang ayamku tidak terlihat kotor karena hampir setiap hari aku membersihkannya.

Tidak hanya dipagi hari, ketika sore aku juga memberikan lagi umpan untuk induk dan anak ayam, supaya ayamku bertambah sehat lagi. Induk dan anak ayam tidak aku lepas dahulu karena anaknya masih kecil-kecil, aku takut nanti anaknya tidak selamat diambil oleh musang, induk ayam terkadang  suka mematuk dan memukul ayam lain bila anaknya didekati. Aku juga pernah dipatuk ayam ketika ingin memegang anaknya.

Malam hari ayam kesayanganku serta anaknya aku kurung dalam kandang keranjang dan kututup dengan kain supaya tidak kedinginan.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Kajian yang menginspirasi dari cerita mini yang berjudul ” Ayamku Yang Lucu” kisahnya tentang menyayangi hewan peliharaan yaitu ayam. Hewan yang kita pelihara harus kita jaga dan dirawat dengan baik karena hewan piaraan dapat menjadi kesenangan tersendiri, serta penghasilannya sangat bermamfaat untuk kita.

IBU PAHLAWAN SEJATIKU

( Karya : Andre Xanajua)

Setiap pagi tiada bosan ibu selalu membangunkanku, ibu tidak pernah mengeluh merawat aku dan adikku. Ibu setiap hari bekerja keras tanpa lelah untuk memasak dan mencuci pakaian kami, ibu tidak pernah kasar dan memarahi kami, semua kebutuhan kami dicukupi oleh ibu.

Andre,, Andre, bangun nak ! sudah azan kamu shalat shubuh dulu. Suara ibu yang selalu setia membangunkanku untuk shalat shubuh.

Pagi-pagi ibu menyiapkan perbekalan makan siangku di sekolah, aku pulang sekolah sore hari karena sekolah kami adalah sekolah SPT dan kegiatannya fullday sampai jam 4 sore.

Ibu memang pahlawan sejatiku, tidak pernah lelah merawat dan menjagaku, aku selalu berdo’a untuk ibu supaya Tuhan memberi kepada ibu umur yang panjang, sehat serta diampuni dosa-dosanya, bila aku sudah besar nanti akan kuberikan baktiku kepada ibu.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Kajian yang sangat menginspirasi kita dari cerita mini diatas bahwa ibu adalah pahlawan bagi anaknya, pengorbanan seorang ibu sangat besar, setiap hari mulai dari kita dilahirkan sampai dewasa ibu akan tetap setia mengasuh dan merawat, mengurus anaknya setiap hari tanpa mengeluh serta penuh keikhlasan. Hargailah jasa ibu dengan rajin belajar setiap hari, jangan pernah menyakiti hati ibu serta do’akan ibu kita agar selalu diberikan kesehatan dan diampuni dosa-dosanya.

 

 

 

 

EMPAT SAHABAT SETIA

( Karya : Eka Asyura )

 

Hallo teman-teman, perkenalkan nama saya Eka Asyura. Lewat tulisan saya akan memperkenalkan dan menceritakan pengalaman bersama sahabat setia yang pernah kami alami. Empat sahabat setia namanya yaitu saya sendiri Eka, Naila, Syifa, dan Febi, kami sudah menjadi sahabat setia semenjak dari kelas III. Kini kami sudah kelas VI, jadi persahabatan kami sudah hampir 3 tahun.

Suatu hari disaat hujan sangat lebat, kami mandi dan bermain hujan bersama, sungguh senang kami bermain hujan dan kejar-kejaran, tiba-tiba  sahabat kami yang bernama Naila terpeleset, dia terjatuh dan kakinya terluka. Kami semua kebingungan dan secepatnya membantu Naila berdiri, tapi kaki Naila keluar darah, untung ada Syifa yang membawakan uang, lalu Syifa membelikan handsaplas dan kami tempelkan diluka Naila, setelah itu kami berhenti bermain hujan, sesudah  hujan reda, kami bersama-sama mengantar Naila ke rumahnya.

Sampai di rumah Naila kami menceritakan kejadian tadi kepada ibu Naila, Alhamdulillah ibunya tidak marah. Kami semua pulang ke rumah masing-masing untuk mandi dan harus bersiap-siap pergi mengaji malam hari.

Menunggu magrib tiba di balai pengajian, kami istirahat sambil bercanda bersama teman-teman sambil menunggu Naila datang. Azan magrib sudah tiba, tapi Naila belum nampak juga.

Kemana ya Naila, kenapa tidak pergi mengaji ya ?, tanya Feby.

Ya, jawab si Syifa.

Kita tanya sama adiknya yuk, ajakku.

Ayo,,, jawab temanku.

Fanny,, Fanny,, aku memanggil adik Naila

Iya,ada apa Kak eka.

Kak Naila mengapa tidak pergi ngaji ya,,tanyaku

Oh,,, kak Naila kakinya masih kesakitan karena terpeleset main hujan tadi, jawab adiknya.

Kasihan Naila, nanti pulang ngaji kami akan menjenguknya, sahutku.

Selesaimengaji jam 9.00 kamilangsung ke rumah Naila untuk melihat kondisinya, tapi sesampai di rumahnya kami melihat Naila sedang tertidur pulas, dan kami tidak tega membangunkannya. Akhirnya kami semua pulang kerumah masing-masing.

Esok hari kami bersekolah kembali,dan Alhamdulillah Naila dapat bersekolah juga hari ini dan kakinya sudah tidak sakit lagi. Empat sahabat setia kini ceria kembali dan kembali belajar bersama-sama.

Semoga persahabatan kami akan abadi sampai kami tua nanti.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Sahabat sejati adalah yang mau mengulurkan tangannya disaat butuh bantuan, selalu ada dalam suka dan duka, disaat orang-orang lain mungkin menjauh, namun sahabat sejati akan mendekati untuk memberi semangat. sahabat sejati selalu mengerti perasaan yang sedang dirasakan, memahami dan mau menerima segala kelemahan dan kekurangan, mau memperhatikan keadaan yang dialami. Itulah kajian inspiratif dari cerita mini yang berjudul “ Empat Sahabat Setia”

 

 

 

 

 

BERTAMASYA KEPANTAI LAMPUUK

( Karya : Eva Muliani)

 

Jam 5.00 pagi aku sudah bangun bersama ibuku untuk mempersiapkan bekal bertamasya pada hari Minggu. Liburan kali ini aku bersama keluargaku memutuskan untuk berlibur kesalah satu pantai yang berada di wilayah Aceh Besar yaitu pantai Lampuuk.

Jam 8.00 kami berangkat menggunakan mobil pribadi dan cukup untuk membawa keluarga kami. Adik Asyila, adik Ruzaini dan kakak Humaira saudara sepupu saya juga ikut bertamasya bersama kami. Perjalanan sangat lancar tanpa macet sedikitpun, kami berusaha untuk mengusir kebosanan diperjalanan dengan bernyanyi dan bercanda ria bersama. Sesekali saya melihat pemandangan yang indah sepanjang jalan dari dalam mobil.

Akhirnya setengah jam kemudian sampai juga kami ke pantai Lampuuk, senang hati kami tiada terkira. Sejenak kami istirahat di balai-balai sambil menikmati indahnya pemandangan laut lepas dengan ombak yang besar-besar. Saya dan saudara sudah tidak sabaran untuk segera terjun ke laut, kami ganti baju untuk mandi di laut setelah itulangsung mandi dan bermain pasir.

Tidak terasa hari sudah menjelang siang, kami shalat zhuhur terlebih dahulu. Setelah semua selesai shalat kami makan siang bersama dengan perbekalan yang kami bawa dari rumah.

Selesai makan saya dengan saudara melanjutkan mandi di laut kembali, kami saling kejar-kejaran di pantai bercanda ria bersama dan tidak lupa sesekali kami poto bersama.

Hari menjelang sore, rasanya tidak ingin pergi dulu dari laut, tetapi  kami harus segera pulang, karena malamnya saya harus pergi mengaji lagi. Sungguh menyenangkan liburan kali ini bersama keluarga dan tidak pernah terlupakan.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Pesan yang menginspiratif  dari kajian cerita mini yang penulis sajikan yaitu cintai dan kunjungilah tempat wisata di daerah sendiri, karena keindahan alam negeri kita tidak kalah dengan tempat wisata dari daerah lain. Jaga selalu kerukunan dalam keluarga, dan berbagi waktu antara bermain dengan belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MAMAKU PENULIS

( Karya : Muhammad Haikal)

 

Mamaku bernama Juwita, dia seorang guru dan bertugas di SD 1 Indrapuri, Jam 6.00 pagi ibu membangunkan aku untuk shalat shubuh, terkadang aku malas bangun pagi tapi mamaku tidak membiarkan, berkali-kali mamak tetap membangunkan aku.  Jam 7.00 mamakku sudah siap berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor sendiri.

Suatu hari aku bertanya kepada mamak.

Mak, hobi mamak apa ya ? tanyaku.

Mamak hobinya membaca dan menulis serta bersih-bersih,

jawab mamakku.

Ohhh, pantasan mamak pintar menulis karena hobinya membaca, gumamku.

Iya, kamu juga harus rajin membaca supaya jadi anak pintar.

Tiap hari pulang sekolah mamakku selalu mengetik dilaptop, banyak tugas sekolah yang mamak kerjakan di rumah. Selama ini aku melihat mamak sibuk mengetik karya siswa dari sekolah-sekolah lain seperti puisi, cerita pendek, cerita mini, pantun, termasuk karya kami siswa SDN Simpang Tiga, kata mamak karya kami tersebut akan dibuatkan buku, selama ini kita hanya membaca buku orang nanti kita akan membaca buku sendiri dan karya kita akan dibaca oleh orang lain, begitu kata mamaku.

Mamaku sekarang menjadi penulis, sudah menerbitkan beberapa judul buku, salah satunya buku puisi yang sudah aku baca. Aku diajak mamaku untuk membuat karangan, sebenarnya aku tidak pandai membuat karangan tapi setelah mamakku mengajarkannya, sedikit-sedikit aku sudah bisa menulis karangan. Aku juga sangat senang satu cerita miniku yang berjudul ”Peci” dimasukkan ke santerdaily Aceh Besar dan dibaca oleh puluhan orang.

Setelah besar nanti aku juga ingin seperti mamaku pandai mengarang buku, aku harus belajar mengarang dari sekarang, biar dapat berbagi ilmu untuk generasi penerus dan orang-orang lain.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Kajian inspiratif dari cerita diatas yaitu tentang orang sukses karena banyak membaca, orang menjadi pintar karena membaca, membaca adalah jendela dunia, orang menjadi berhasil berkat usaha dan kerja keras. Orang menjadi terkenal dan namanya abadi karena menulis, bila kita suka menulis maka pahala akan mengalir dan ilmunya akan bermamfaat untuk orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CITA-CITAKU  MENJADI DOSEN

 Karya : Putri Aiyanur

 

Kakak saya tahun ini akan masuk kuliah, rencananya kakak akan melanjutkan kuliah di Unsyiah. Suatu hari saya bersama ibu mengantar kakak ke kampus untuk mengikuti tes. Disana saya melihat banyak sekali mahasiswa yang akan ikut tes penerimaan mahasiswa baru. Sambil menunggu kakak selesai, saya dan ibu jalan-jalan keliling kampus untuk melihat-lihat, disalah satu ruang saya melihat ada dosen yang sedang mengajarkan mahasiswanya, ternyata di Unsyiah bukan hanya dosen dari daerah tetapi juga ada dosen dari luar negeri.

Jam12.00 kakak selesai juga mengikuti tes, lalu kami pulang, dalam perjalanan saya mengatakan kepada ibu.

Ibu, do’akan ya besar nanti saya mau jadi dosen!

Kamu bercita-cita jadi dosen ? tanya ibuku.

Ya bu, saya tadi sempat melihat dosen mengajar sepertinya jadi dosen itu asyik lho bu, kataku.

Apa yang asyik , tanya ibu lagi.

Kalau jadi dosen, saya bisa keluar negeri, berbagi ilmu dengan tulus dan ikhlas, banyak anak didiknya, dan saya ikut memajukan bangsa kita bu, jawabku.

Ibu do’akan semoga cita-citamu tercapai nak ya, jawab ibuku.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Pesan moral yang sangat inspiratif dari kajian cerita mini diatas adalah dari kecil kita harus mempunyai cita-cita serta tekun  belajar, setelah besar kita akan dapat meraih cita-cita dan dapat membagikan ilmu yang bermamfaat  kepada orang lain serta dapat membahagiakan orang tua.

BERSAMA KAKAK KKN

Karya : Salisa Putri

 

Sore hari aku dan teman-temanku sering bermain petak umpet di halaman meunasah, ketika sedang asyik bermain tiba-tiba, ruuummm,rummmm ada suara kereta, kami menoleh dan melihat siapa yang datang.

Eh, sepertinya kakak-kakak KKN, kata temanku,

Ada apa ya, mengapa pergi ke meunasah kita, tanyaku.

Hai adik-adik, Assalamu’alaikum,salah seorang kakak menyapa kami.

Hai juga, Wa’alaikumsalam, jawab kami semua.

Lagi bermain ya, mari dik kita kenalan dulu, mereka memperkenalkan diri satu persatu, pertama kak Ria, kedua kak Nurlaili, ketiga kak Desi, keempat kak Rista dan terakhir kak Raihan.

Kakak datang ke meunasah desa kami untuk apa ya?, aku memberanikan untuk bertanya.

Kakak-kakak ini sedang melakukan tugas KkN dari kampus untuk melatih adik-adik di desa ini supaya pintar, nanti kakak akan mengajarkan kalian menari, nanti pada acara perpisahan dengan kakak-kakak KKN kalian harus menampilkan tarian yang sudah diajarkan, selanjutnya lomba pidato, diajarin membaca yang belum bisa membaca, dan nanti akan diadakan lomba membaca surat pendek, lomba azan bagi anak laki-laki, begitu penjelasan dari kak Ria.

Kami semua sangat senang karena akan diadakan lomba di desa kami, saya dan beberapa teman mengikuti lomba pidato,saya berlatih dengan sangat sungguh-sungguh dan yakin.

Waktu yang kami tunggu-tunggu akhirnya tiba, perlombaan akan segera dimulai, saya naik keatas panggung dengan sangat percaya diri. Satu persatu peserta lomba tampil diatas panggung, akhirnya selesai juga semua cabang perlombaan dilaksanakan. Tidak sabar dan perasaaan gugup kami menunggu pengumuman para pemenang, saya terus berdo’a dalam hati mudah-mudahan saya mendapat juara.

Juara ketiga jatuh kepada,,,,,,Rita Zahara, juara kedua jatuh kepada Dira Maghfirah,,,,,dengan suara keras kakak Desi membacakan para pemenang, saya semakin dag-dig-dug, jangan-jangan saya tidak mendapat juara, teman saya sudah mendapat juara 3 dan 2, saya tersu berdo’a dalam hati.

Juara pertama,,,, siapa ya? kata kak Desi lagi, perasaan saya semakin gugup.

uara pertama jatuh kepada Salisa Putri, Alhamdulillah saya mendapat juara pertama,  lalu dilanjutkan dengan pengumuman para juara untuk cabang lomba lain. Setelah semuanya selesai kami para pemenang diminta untuk maju kedepan dan kami diberikan hadiah oleh kakak KKN.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Pesan yang menginspirasi dari cerita diatas adalah belajar itu bisa dimana saja kapan saja dan oleh siapa saja, kerja keras dalam berusaha pasti akan membuat kita berhasil. Pesan yang menginspirasi dari cerita diatas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HOBIKU MEMANCING

 Karya : Agus Yadi

 

Hobiku memancing, setiap Sabtu sore dan hari Minggu aku selalu pergi memancing. Sabtu sore ini aku memancing bersama teman-temanku dikolam umum di desa kami, banyak sekali ikan di kolam seperti ikan gabus, ikan mujair, ikan lele, ikan sepat dan jenis ikan lainnya. Pancinganku sering mujur, aku mendapatkan 5 ikan gabus dan aku langsung membawa pulang.

Ibu, ibu,ibu,,aku bawa ikan gabus, aku dapat 5 ikan bu, aku berteriak memanggil ibu dengan kegirangan.

Waduh,, ikannya besar-besar nih, kata ibu.

Nanti ibu masak ya, kita makan sama-sama, jawabku.

Aku membantu ibuku menyiangi ikan sampai bersih, setelah itu ibu menyiapkan bumbu untuk dimasak.

Sambil menunggu ikan masak aku istirahat sebentar sambil membaca buku, tidak lama akhirnya masak juga ikan gabus kesukaanku.

Ikannya sudah masak, mari kita makan ajak ibuku.

Mari bu, jawabku, makasih bu ya, rasa enak sekali. Ibuku memang pintar memasak masakan Aceh.

Perutku terasa kenyang, aku makan banyak sekali ikan gabus hari ini, setelah makan aku shalat zhuhur lalu tidur siang bersama ibuku, sore saat azan ashar aku bangun terus aku melaksanakan shalat ashar.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Cerita mini dengan judul “ Hobiku Memancing “ menginspirasi pembaca tentang hobi yang harus disalurkan. Ketika suatu hobi disalurkan dengan baik maka akan membawa mamfaat yang positif terhadap kepribadian dan jiwa kita seperti pikiran menjadi fresh, jiwa menjadi tenang dan ceria serta dapat membuat jiwa raga kita menjadi segar bugar, bahkan terkadang ada suatu hobi yang ditekuni serta disalurkan kearah yang positif serta dengan sungguh-sungguh ditekuni akan membuat kita menjadi sukses, seperti hobi menyanyi akan menjadi artis, hobi olahraga akan menjadi atlit dan lain sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HADIAH ULANG TAHUN

Karya : Syifa Urrahmi

 

Syifa,Syifa, pulang nak sudah sore shalat ashar dulu, ternyata suara ibuku yang memanggil, aku sedang asyik bermain bersama teman-teman disamping masjid.

Ya bu, aku segera pulang, teman-teman aku pulang dulu ya, sudah sore aku mau mau shalat ashar dulu.

Iya, jawab temanku.

Sampai di rumah aku mandi terlebih dahulu lalu shalat ashar bersama ibuku. Usai shalat ibu memasak makan malam untuk kami semua, dan aku membantu ibu mencuci piring. Sambil mencuci piring aku berbincang-bincang dengan ibuku.

Ibu, aku ingin sekali punya sepeda, nanti aku pergi kesekolah naik sepeda tidak usah ibu antar lagi. Ibuku hanya tersenyum. Jam menunjukan pukul 18.00, aku bersiap untuk pergi mengaji malam, lalu aku pamitan sama ibu.

Ibu,aku pergi mengaji dulu ya, Assalamu’alaikum,ucapku.

Wa’alaikumsalam,hati-hati ya,kata ibu.

Selesai mengaji jam 9.00 malam, aku langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah aku berteriak-teriak memanggil ibuku, aku melihat rumah gelap semua.

Ibu,,ibu,,ibu,, teriakku, aku takut sekali karena rumah menjadi gelap, dan aku langsung mendorong pintu untuk masuk.

Tidak lama kemudian lampu menyala, keluargaku berhamburan mengejutkan aku sambil mengucapkan selamat uang tahun.

Ternyata hari ini 1 September hari ulang tahunku, aku sendiri lupa bahwa hari ini ulang tahunku.

Ayo potong kuenya, kata ibu.

Ibu mengajakku ke ruang tamu, katanya untuk melihat sesuatu.

Nah, ini hadiah ulang tahun dari ibu nak !

Wow,,,aku terbelalak ternyata hadiahnya sepeda, aku sangat bahagia hari ini.

Terimaksih ibu, ibu sangat baik mau memberi hadiah sepeda untukku.

Sama-sama nak, semoga kamu panjang umur dan sehat, menjadi anak yang shaleh dan pintar,do’a ibuku,

Aku langsung memeluk ibuku, dan berkata aku sayang ibu lalu kami makan kue bersama.

Assalamua’laikum,suara dari luar, ayah ku pulang

Wa’alaikum salam, jawab aku dan ibu.

Ayo yang ulang tahun hari ini, ayah membawakan hadiah juga nih, kata ayahku.

Aku langsung mengambil hadiah yang diberikan ayah,

Terimakasih ayah,ayahku memang baik deh !, kataku.

Aku langsung membuka, dan hadiah dari ayah adalah satu pasang baju yang sangat cantik.

Sungguh malam ini merupakan hari ulang tahunku yang sangat terindah, aku bersyukur memiliki ayah dan ibu yang begitu menyayangiku, akhirnya aku bersama ayah dan ibuku tidur bersama, aku tidak pernah melupakan kenangan terindah hari ini.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Kajian inspiratif dari cerita mini diatas yaitu tentang rasa syukur atas nikmat yang sudah Allah berikan, kita harus bersyukur masih memiliki orang tua yang sayang kepada kita, memperhatikan kita, bagaimana menunjukan rasa syukur yaitu dengan rajin belajar, membantu orang tua, disiplin, rajin pergi mengaji. Bila selalu bersyukur maka Allah akan memberikan nikmat yang lebih lagi kepada kita.

ANEKA LOMBA MEMPERINGATI MAULID

 Karya : Neza Listia

 

Saya mengaji di TPA Al-Mujahadah di desa Batee Linteung, pergi mengaji saya selalu diantar oleh abang dengan sepeda motor,TPA saya bersebelahan dengan TK, sebelum tiba waktu mengaji saya main ayunan dahulu bersama teman-teman.

Azan magrib telah tiba, saya dan teman-teman naik keatas balai untuk shalat magrib berjama’ah, lalu kami membaca do’a bersama.

Tidak lama kemudian uztadzah datang, sebelum mengaji uztadzah memberi pengumuman bahwa dalam rangka memperingati di desa akan diadakan lomba untuk anak-anak tingkat sekolah dasar. Kami semua senang mendengarnya dan menanyakan kepada uztadzah kapan lomba akan diadakan. Maulid Nabi akan diadakan pada hari Sabtu, jadi kata uztadzah perlombaan akan dilaksanakan sebelum hari Maulid selama 4 malam mulai dari malam Senin sampai malam Kamis. Jenis perlombaan yang dilombakan adalah pidato, tahfidz, menggambar, dan cerdas cermat.

Tiba malam pertama perlombaan yaitu malam Senin, sebelum acara lomba saya dan teman-teman membacakan shalawat terlebih dahulu diatas panggung. Setelah itu peserta yang mengikuti lomba dipersilahkan oleh juri untuk mengambil nomor undian.

Aku sangat terkejut karena mendapatkan nomor undian pertama.

Uztadzah, aku takut mendapat nomor undian pertama, kataku pada uztadzah.

Tidak usah takut, tampil saja apa yang kamu bisa dan percaya diri, jawab uztadzah, tetapi hatiku tetap saja dag dig dug.

Setelah semua mengambil nomor undian, acara lomba segera dimulai. Nomor undian pertama, kata juri. Aku sedikit gugup namun aku tetap memberanikan diri dan melawan rasa takutku untuk berpidato, setelah selesai aku langsung turun dari atas panggung, dan dilanjutkan oleh teman-teman yang lain.

Malam selasa diadakan lagi lomba tahfidz, aku mengambil nomor undian lagi, kali ini aku mendapat nomor undian 2, Alhamdulillah aku tidak tampil pertama, tapi kali ini aku tidak gugup lagi karena sudah tampil waktu berpidato malam kemarin.

Malam Rabu lomba yang diadakan yaitu menggambar, aku juga ikut lomba menggambar, setelah semua peserta menggambar kami boleh pulang.

Malam Kamis adalah malam terakhir diadakan lomba yaitu lomba cerdas cermat, aku masuk dalam kelompok A bersama dengan  Nufus dan Faiz, setelah selesai perlombaan kami diperbolehkan pulang.

Malam Jum’at semua cabang lomba diumumkan, aku sudah tidak sabar untuk mendengar siapa yang menjadi juara. Alhamdulillah aku mendapat juara juga walaupun bukan juara pertama, tetapi aku bersyukur bisa mendapatkan juara 2 cabang tahfidz, dan juara ke tiga lomba menggambar.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

Kajian inspiratif dari cerita diatas adalah tentang kegigihan, percaya diri serta yakin berusaha untuk meraih keberhasilan. Manusia cerdas tidak akan tinggal diam untuk terus mengasah bakat dan kemampuan, akan terus belajar serta akan menguji kemampuannya lewat perlombaan-perlombaan.

 

 

 

 

MEMANCING BERSAMA AYAH

 Karya : Iqbal Ramadhan

 

Hampir setiap hari Minggu aku dan ayah pergi ke Lampulo untuk memancing, sebelum berangkat pagi-pagi aku menyiapkan perlengkapan memancing yaitu pancing, reel, senar, dan lainnya. Aku dan ayah pergi memancing dengan mengendarai sepeda motor.

Diperjalanan aku dan ayah bercerita-cerita tentang memancing, sebelum sampai ke Lampulo kami membeli umpan terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan, perjalanan 30 menit akhirnya kami sampai ke Lampulo.

Aku tidak sabaran untuk segera memancing, lalu aku dan ayah memasang umpan di kail dan langsung melempar kail ke laut. Tidak lama kemudian umpanku dimakan ikan dan secepatnya aku  menggulung reel, umpan ayahku juga sudah dimakan. Kami sangat senang karena tidak sia-sia kami memancing dihari ini, aku mendapatkan ikan 2 dan ayahku mendapat ikan 5.

Hari sudah siang aku dan ayah lekas pulang ke rumah, sampai di rumah kami memberikan ikan hasil pancingan hari ini untuk ibu.

Ibu,,ibu,, ini kami bawakan ikan, tolong dimasak ya bu, Kataku.

Ibu membersihkan ikan dan langsung memasaknya, setelah ikannya matang kami makan sekeluarga dengan lahapnya. Alhamdulillah hari Minggu ini kami sekeluarga dapat makan ikan segar hasil pancingan sendiri.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Kajian inspiratif dari cerita diatas yaitu tentang kegiatan kebersamaan yang menyenangkan dengan keluarga, kekompakan sangat penting dalam sebuah keluarga maka jagalah selalu kerukunan tersebut agar dalam keadaan suka maupun duka tetap saling menyanyangi dan ceria bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MAMA IS THE BEST

 Karya : Susilawati

Jam 6.00 pagi tepat mama selalu membangunkanku untuk shalat shubuh.

Nak,,nak, bangun nak, sudah waktu shubuh, suara itu yang setiap pagi aku dengar. Kata mama jika kita tidak shalat shubuh maka rezeki akan dijauhkan oleh Allah. Terkadang aku merasa malas untuk bangun karena masih sangat mengantuk, pernah suatu kali aku dipukul sama mama karena tidak mau bangun untuk shalat. Mama selalu berpesan padaku agar jangan pernah meninggalkan shalat, karena shalat tiang agama.

Selesai shalat aku belajar sebentar sambil menunggu waktu untuk mandi pagi, mama sibuk mempersiapkan sarapan pagi untuk kami semua. Selesai belajar aku pergi mandi, kemudian aku memakai seragam sekolah, setelah itu kami sekeluarga sarapan pagi.

Setiap hari pergi dan pulang sekolah aku selalu diantar dan dijemput oleh mama, jam 7.00 pagi aku diantar ke sekolah dan jam 1.00 siang aku dijemput kembali oleh mamaku yang baik.

Setelah mengantar aku ke sekolah mama balik ke rumah, di rumah mama setiap hari bekerja membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak, aku sangat sayang mama, aku tahu mama sangat kelelahan mengurus kami semua tetapi mamaku tidak pernah mengeluh. Aku berjanji akan menjadi anak yang rajin shalat dan rajin belajar agar setelah besar nanti aku dapat membahagiakan mamaku.

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

          Makna inspiratif dari kajian cerita mini yang berjudul” Mama Is The Best”  menjelaskan tentang ibu yang memberikan kasih sayang, mendidik, merawat, mengurus kita, memenuhi semua kebutuhan hidup. Ibu adalah yang terbaik dan segala-galanya bagi kita, karena ibulah kita bisa hadir di dunia ini. Ibu adalah sosok penyemangat hidup kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 RUKUN  ITU  INDAH

Karya : Alif Maulidi

 

 

Di sebuah desa yang bernama desa Suka Damai tinggal dua kelompok anak yang saling membenci dan bermusuhan, kelompok anak laki-laki dan kelompok anak perempuan, tapi mereka semua bersekolah di sekolah dan kelas yang sama di SDN Simpang Keramat. Kelompok anak laki-laki dipimpin oleh Aldi, dan kelompok anak perempuan dipimpin oleh Najwa.

Kelompok anak laki-laki sangat tidak suka dengan kelompok anak perempuan, mereka sering sekali mengejek dan mengganngu anak perempuan, apalagi ketika anak perempuan bermain boneka mereka sangat senang memperolok-olok. Kelompok anak perempuan membalas dengan mengatakan mereka anak bodoh dan bahkan mereka saling meludahi dan saling mengejek.

Suatu pagi mereka bertemu di jalanan, Aldi dan Najwa sama-sama naik sepeda, tiba-tiba Najwa jatuh dari sepeda.

Auww,aduh , sakit ! kata Najwa.

Hahahahaha, Aldi tertawa terbahak-bahak.

Aldi bukannya membantu malah dia mengejek Najwa lagi.

Rasain kamu Najwa,emang enak jatuh dari sepeda! begitu celutuk Aldi.

Najwa bermuka masam mencoba untuk bangun sendiri, dan melanjutkan pergi sekolah.

Sampai di sekolah Aldi masih tetap saja mengejek-ngejek Najwa, dan bercerita kepada kawan-kawannya sambil tertawa-tawa.

Bel masuk berbunyi, sebelum masuk kelas Bapak kepala sekolah meminta anak-anak semua berbaris dahulu di depan kantor guru karena ada pengumuman yang akan disampaikan. Kepala sekolah menyampaikan bahwa akan ada perlombaan kelas bersih, dan nanti kelas yang paling bersih dan rapi akan diberikan hadiah, anak-anak sangat senang mendengar pengumuman tersebut.

Keesokan harinya semua kelas sibuk merapikan dan menata ruang kelas masing-masing, begitu juga dengan kelas Aldi dan Najwa.

Pada saat bekerja membersihkan kelas Aldi dan Najwa tidak saling berbicara, tapi masing-masing kelompok tetap bekerja menata ruang kelas bersama ibu wali kelas.

Pengumuman tinggal 2 hari lagi, semua tidak sabar lagi ingin mendengar kelas mana yang akan menjadi juara. Sehari sebelum pengumuman Bapak kepala sekolah bersama dengan beberapa orang guru masuk kesetiap kelas untuk melakukan penilaian. Akhirnya hari h tiba juga, kepala sekolah mengumumkan kelas yang mendapat juara, ternyata kelas Aldi dan Najwa terpilih sebagai kelas terbersih.

Ketika mereka mendengar pengumuman bahwa mendapat juara I kelas terbersih,  tanpa sadar Aldi dan Najwa melompat kegirangan sambil berpegangan tangan, semua teman-teman sekelas bertepuk tangan ikut bahagia, sejak saat itu Aldi dan Najwa saling meminta maaf dan berjanji tidak akan bermusuhan lagi, mereka sangat bahagia karena hari itu mendapat dua kebahagiaan, yang pertama kelas mereka mendapat juara, dan yang kedua mereka menjadi rukun kembali antara kelompok anak laki-laki dan kelompok anak perempuan.

 

Kajian oleh : Sabariah,S.Ag  dan Nurhasyiah, S.Pd

Nilai inspiratif dari kajian yang penulis sajikan dari cerita mini diatas adalah jagalah selalu rasa persatuan dan kesatuan antar sesama, antar teman tidak boleh saling mnghina, tidak boleh mengejek dan menjelek-jelekan. Menghargai dan menghormati kunci terciptanya kerukunan.

CITA-CITAKU MENJADI PRAMUGARI

    Karya : Ryfa Rahmadanisa

 

Suatu hari saya ikut mengantar saudara yang akan pergi ke pulau Jawa, saudaraku ke Jawa naik pesawat melalui bandara Sultan Iskandar Muda ( SIM ) di Blang Bintang Aceh Besar. Samapi di bandara saya sempat melihat kegiatan orang-orang yang bekerja di bandara, sepertinya aktifitas di bandara sangat sibuk semua, ada yang mengangkut barang, ada yang memeriksa tiket pesawat, dan pekerjaan lainnya, sesekali saya mendengar suara di mikropon, petugas memberi tahu jadwal keberangkatan pesawat.

Sejenak mata saya terpukau ketika melihat sekelompok pramugari dan pramugara berjalan didepan saya, mereka sangat cantik-cantik. Dalam hati saya berpikir dan ingin menjadi pramugari setelah besar nanti. Dulu abang saya juga pernah ikut tes masuk pramugara, tetapi abang tidak lulus karena kata ibu tangan abang pernah patah karena kecelakaan, namun sekarang abang saya sudah bekerja di angkasa pura.

Dalam perjalanan pulang, saya bertanya kepada ibu.

Bu, tadi ibu ada lihat pramugari tidak, tanyaku,

Ada, jawab ibu, mengapa nak?

Bagaimana caranya ya bu agar dapat menjadi pramugari? tanyaku pada ibu. Besar nanti saya ingin jadi pramugari bu, nanti saya bisa pergi kemana saja dalam negeri bahkan luar negeri.

Jadi pramugari itu harus bertubuh tinggi, pintar dan harus pandai berbahasa inggris, tambah ibuku.

Ya bu, aku akan belajar dengan sungguh-sungguh, berdo’a serta berusaha, semoga saya nanti bisa menjadi pramugari agar bisa membahagiakan ibu.

 

 

Kajian oleh : Juwita,S.Pd  dan Syarifah, S.Pd

          Gantunglah cita-cita setinggi langit, dengan usaha dan tekun belajar pasti cita-cita akan tercapai, seperti dalam kajian dari cerita mini diatas penulis menginspirasi bahwa untuk mencapai cita-cita harus bersungguh-sungguh, berdo’a serta berusaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

SINOPSIS

Garis besar dalam buku antologi cerita mini yang para penulis sajikan terdiri dari beberapa jenis tema seperti  semangat juang, nasehat, kekaguman, rasa hormat, rasa syukur, kasih sayang, tolong menolong, dan lainnya.

Kegigihan, percaya diri serta yakin berusaha untuk meraih keberhasilan. Manusia cerdas tidak akan tinggal diam dan akan terus mengasah bakat dan kemampuan yang dimilikinya serta akan terus dikembangkan bakat tersebut untuk mencapai puncak kesuksesan yang kelak dapat bermamfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Lewat cerita mini para penulis dapat berbagi, walaupun  partisipasinya  tidak langsung menyentuh, setidaknya sedikit banyak kita telah ada rasa peduli terhadap karya sastra budaya negeri. Antologi cerita mini  yang disajikan suatu kebebasan berekspresi dan berkarya, penulis bebas mengabadikan pengalaman-pengalamannya yang diharapkan dapat menjadi motivasi untuk berkarya dan mengekspresikan budaya menulis sebagai khasanah dan ciri khas bangsa yang. Kami  percaya antologi cerita mini yang dibuat siswa-siswi, dan dikaji oleh guru pengkaji SDN Simpang Tiga ini masih jauh dari kesempurnaan, tapi setidaknya ada yang akan mengapresiasi dan memahami akan makna yang  disajikan. Para penulis dan pengkaji  berharap dari hal yang mungkin kurang berarti dapat  terjadi perubahan yang lebih baik untuk berliterasi di lingkungan kita, dan tentu dimulai dari diri kita sendiri dengan tiada kata takut untuk berkarya.

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
26
Views Today
Views Today
1
Previous articleCARA MENYIMPAN ARSIF TULISAN DALAM BENTUK BARKODE
Next articleAyah Pahlawanku Karya : Fahira Rahmadani Aulia ( SD Negeri Sihoum) Editor : Juwita
Nama :Juwita, S.Pd Tempat tanggal lahir :Aceh besar 15 Maret 1978 Tempat tugas :SDN 1 Indrapuri Hobi: membaca, menulis, dan bersih-bersih Berstatus kawin dan memiliki 1 putri dan 2 orang putra, Tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga,Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Mengecap pendidikan Min Paya Seunara Sabang, Lalu SMP 6 Kota Sabang,SMU di Banda Aceh, Lalu kuliah D-II di STKIP Getsempena. Melanjutkan S-1 FKIP Universitas Serambi Mekkah. Menjadi guru PNS April 2006,pertama mendapat SK di SDN Mureu Indrapuri, setahun kemudian di mutasi ke SDN 1 Indrapuri sampai sekarang,,, Pengalaman selama menjadi guru,,, pernah bersama DBE-2 sebagai fasilitator Sains, Fasilitator di HKI, Guru inti di gugus, dan memfasilitasi beberapa kegiatan di UPTD. Dalam mengembangkan kompetensi pernah mengikuti guru berprestasi tahun 2014, namun hanya mendapat juara 3 tingkat provinsi. Terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya untuk dapat bergabung di blog.igi yang is the best,,semoga kita selalu sharing and growing together. salam satu hati guruku di Indonesia, ditangan kita ujung tombak bangsa.

LEAVE A REPLY