ANTARA SEKOLAH KEKURANGAN RUANG BELAJAR dan KEKURANGAN SISWA

0
11

Pada berita  koran Banjarmasin Post, Rabu, 7 Novemver 2018 ,pada halaman 10, yang berjudul

Musola Pun Dijadikan Kelas “, yang memberitakan tentang  SDN Pasar Lama 3 Banjarmasin terpaksa memberlakukan jam masuk  anak sekolah shif siang  selama dua (2) tahun terakhir. Pola itu diterapkan karena jumlah kelas terlalu sedikit dan tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada. “ Mau tidak mau kita berlakukan masuk shif siang selain shif pagi karena kami selama dua tahun  terakhir kurang kelas. Ruang kelas bertingkat sejak 2016 silam kondisinya nyaris runtuhdan tak bisa dipakai. Saat ini belum ada rehab. Kalau survai dari dinas pendidikan sudah ada” kata Wakil Kepala Sekolah bidang sarana prasarana SDN Pasar Lama 3 Banjarmasin, Reza, Selasa (6/11).

Memperhatikan dengan seksama permasalahan di atas, maka ada kontradiksi dengan permasalahan yang dialami oleh sekolah jenjang SMP, sebagaimana diberitakan oleh koran ini beberapa waktu sebelumnya. Ketika itu,  masalah kekurangan siswa dirasakan oleh sekolah jenjang SMP negeri di Kota Banjarmasin. Menurut berita koran Banjarmasin Post, Kamis,  tanggal 19 Juli 2018, pada halaman 9, dengan judul yang bertulisan besar “ Guru Sekolah Swasta Bakal Dikurangi” , dengan beberapa subjudul yang terkait, yaitu “ Pendapatan Pun Jadi Berkurang “, “ Tak Boleh Tambah Rombel”, dan “ Berbagi Baju dan Sembako”. Menurut koran ini, dampak berkurangnya  siswa  dalam Peneriamaan Peserta Didik Baru (PPDB) tak hanya dialami sekolah negeri. Sekolah swasta pun mengalami nasib serupa.

Satu sisi, sekolah jenjang SD mengalami kekurangan kelas, sedangkan pada jenjang SMP mengalami masalah kekurangan siswa. Kekurangan kelas disebabkan oleh adanya ruang kelas yang ada tidak dapat dipakai lagi, karena kondisi kelas tersebut dalam keadaan rusak berat dan dikhawatirkan akan membahayakan siswa. Namun demikian, sekolah tersebut tetap menerima siswa baru, meski ruang kelasnya kurang. Akibatnya, terpaksa sekolah dilaksanakan dengan dua shif, ada yang masuk pagi dan ada pula yang masuk siang.

Kemudian, pada jenjang SMP bermasalah dengan kekurangan siswa, sehingga berdampak pada pengurangan jumlah guru dan masalah lainnya. Bagi sekolah negeri, dampak  kekurangan siswa berimbas pada pengurangan jumlah jam mengajar guru  dan dana  BOS yang diterima sekolah. Berkurangnya dana BOS dapat berdampak pula pada pengurangan honorer sekolah, baik guru maupun tenaga kependidikan lainnya. Sedangkan bagi sekolah swasta, akibat berkurannya jumlah siswa dapat menyebabkan sekolah tersebut tidak berkembang, atau bahkan tutup.

Kondisi yang kontradiktif  di atas merupakan salah satu fenomena yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan, khususnya di Kalimantan Selatan. Dunia pendidikan memang memiliki seribu satu macam problematikanya, baik masalah guru, tenaga kependidikan, siswa, kurikulum, sarana prasarana, bahkan sampai dengan masalah orangtua siswa dan masyarakat sekitar sekolah.

 

Views All Time
Views All Time
25
Views Today
Views Today
1
Previous articlePENDIDIKAN GRATIS yang (MASIH) PROBLEMATIS
Next articleMadrasah dan Tanggung Jawab Teknologi
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY