ANTARA TV dan HP

0
11

Kehadiran handphone dalam kehidupan keluarga sekarang ini, ternyata dapat menggusur peran dominasi media televisi sebagai sarana hiburan keluarga. Era keemasan televisi sebagai sarana utama hiburan keluarga mulai tergusur oleh adanya handphone cangggih yang mampu memberikan berbagai hiburan yang diinginkan, baik game, musik, bahkan film. Tergerusnya televisi sebagai hiburan utama dalam keluarga oleh handphone canggih yang nyaris dimiliki oleh setiap anggota keluarga memang menjadi fenomena diera digital ini.

Televisi telah lama menjadi bagian dalam kehidupan keluarga Indonesia, mulai dari televisi yang tayangannya hanya hitam putih sampai dengan berwarna dan canggih, mulai dari hanya ada satu stasiun televisi milik pemerintah hingga ribuan televisi swasta nasional dan lokal. Tayangan acara film India atau Hindustan pernah merajai tayangan televisi swasta nasional, sampai akhirnya sinetron bernuasa pencintaan dan romantika. Media televisi yang pernah mangharu biru pemirsanya, terutama kalangan ibu-ibu dan remaja putri.

Kini, tayangan televisi sudah mulai berkurang pemirsanya, kalaupun masih banyak pemirsanya berada di depan televisi, tetapi tidak serius memperhatikan tayangan acara televisi yang berlangsung. Penyebabnya, menurut penulis karena pemirsa memegang handphone canggih dan aktif menggunakannya dengan berbagai kegiatan, baik chatting, browsing, dan sebagainya. Handphone canggih yang dulunya masih tidak banyak dimiliki orang biasa karena harganya yang relatif mahal, sedangkan kini harganya sudah relatif murah dengan berbagai merek dan pilihan ragamnya.

Televisi dalam banyak hal memang lebih unggul dibandingkan handphone. Misalnya, tayangan televisi pada umumnya tidak berbayar atau gratis, pilihan program atau acaranya juga beragam, ada stasiun televisi swasta nasional yang tayang 24 jam, dan sebagainya. Sedangkan handphone canggih memiliki keunggulan, antara lain mudah dibawa kemana-mana, tidak memerlukan beban listrik yang banyak, dan bersifat pribadi. Adapun  kelemahannya  pada sisi biaya pulsa yang semakin mahal, bahkan sekarang untuk membeli kouta internet perlu menggunakan dokumen tertentu, seperti Kartu Keluarga atau KK dan sebagainya.

Pemirsa televisi kini kecewa berat lagi ketika program atau acara favoritnya tidak sempat ditontonnya secara langsung, karena pemirsa  nantinya dapat melihat tayangan ulangnya dengan melalui hanphone canggihnya dilain waktu melalui jaringan internet. Demikian pula, sekarang juga ada tayangan streming /langsung tayangan televisi yang dapat ditonton oleh pemirsa melalui handphone canggihnya dimanapun ia berada,  tanpa harus menonton televisi.

 

######

 

Views All Time
Views All Time
51
Views Today
Views Today
2
Previous articleCATATAN HASIL BIMTEK PENYUSUNAN SOAL DENGAN BmW (sesi IV.8)
Next articleCATATAN HASIL BIMTEK PENYUSUNAN SOAL DENGAN MODEL BmW (sesi IV.9)
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY