APLIKASI SILSILAH KELUARGA, MARGA, SISTEM KEKERABATAN

0
129

Bagi seseorang yang memiliki keluarga besar sering kali mengalami kesulitan untuk mengetahui nama dari masing-masing keluarga, nama-nama dari saudara sepupu, beserta menantu, sehingga sering kali terjadi kesalahpahaman, karena satu sama lain tidak mengetahui bahwa mereka sebenarnya masih saudara. Bahkan bisa terjadi perkawinan antar saudara atau sedarah, dikarenakan tidak saling mengenal. Kadang seseorang tidak mengetahui saudara sepupu karena orang tuanya tidak pernah mempertemukan dengan saudara-saudaranya sebagai akibat dari kesibukan dan tempat tinggalnya saling berjauhan. Tidak jarang seseorang tidak tahu ketika ditanya nama nenek dan kakeknya sendiri. Untuk mempertemukan dan mengumpulan jumlah saudara yang sangat banyak tentu tidak mudah, karena dipengaruhi banyak faktor, seperti, pekerjaan, tempat tinggal, status sosial, dan lain-lain. Permasalahan di atas juga sering dialami sistem kekerabatan, dan sistem marga yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Hal semacam itu juga mungkin dialami dalam sistem marga, dan sistem kekerabatan yang banyak terdapat di Indonesia.

Dalam hal ini penulis telah berhasil membuat sebuah aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk menginventarisir data keluarga secara rinci, seperti nama anak, cucu, buyut, dan seterusnya, nama manantu dan seterusnya, urutan dalam silsilah, jumlah keluarga dari msing-masing kelompok keluarga, tempat tinggal, tanggal lahir, serta nomor HP. Sehingga dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Dari aplikasi tersebut dapat diketahui jumlah seluruh keluarga besar baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Apabila masing-masing anggota keluarga memiliki aplikasi ini yang telah diisi dengan lengkap maka sangat membantu untuk mengenali saudara-saudaranya meski berjauhan dan tidak pernah bertemu.

Aplikasi tersebut disusun sedemikan rupa sehinga mudah dioperasikan oleh siapa saya yang telah dapat mengoperasikan komputer. Untuk mempermudah pengoperasian maka dibagi menjadi beberapa kelompok, antara lain :

  1. Bagian untuk mengimput data
  2. Bagian berfungsi sebagai database
  3. Bagian untuk pencarian
  4. Bagian keluarga berdasarkan kelompok, misalnya kelompok anak, kelompok cucu, kelompok buyut, kelompok canggah dan seterusnya.

Berikut adalah contoh data dari sebuah kelurga besar yang diimput, meski belum semuanya, namun dapat menunjukkan secara pasti, data masing-masing keluarga, anak, cucu, buyut, canggah, menantu, yang masih hidup, dan yang sudah meninggal. Semoga dengan aplikasi tersebut dapat memberikan jalan terang bagi seseorang yang kehilangan atau tidak mengenali famili atau saudara-saudara yang masih memiliki hubungan darah. Aplikasi Silsilah terdiri dari beberapa halaman,

  1. Halaman Imput Data :

Untuk mempermudah imput data maka pengguna harap membaca terlebih dulu  petunjuk pengisiannya. Setelah dienter maka semua data yang terdapat pada imput data akan masuk ke halaman buku Induk.

2. Buku Utama

Untuk mempermudah mengakses data silsilah maka pada halaman tersebut dilengkapi dengan tombol-tombol navigasi sehingga pengguna tidak perlu susah-susah mencari letak halaman yang dituju. Halaman tersebut berisi nama anak dari pemilik trah  (keturunan) beserta rincian keadaan dari masing-masing keluarga, sehingga dapat diketahui total anggota keluarga besar, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.

Contoh di adalah salah satu keluarga besar dari Martoprawiro yang telah memiliki keturunan mulai dari anak, cucu, buyut, canggah, hingga wareng.

Dari halaman tersebut diuraikan jumlah keluarga dari masing-masing anak Martoprawiro. Sehubungan masih banyak data keluarga yang belum masuk sehingga masih banyak yang yang memiliki nilai nol.

Dari contoh di atas menunjukkan bahwa keluarga Martoprawiro berdasarkan data yang telah masuk berjumlah 161 orang yang terdiri dari 13 anak, 26 cucu, 48 buyut, 27 canggah, 1 wareng, 3 menantu, 23 cucu menantu, 12 buyut menantu, dan 2 canggah menantu. Adapun yang telah meningal sebanyak 19 orang dan keluarga yang masih hidup sebanyak 142 orang.

Contoh di atas menunjukkan bahwa keluarga Pinaisah keseluruhan ada 87 orang, yang terdiri dari : 16 anak, 12 menantu, 23 cucu, 12 cucu menantu, 19 buyut, 2 buyut menantu,  1 canggah.

3. Halaman Buku Induk (Database)

Pada buku Induk berisi data lengkap dari masing-masing anggota keluarga, seperti tanggal lahir, tempat tinggal, nama profesi, suami / istri status dalam silsilah yang dinyatakan dengan kode silsilah, nama orang tua, maupun masih hidup atau sudah meninggal. Data tersebut berfungsi sebagai database untuk diuraikan pada halaman lain yang ada.

4. Halaman Buku Induk Pendamping

Buku induk pendamping berfungsi sebagai database untuk pencarian data, sesuai dengan kebutuhan. Buku induk pendamping terdiri dari beberapa kelompok, antara lain : Buku Induk 1, Buku Induk 2 Buku Induk 3, dan buku induk 4. Untuk mengisi data pada buku induk 1, 2, 3, 4 tinggal meng-copy dari buku Induk, meskipun isinya sama tetapi formatnya. Dalam aplikasi ini halaman buku induk digunakan untuk mencari data tentang keturunan canggah (silsilah tingkat 4). Buku Induk 1 digunakan untuk mencari data tentang keturuanan wareng (silsilah tingkat 5). Buku Induk 2 digunakan untuk mencari data tentang keturunan buyut (silsilah tingkat 3). Buku Induk 3 digunakan untuk mencari data tentang keturunan cucu (silsilah tingkat 2). Buku Induk 4 digunakan untuk pencarian data keluarga dari sanak (silsilah tingkat 1). Berikut salah satu contoh dari buku induk 1:

Meskipun nampak sama tetapi kolomnya sedikit berbeda, karena disesuaikan dengan kebutuhan.

Halaman Pencarian :

1. Halaman Pencarian Anak :

Pada halaman ini berfungsi untuk mencari data tentang anak  (silsilah ke-1), sehingga dapat diketahui jumlah anak, cucu, buyut dari keluarga tersebut.

Dari buku tersebut juga dapat diketahui jumlah menantu maupun cucu menantu, banyaknya keluarga yang telah meninggal maupun yang masih hidup. Gambar berikut merupakan pencarian keluarga dari anak ke-4, silsilah (lihat buku utama !). Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa anak ke-4 dari Martoprawiro yang bernama Pinaisah memiliki 16 anak, 23 cucu, 19 buyut, 1 canggah, 12 menantu, 12 cucu menantu, 2 buyut menantu. Sehingga jumlah keluarga secara keseluruhan ada 87 orang. Dari 16 anak telah meningal 5 orang dan 3 orang menantu.

2. Halaman Pencarian Cucu :

Halaman ini berfungsi untuk mencari data tentang cucu  (silsilah ke-2), sehinga dapat diketahui jumlah, anak dari cucu tersebut. Dari halaman tersebut juga dapat diketahui jumlah menantu maupun cucu menantu, banyaknya keluarga yang telah meninggal maupun yang masih hidup.

Contoh di atas menunjukkan data keluarga cucu pertama (lihat gambar :5) dari anak ke-4 yang bernama Siti Ngasiah. Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa Siti Ngasiah memiliki 9 anak, 13 cucu, 1 buyut, 7 menantu, 2 cucu menantu, dan jumlah keluarga keseluruhan sebanyak 34 orang. Sedangkan yang telah meninggal 2 orang anak.

3. Halaman Pencarian Buyut :

Halaman ini berfungsi untuk mencari data tentang buyut  (silsilah ke-3), sehingga dapat diketahui jumlah anak buyut tersebut. Dari halaman tersebut juga dapat diketahui jumlah menantu maupun cucu menantu, banyaknya keluarga yang telah meninggal maupun yang masih hidup.

4  Halaman Pencarian Canggah (silsilah ke-4) :

Buku ini berfungsi untuk mencari data tentang canggah  (silsilah ke-4), sehingga dapat diketahui jumlah anak / keluarga dari canggah tersebut. Dari halaman tersebut juga dapat diketahui jumlah menantu maupun cucu menantu, banyaknya keluarga yang telah meninggal maupun yang masih hidup.

Views All Time
Views All Time
200
Views Today
Views Today
1
Previous articleSetengah Windu
Next articlePERFORMATIVE, FUNCTIONAL, INFORMATIONAL, DAN EPISTEMIC ….
Lahir di Kebumen, Jawa Tengah. Pendidikan S1 IKIP Semarang. Kota singgah : Kebumen (1982-1985), Bogor (1981), Semarang (1986-191), Jakarta (1985, 1992), Lampung (1985) Bengkulu (1991), Makasar, Balikpapan, Tarakan, Bulungan (Kalimantan Timur 1991), Malang (2017), Yogyakarta (2018). Adventure : 1. Hutan lindung Bengkulu 1991, Sepeda motor pulang pergi : Purbalingga-Jakarta (2002), Purbalingga-Bandung (2012-2016), Purbalingga-Semarang (2012-2018), Mengelilingi Gunung Slamet melalui Pratin - Guci - Bumi Jawa- Bumi Ayu- Baturaden - Purbalinga - Pratin.(2017). Mengajar tahun 1985 di SD Kretek 1 Kebumen (1985), SMP Muhamadiyah Ayah, Kebumen (1986), SMP PGRI Sempor, Kebumen1993-1995), SMP N 2 Bukateja (1996-2014), SMK N1 Bukateja, Purbalingga ( 2014-sekarang).

LEAVE A REPLY