Awal cerita

0
12

Siang itu cukup panas. Setelah selesai membeli perlengkapan tulis menulis, temenku mengajak singgah di masjid di depan toko untuk menunaikan sholat dhuhur. Inilah takdir yang kemudian mempertemukanku dengan Annisa pertama kali. Tak kusadari, temanku tiba-tiba tersenyum riang ketika melihat sosok wanita sederhana di pojok masjid sembari berkata
“wah subhanallah, Allah itu benar-benar unik, begitu hebat kuasanya mempertemukan hambanya”.
Akupun termangu dan nyletuk “maksudnya?”
Dia tak menghiraukan pertanyaanku. “Mari kukenalkan dengan seseorang”. Dia menggandeng tanganku, berjalan mantap tersenyum gembira seolah mau bertemu dengan orang yang wah gitu. Tak kubantah sedikitpun ajakannya melangkahkan kaki menuju pojok masjid.
“Kak Annisa, Assalamu’alaikum” sapanya.
Wa’alaikumussalam, ukhti Annisa. Merekapun saling berjabat tangan dan saling merangkul.
” ukhti Inayah Habis shoping ya? ”
Dengan senyum lebar dia jawab, “Gak juga sih, lagi kanker Kak, jadi yaa cuci mata aja” kuperkenalkan dengan temanku.
Dengan semangat dia menjabat tanganku dan memperkenalkan dirinya ” Annisa”
Kusambut jabat tangan dan rangkulannya. Tubuhnya yang tinggi dan ramping membuatku agak canggung “Alifah” ku perkenalkan namaku.
Ukhti Inayahpun bilang ” nih kayaknya cocok, qodarullah pekan lalu kita baru ketemuan kan? ”
Banyak akhowat berlalu lalang bergantian menunaikan sholat dhuhur tak mengganggu kekraban kita bertiga.” Nih orang yang kurang stok pengajar dan yang yang satu korang stok murid” ucap ukhti Inayah
“Klop dech” Kak Annisa menimpali. Sosok wanita berpenampilan sederhana, tapi dibalik kesederhanaannya, tersimpan mutiara cahaya. Mutiara cahaya yang selalu ingin berdekapan dengan kalamNya. Mutiara itu selalu bergemuruh dan Do’a selalu dipinta agar suatu saat nanti Allah memberinya syurga dunia. Azam dunia bervisi akhirat.
“Aku ingin membangun syurga dunia, bisa joinan gak?” Ungkap Kak Annisa
“Emangnya aku bas-bas, salah alamat kali Kak” aku menimpali ungkapannya dengan agak merasa heran.
Terkadang peristiwa itu terkesan sepele di mata kita tapi Allah desain untuk sesuatu yang luar biasa. Tak disengaja aku bercerita ke ukhti Inayah kalau aku kewalahan dengan anak-anak yang belajar Al-Qur’an

Views All Time
Views All Time
19
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY