AYOOOK… JADIKAN PEMILU JUJUR PEMILU BERINTEGRITAS

0
30

Tepatnya tanggal 17 April 2019 bangsa Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi terbesar di seluruh tanah air secara serentak yakni pemilihan umum (pemilu). Pemilihan yang dibagi menjadi dua kategori Pemilihan Legislatif (pileg) dan Pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Tentunya pemilihan umum menjadi harapan bagi rakyat Indonesia untuk menuju suatu perubahan yang lebih baik terhadap kepemimpinan yang nantinya akan terpilih. Pemilihan kepemimpinan menjadi tolak ukur majunya suatu bangsa ataupun wilayah serta daerah menjadi momen yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rangkaian tahapanpun sudah dipersiapkan dan dilaksanakan untuk menyambut pesta demokrasi yang dilaksanakan lima tahun sekali. Tentunya hal ini tidak sedikit dana yang dibutuhkan dalam melaksanakan pesta demokrasi tersebut. Wajar jika harapan rakyat tertumpu pada pesta demokrasi yang nantinya pemimpin terpilih mampu membawa aspirasi rakyat kearah perubahan yang lebih baik bukan untuk kepentingan golongan ataupun partai pendukungnya.
Persiapan pesta demokrasi dengan matang melalui tahapan-tahapan sesuai prosedur yang ditetapkan diantaranya masa kampanye, Verifikasi partai politik, penetapan parpol peserta pemilu, pengajuan bakal caleg DPR, DPD, dan DPRD, pengajuan bakal calon presiden dan wapres, penetapan DCS DPR, DPD, dan DPRD, penetapan calon presiden dan wapres serta Daftar Calon Tetap (DCT), pelantikan DPRD kab/kota dan provinsi, pelantikan DPR dan DPD, pelantikan presiden dan wapres 2019 akan dilalui semua proses tersebut.
Tentunya tahapan-tahapan yang dilalui menjadi bagian dari proses demokrasi yang harus dilaksanakan. Namun dalam pelaksanaan terkadang proses tersebut juga tidak terlepas dari berbagai kecurangan dan penyimpangan baik dari tim sukses ataupun para pendukung salah satu kandidat yang bertarung. Untuk itu dibutuhkan kerjasama yang saling bersinergis untuk membangun demokrasi dengan penuh kejujuran sangat dibutuhkan, rakyat sebagai pemilih dan bawaslu sebagai pelaksana penyelenggara pemilu.
Untuk itu pemilu jujur menjadi cita-cita bersama dan menjadi bagian yang harus ditegakkan dalam demokrasi, terlebih lagi rakyat menjadi bagian dari lambung suara juga harus mengawasi jalannya proses pemilu, sementara bawaslu menjadi penegak keadilan pemilu. Mencapai pemilu yang jujur banyak hal yang harus dilakukan dalam masyarakat.

Mengapa pemilu jujur menjadi bagian penting dalam sebuah proses pesta demokrasi ?
Pemilihan seorang kepemimpinan dalam suatu negara atau wilayah maupun daerah ditentukan oleh pesta demokrasi. Proses pemilihan yang jujur tentunya menjadi harapan bagi setiap rakyat, namun dalam pelaksanaan yang terjadi adalah kecurangan-kecurangan yang menodai pesta demokrasi tersebut. Sehingga jalannya demokrasi tidak sesuai dengan apa yang di cita-citakan dan didambakan oleh rakyat sebagai pemilih. Sementara seorang pemimpin yang diimpikan dan dipilih benar-benar hasil dari jujurnya demokrasi yang berjalan. Pemilu jujur akan melahirkan pemimpin yang jujur, pemimpin yang sesuai dengan jalannya proses demokrasi sehingga apa yang sudah dicanangkan dalam program dan janji-janji yang sudah dikampanyekan dapat berjalan dengan baik.
Mungkinkah pemilu jujur bisa diterapkan ?
Pemilu jujur bisa diterapkan kepada semua lapisan masyarakat jika setiap masyarakat sadar dan diberikan pendidikan yang cerdas dalam berpolitik dan setiap calon pemimpin juga memiliki nilai-nilai intergritas yang mampu diterapkan dalam pertarungan demokrasi bukan hanya mengandalkan para tim sukses dan dukungan dari berbagai partai politik apalagi materi yang dimiliki.
Bagaimana pemilu jujur mampu dijalankan di pesta demokrasi?
Pemilu jujur mampu dijalankan jika setiap calon dan lapisan masyarakat baik sebagai pemilih maupun sebagai tim sukses serta pihak penyelenggara mampu menanamkan dalam diri masing-masing memiliki integritas. Integritas harus konsisten terhadap sesuatu yang sudah diketahui dan berani menerima konsekuensi terhadap apa yang sudah dipahami sehingga mampu menerapkannya. Adapun nilai-nilai integritas yang harus dimiliki oleh setiap rakyat dalam pemilu jujur pemilu berintegritas adalah : 1. Jujur adalah suatu perilaku yang sesuai dengan hati, perkataan dan perilaku. Seorang calon pemimpin harus memiliki sifat jujur seperti yang ditunjukkan oleh sahabat nabi Abu Bakar yang mendapatkan gelar sidiq (terpercaya) karena cerminan antara hari, perkataan dan perilakunya. HR. Bukhari “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa kesurga…”. Tentunya jika proses demokrasi berjalan dengan jujur, pemilih jujur dan bawaslu mampu menegakkan keadilan maka hasil dari proses demokrasi dan pemimpin yang terpilih benar-benar pemilu berintegritas. 2. Peduli, pemilu jujur dan berintegritas bisa terlaksana jika setiap warga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap jalannya demokrasi. Kepeduliaan menjadi sikap keberpihakan melibatkan diri dalam persoalan penting untuk suksesnya demokrasi yang diterapkan dalam pemilu. Seseorang yang memiliki kepedulian akan terpanggil hatinya untuk melakukan perubahan perbaikan pada lingkungan sekitarnya. 3. Mandiri, Pemilu jujur mampu terealisasi ketika sikap tidak bergantung pada orang lain dalam mempergunakan segala tenaga, pikiran,waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita tersebut dimiliki oleh setiap warga sehingga segala potensi dan profesionalisme dalam diri setiap warga mampu direalisasikan. 4. Disiplin, Pemilu jujur mampu dilaksanakan jika setiap warga patuh dan taat dalam aturan yang sudah dietapkan dalam peraturan pemilu. Kedisiplinan yang dilaksanakan meskipun suatu keterpaksaan awalnya akan menjadikan cerminan bagi terlaksananya proses demokrasi. 5. Tanggung jawab, pemilu jujur mampu terlaksana jika setiapa warga memiliki tanggungjawab yang tinggi terhadap sukses jalannya demokrasi. Baik sebagai pemilih maupun sebagai panitia dalam penyelenggaraan pemilu memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk bersama-sama menjaga pemilu jujur. Warga juga memastikan memberikan setiap haknya dalam pesta demokrasi tersebut. 6. Kerja keras, Pemilu jujur akan terlaksana dengan adanya saling bekerjasama antara pihak penyelenggara dengan masyarakat dengan berkerja keras untuk menanamkan pemilu jujur yang akan dilaksanakan. Tentunya calon dalam pesta demokrasi sudah melakukan usaha atau membangun karya nyata didalam masyarakat dengan kerja kerasnya agar ketika pesta demokrasi masyarakat sudah mengenalnya sehingga materi-materi (money politik) yang menjadi ujung tombak dalam kampanye mampu diminimalisir bahkan dihilangkan. 7. Sederhana, Hidup apa adanya menjadi nilai yang sederhana dalam membangun kehidupan apalagi dalam proses pemilu jujur sangat dibutuhkan penanaman nilai-nilai sederhana bagi setiap calon yang akan bertarung. 8. Berani, pemilu jujur juga membutuhkan sikap yang berani dari setiap warga untuk mampu menyuarakan dan melaporkan jika terdapat kecurang-kecurangan dilapangan teradap jalannya proses demokrasi. Sikap berani ini tentunya tidak serta merta hadir namun karena sudah ditanamkan dalam diri. Terakhir 9.Adil, pemilu jujur mampu menciptakan sistem yang adil bagi setiap proses demokrasi yang berjalan atau kecurangan yang terjadi mampu disikapi dengan rasa adil.
Pemilu jujur akan menjadi cerminan bangsa yang berintegritas dan bangsa yang berbudaya. Jadikan pemilu jujur sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia.

Views All Time
Views All Time
225
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY