Bagian 1. Satu Malam Menuju Pemilu 2019

0
9

 

Sore itu aku bersama keluarga memutuskan untuk melakukan pencoblosan di Kabupaten Balangan tepatnya di Desa Sungai Awang Kecamatan Lampihong, padahal sehari sebelumnya kami berencana untuk melakukan pencoblosan di Desa Ambungan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, karena sejak bulan Januari 2019  yang lalu statue kependudukan kami sudah mutasi dari Kabupaten Balangan ke Kabupaten Tanah Laut.

Setelah berkemas, saat itu setelah shalat magrib kami pun berangkat dari perumahan dinas MAN ICT Kalsel dengan semangat yang membara untuk mensukseskan pemilu 2019 dan demi satu suara yang berharga untuk kelangsungan bangsa dan negara ini.

Perjalanan pun berlanjut dengan semangat yang kuat padahal kalau dipikir, perjalanan yang memakan waktu lebih dari 5 jam kami rela berangkat ke sana, Kabupaten Balangan.

Memang kabupaten Balangan adalah Kabupaten yang pernah meninggalkan banyak kenangan bagi kami sekeluarga, karena sejak tahun 2003 kami tinggal di sana dan disitulah pertama kali penulis di tugaskan sebagai guru PNS.

Pada saat pendataan peserta pemilih, kami bertiga aku dan istriku serta putera pertama kami terdaftar sebagai pemilih tetap di Desa Sungai Awang Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan. Sehingga sangat disayangkan kalau tidak melakukan pencoblosan di sana.

Perjalanan pun terus berlanjut dan saat tiba di Sungkai tepatnya di sebuah mushalla kamipun berhenti untuk melakukan shalat Isya dan istirahat sejenak.

Setelah melakukan shalat Isya berjamaah dengan puteraku, aku mulai merabahkan badan sejenak sambil mengotak atik medsos dan maunya bisa memejamkan mata untuk menghilangkan ngantuk, akan tetapi tidak bisa karena berita di berbagai media sosial cukup menggoda sehingga tak terasa 30 menit di emperan mushalla tersebut.

Kemudian setelah istirahat dan mendinginkan mesin mobil, kami kembali melanjutkan perjalanan malam. Sesampainya di Kabupaten Tapin, tepatnya di Masjid Attakwa Rantau matapun kembali mengantuk dan akupun berhenti untuk istirahat, kali ini benar-benar tidur menikmati indahnya malam.

Belum lagi tuntas dengan mimpi indahku, anakku memanggil untuk melanjutkan perjalanan. Kamipun terus menelusuri jalanan yang saat itu hari mulai diguyur hujan sehingga mobil tidak bisa meluncur dengan kecepatan maksimal.

Tepat pukul 05.00 malam hari kami sudah berada diperbatasan Kabupaten Balangan, teringat masa-masa perjuangan selama bertugas di sana. Saat melewati tugu yang bertuliskan “BALANGAN” kamipun berhenti sejenak untuk memotret momen tersebut saat malam hari.

Alhamdulillah, sekitar pukul 05.30 kamipun tiba di Desa Sungai Awang Kecamatan Lampihong dan melewati rumah yang pernah kami diami dan sekarang sudah menjadi milik orang lain karena sudah dijual.

Kamipun naik ke rumah orangtua pertama kami saat tinggal di Sungai Awang. Mereka adalah bapak Abdullah dan Isterinya serta putera tunggalnya beserta isterinya, Marsai dan Puspa Ningsih.

Kerinduan kamipun sudah terobati karena dapat bertemu mereka, jasa mereka selama kami bertugas di Kabupaten Balangan ini tidak dapat kami bayar dengan apapun, kebaikan dan motivasi serta nasihat mereka menjadi sesuatu hal yang susah dilupakan.

Pagi harinya kamipun langsung berangkat untuk melakukan pencoblosan yang bertempat di Kantor Desa Sungai Awang.

 

Views All Time
Views All Time
22
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY