Bagian 103. Mengikuti Bimtek EDS : Hari Kedua Siang/ Refleksi

0
4

Seusai melaksanakan shalat Jumat, sekitar pukul 13.30 WIT, maka Bimbingan Teknis (Bimtek)  Evaluasi Diri Sekolah ( EDS ), pada Jumat, 2 Nopember 2018 di ballroom Hotel Royal Jelita Banjarmasin pada sesi siang dilanjutkan kembali. Kegiatan bimtek sesi siang ini diisi dengan penyampaian refleksi dari Bapak Nur Irwantoro, M.Pd, selaku narasumber dalam kegiatan bimtek ini yang dimulai sekitar pukul 13.45 WIT.

Dalam rangka refleksi kegiatan bimtek ini, Bapak Nur Irwantoro, M.Pd, memberikan sebuah ilustrasi tentang kondisi dan fakta masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, dengan kondisi masyarakat Indonesia yang ada di Papua. Mengapa narasumber  memberikan perbandingan dengan masyarakat Papua, karena  beliau pernah berkunjung dalam rangka menjadi narasumber dalam kegiatan yang sama di Papua.

Selanjutnya, beliau mengajak kepada guru Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Tanah Laut, agar dapat bersyukur, karena guru di Papua memiliki tantangan yang luar biasa dalam pengabdiannya sebagai guru. Banyak guru yang mengajar di Papua harus tinggal di sekolah dan meninggalkan keluarganya, karena kondisi alam Papua yang tidak memungkinkan guru pulang pergi ke sekolah setiap hari. Terhadap kondisi alam dengan segala keterbatasannya, maka ada  tepatlah kiranya jika guru yang paling disiplin di Indonesia itu adalah guru-guru di Papua, karena meraka selama 24 jam ada di lingkungan sekolah.

Kondisi ini sangat berbeda dengan guru di Tanah Laut, yang kondisi alam dan sarana prasarana sudah cukup baik, sehingga tidak terlalu susah payah pulang pergi ke sekolah. Meskipun ada sekolah yang relatif jauh dan medan jalan yang sulit, tetapi kondisinya tidak seberat apa yang dialami oleh rekan-rekan guru di Papua. Kondisi yang berbanding terbalik dengan kondisi alam, masyarakat, dan sarana prasarana yang ada di Papua. Lalu, mengapa masih mengeluh dan tidak bersyukur, jika dibandingkan dengan perjuangan berat rekan-rekan guru di Papau atau daerah tertinggal lainnya?

Guru –guru di Tanah Laut harus banyak bersyukur, dan selenjutnya melakukan pengabdian yang penuh semangat untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya di sekolah masing-masing. Kondisi di Tanah Laut tidak seberat atau tidak sedikitpun kondisi alamnya, masyarakat, dan sarana prasaran yang sebanding  dengan kondisi di Papua.

Dengan memberikan paparan  di atas, narasumber berharap agar guru Tanah Laut dapat bekerja dengan penuh semangat, memiliki dedikasi, dan bersyukur atas apa yang dihadapi sekarang ini. Masih banyak guru-guru di Papua dan daerah tertinggal, terpencil, dan perbatasan yang berjuang dengan sangat luar biasa demi mencerdasakan anak bangsa ini.

Bersyukur itu menjadi kunci dalam menghadapi segala kondisi dan permasalahan selama menjalankan tugas sebagai guru. Reflesi dari narasumber, Bapak Nur Irwantoro, M.Pd, berlangsung sekitar 30 menit, dan berakhir pada pukul 14.15 WIT, dan dilanjutkan dengan acara penutupan bimtek.

 

Views All Time
Views All Time
12
Views Today
Views Today
1
Previous articleBagian 102. Mengikuti Bimtek EDS : Hari Kedua Sesi Pagi
Next articleBagian 104. Mengikuti Bimtek EDS : Upacara Penutupan Bimtek EDS
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY