Bagian 107. Mengikuti RAKOR BOS 2019 : Hari Kedua Sesi Pagi

0
4

Moderator membuka kegiatan Rapat Kerja (RAKOR) Pengelolaan Dana BOS SD dan SMP Tahun 2018 di Hotel Tree Park Banjarmasi hari kedua  pada Kamis,  22 November 2018, sesi pagi pada  pukul 08.00 WIT dengan ucapan basmalah, dan selanjutnya memperkenalkan narasumber yang sudah hadir. Materi kegiatan pada hari kedua sesi pagi ini diisi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah, dengan narasumber Digen Yuana Saleh Ariansyah.

Dalam paparan awalnya, narasumber menyampaikan tentang perbedaan pajak pusat dan daerah; hubungan antara pengelolaan dana BOS dan perpajakan; tugas dan kewajiban bendaharawan dana BOS sekolah; pemahaman tentang pemotongan pajak (PPh); pamahaman tentang pemungutan pajak (PPn); pembelian ATK kena pajak; dan tentang pajak penghasilan atau honor bagi guru yang berstatus ASN.

Selanjutnya, narasumber memaparkan tentang materai asli dan palsu. Narasumber memberikan penekanan terhadap pemahaman bendaharawan dan BOS sekolah agar dapat mencermati secara teliti terhadap materai yang dibeli bukan dari Kantor Pos. Hal ini disebabkan telah ditemukannya peredaran materai palsu di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota besar lainnya. Bahkan, berdasarkan fakta sudah ada pihak atau oknum pemalsu materai sudah ada yang ditanggap oleh pihak yang berwenang. Berdasarkan informasi dari narasumber, bahwa sampai Maret 2018, negara rugi sekitar Rp 6 Milyar dengan adanya pemalsuan materai.

Narasumber berupaya memberikan pemahaman agar peserta dapat mengerti terhadap materai asli dan palsu dengan menayangkan powerpoin yang khusus tentang materai asli dan palsu. Ada banyak spesifikasi yang ada dalam materai asli yang patut dikenali dan dipahami oleh pengguna materai, khususnya para bendaharawan dana BOS yang selalu menggunakan materai untuk mendukung domumen dan bukti pertanggungjawaban dana BOS sekolah.

Dalam rangka memperjelas dan meningkatkan pemahaman peserta RAKOR, narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang terkait dengan materi yang sudah disampaikan. Ada banyak peserta yang menanggapi materi tentang pajak ini. Masalah perpajakan yang berkaitan dengan dana BOS ini memang merupakan masalah yang cukup banyak menjadi masalah dalam pengelolaan dana BOS.

Penyajian materi tentang perpajakan tersebut di atas berlangsung sampai pukul 09.45 WIT. Moderator memberikan beberapa tambahan dan keseimpulan dari materi tentang perpajakan yang terkait dengan pengelolaan  dana BOS.  Kemudian, moderator menutup kegiatan sesi pagi hari kedua dengan ucapan ‘hamdalah’.

 

 

 

Views All Time
Views All Time
10
Views Today
Views Today
1
Previous articleBagian 106. Mengikuti RAKOR BOS 2019 : Hari Pertama Sesi Malam
Next articleBagian 108. Mengikuti RAKOR BOS 2019 : Hari Kedua Sesi Siang
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY