Bagian 114. BERBAGI MENULIS BERSAMA IGI BARITO TIMUR,KALTENG. Makan Malam dan Berbagi Pengalaman Bersama Ketua IGI Bartim

0
7

Pada malam kedua, Senin, 1 Juli 2019,  penulis dan Ibu Diana Mulawarmaningsih  berada di Tamiyang Layang, Ibukota Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah mendapat undangan makan malam bersama dari Ibu Yuli Rinawati, Ketua IGI Kabupaten Barito Timur. Seusai melaksanakan Shalat Magrib di Masjid Besar Darul Ibadah, Kota Tamiyang Layang, kami bertiga segera ke hotel untuk menjemput Ibu  Diana Mulawarmaningsih untuk makan malam sebagaimana undangan dari Ketua IGI Kabupaten Barito Timur yang disampaikannya pada sore tadi sebelum selesai kegiatan  Workshop SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku) yang dilaksanakan oleh Pengurus IGI (Ikatan Guru Indonesia) di aula BKD Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.

Saat kemi berempat berada di dalam mobil penulis, datang Ibu Yuli Rinawati, Ketua IGI Kabupaten Barito Timur dengan bersepeda motor dan masih memakai baju seragam IGI. Kami kira nanti menunggu di warung makan tempat bertemu nantinya, tetapi beliau datang langsung ke hotel dan bergabung dengan kami berempat. Dengan demikian, di mobil penulis malam itu ada berlima, yaitu penulis sendiri, Ahmadiyanto, Ibu Diana Mulawarmaningsih,  Ibu Yuli Rinawati, dan ananda Muhammad Munawir Akbari. Ahmadiyanto berada di samping penulis, kedua ibu tersebut di bangku tengah, dan ananda  Muhammad Munawir Akbari berada di kursi paling belakang sendirian.

Ketika kami meninggalkan halaman hotel sekitar pukul 19.15 WIB, dan kemudian sampai di warung makan yang direkomendasikan oleh Ibu Yuli Rinawati sekitar pukul 19.30 WIB, karena cukup jauh dari hotel tempat kami menginap. Malam itu kami memasan makanan yang sesuai dengan selera masing-masing. Penulis sendiri memesan ikan gabus bakar dengan disertai lalapan dan sambal terasinya, sedangkan Ibu Diana Mulawarmaningsih dan Ibu Yuli Rinawati memesan nasi sop, Ahmadiyanto pesan ikan tongkol, dan ananda Muhammad Munawir Akbari pesan ayam goreng.

Seusai makan malam bersama Ketua IGI di Kabupaten Barito Timur, dilanjutkan dengan perbincangan hangat seputar perkembangan dan perjuangan IGI setempat. Ibu Yuli Rinawati bersama segenap jajaran pengurus berupaya dan berjuang untuk memajukan perkembangan IGI di daerah ini dengan melalui berbagai kegiatan yang langsung menyentuh pada peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru, seperti melalui Workshop SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku) dan SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog). Perjuangan yang luar biasa beratnya, karena sebagai organisasi profesi guru yang relatif baru dan tidak banyak dikenal oleh kalangan guru secara luas. Guru di daerah pada umumnya hanya mengetahui atau mengenal organisasi profesi guru yang lama berdiri selama ini.

Kami saling berbagi informasi dan pengalaman dalam memperkenalkan dan memajukan IGI di daerah masing-masing di tengah persaingan dan situasi politik lokal yang mewarnai perjalanan dan perjuangan organisasi profesi guru yang relatif baru, namun sangat berkomitmen membantu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru secara nyata, yaitu IGI (Ikatan Guru Indonesia). Penulis mendengarkan berbagai upaya nyata dan langsung bersentuhan dengan kepentingan guru di daerah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dari Ibu Yuli Rinawati, hingga kini dapat berdiri, eksis, dan berbuah manis di daerah ini setelah melawati berbagai halangan, tantangan, dan bahkan tekanan yang luar biasa.

Tentu setiap daerah mengalami kondisi yang nyaris sama atau mungkin berbeda dengan apa yang dialami oleh Pengurus IGI Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah ini. Namun demikian, perjuangan dan eksistensi Pengurus IGI di daerah tersebut patut dicontoh oleh daerah lainnya, karena dengan semangat kebersamaan dan soliditas diantara pengurusnya sangat baik, meski dengan jumlah personil sedikit dapat menggerakan kegiatan dan roda organisasi profesi guru dengan baik. Keberadaan dan eksistensi IGI di Kabupaten Barito Timur ini makin dikenal dan diperhitungkan oleh banyak pihak, terutama pemerintah daerah dan kalangan guru.

Sekitar pukul 20.30 WIB kami selesai makan dan perbincangan hangat dengan Ketua IGI Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Ibu Yuli Rinawati, dan selanjutnya kami beranjak untuk pulang ke hotel.  Sekitar 10 menit perjalanan dengan mobil, akhirnya kami sampai kembali ke hotel tempat menginap di Tamiyang Layang. Ibu Yuli Rainawati pulang ke rumahnya dengan sepeda motor, dan kami juga kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat guna mengumpulkan tenaga lagi untuk kegiatan besok harinya. Terima kasih Ibu Yuli Rinawati atas undangan makan malam dan berbagi pengalamannya. Semoga kita dapat bertemu dan berbagi lagi dalam kesempatan lain. Semoga.

 

Views All Time
Views All Time
9
Views Today
Views Today
1
Previous articleBagian 113. BERBAGI MENULIS BERSAMA IGI BARITO TIMUR,KALTENG. Kegiatan Workshop Hari I Sesi Siang
Next articleCerpen Kami Anak Sungai : Bagian 13. Lomba Berenang di Sungai Martapura
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY