Bagian 14. Buku PMS-Edisi Keluarga ke Tanjung-2018. HUJAN SEPENJANG PERJALANAN

0
13

Hari itu, Kamis, 28 Juni 2018, pukul 09.00 WIT, kami berangkat dari Kampung  Melayu, Martapura Timur, Banjar menuju Tanjung, Ibukota KabupatenTabalong, yang jaraknya sekitar 192 km.  Memang, sejak kemarin malam,. dan subuh tadi hujan terus mengguyur bumi, meski turun tidak terus menerus, namun hujan turun terkadang deras, sehingga hari itu terlihat mendung terus. Perjalanan tetap harus dilanjutkan, tanpa menunggu hujan reda.

Sesampai pada sebuah gerai ATM di daerah Matraman, Kabupaten Banjar, penulis mampir sebentar mau mengambil uang untuk mengisi BBM mobil dan biaya selama perjalanan, dan ketika mencoba memasukkan kartu ATM, ternyata kondisi mesin ATMnya sedang rusak, sehingga tidak dapat mengeluarkan uangnya. Penulis segera melanjutkan perjalanan, dan kemudian mencari SPBU yang berada di daerah Matraman tersebut. Setelah mengisi BBM secukupnya dengan uang yang tersisi, perjalanan pun terus dilanjutkan meski hujan masih belum reda, bahkan hujannya makin bertambah deras.

Keadaan jalan dalam kondisi hujan yang turun sepanjang malam dan hari ini membuat penulis harus menjalankan mobil dalam kecepatan yang pelan dan sedang, karena kondisi jalan yang licin dan beberapa titik banyak yang berlobang dan tertutup oleh genangan air hujan.  Selain itu, kondisi hujan yang terus mengguyur, maka sepanjang jalan alat penghapus air pada kaca mobil depan terus beroperasi hampir sepanjang jalan. Demikian pula, AC mobil terus dinyalakan untuk menghalau embun dari kaca mobil bagian depan.

Perjalanan kami sekeluarga  menuju kota Tanjung, Kabupaten Tabalong ini, dalam rangka memenuhi undangan resepsi perkawinan kawan di kota Tanjung. Sebelum ke rumah tempat resepsi perkawinan tersebut, penulis akan menjemput Ahmadiyanto di Paringin, Kabupaten Balangan, karena penulis tidak mengetahui persis dimana rumah tersebut berada.  Sebelum sampai ke kota tujuan ,yaitu Tanjung (ibukota Kabupaten Tabalong), ada beberapa kota yang akan dilalui, yaitu kota Rantau  (ibukota Kabupaten Tapin), Kandangan (ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan), Barabai (ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah), dan Paringin (ibukota Kabupaten Balangan).

Seluruh kota yang penulis lalui bersama keluarga sebelum sampai di Paringin, kondisinya dalam diguyur hujan, ada yang lebat dan apa pula yang hanya gerimis, sehingga tidak kurang ramai pengunjungnya.  Hujan yang mengguyur semalam dan bahkan sampai pagi ternyata relatif merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Kondisi hujan yang deras dan terus menerus sepanjang malam dan hari tersebut biasanya berpotensi menimbulkan banjir di beberapa daerah yang rawan banjir, seperti di daerah Kabupaten Tanah Bumbu beberapa hari yang lalu. Penulis berharap tidak terjadi banjr akibat hujan yang turun terus menerus sejak malam dan siang itu.

Setelah menempuh selama hampir 4 (empat) jam lebih, akhirnya penulis sekeluraga sampai di masjid Al Akbar Balangan sekitar pukul 12.40 WIT. Saat kami datang untuk melaksanakan shalat Dhuhur, ternyata pelaksanaan shalah Dhuhur di masjid terbesar se Kabupaten Balangan tersebut sudah selesai. Penulis dan keluarga shalat Dhuhur di masjid Al Akbar Paringin, Balangan. Sesaat selesai melaksanakan shalat tersebut, ada telpon dari Ahmadiyanto yang menanyakan penulis sudah sampai dimana,  dan penulis jawab sudah di masjid Al Akbar Paringin. Segera sesudah shalat, kami segera melanjutkan ke rumah Ahmadiyanto, yang berada di belakang pasar Paringin, sekitar 10 menit perjalanan dari masjid Al Akbar tersebut.

###bukuPMS###

 

Views All Time
Views All Time
37
Views Today
Views Today
1
Previous articleREGROUPING, PLUS-MINUS BAGI DUNIA PENDIDIKAN
Next articleBagian 15. Buku PMS-Edisi Keluarga ke Tanjung-2018.. SAMPAI DI RUMAH AHMADIYANTO, PARINGIN
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY