Bagian 15. Buku PMS-Edisi Keluarga ke Tanjung-2018.. SAMPAI DI RUMAH AHMADIYANTO, PARINGIN

0
23

Selesai melaksanakan shalat Dhuhur di masjid Al Akbar Paringin, segera penulis dan keluarga menuju mobil yang terparkir di bagian belakang masjid. Memasuki jalan menuju ke kota Paringin, kondisi jalannya masih dalam tahap perbaikan pada beberapa titik, sehingga laju mobil tidak dapat berjalan cepat, bahkan pada tempat tertentu dari jalan tersebut dibuat menjadi 2 (du) arah berlawanan, karena jalan di sebelahnya sedang diperbaiki. Kondisi ini seperti kurang lebih setahun yang ketika penulis ke kota ini, jalan dalam kota ini masih dalam proses perbaikan dan penataan.

Perjalanan dari masjid Al Akbar ke rumah Ahmadiyanto, yang jaraknya sekitar 4 km,  penulis tempuh hampir 15 menit, karena di tengah perjalanan ada sedikit halangan. Ada pihak kontraktor jalan yang sedang menguras air yang menggenang di jalan ke arah kota Paringin, akibatnya laju kendaraan yang menggunkan jalur jalan tersebut diatur bergantian melewati tempat tersebut. Sesampai di depan terminal Paringin, penulis menghentikan mobil dan menghubungi Ahmadiyanto, bahwa sudah sampai di dekat pasar Paringin dan mohon dijemput untuk menunjukkan arah jalan masuk kedaerah rumahnya. Tidak sempat selesai menelpon, ternyata dari arah sebuah warung keluar seorang ibu, dan ternyata yang bersangkutan tersebut isterinya Ahmadiyanto, dan mengatakan tunggu sebentar, nanti bersamanya ke rumah.

Alhamdulillah, saat penulis dan keluarga sampai di kota Paringin, ibukota Kabupaten Balangan ini, cuaca sudah baik, hujan sudah reda dan mulai bersinar matahari. Sementara isteri Ahmadiyanto menunggu pesanan di warung tersebut, tiba-tiba Ahmadiyanto  datang dan memandu penulis untuk menuju ke rumahnya yang terletak di belakang pasar Paringin, sekitar 1 km. Penulis mengikuti arah jalan yang ditunjukkan oleh Ahmadiyanto yang bersepeda motor, dan saat itu penulis masih ingin arah jalan yang menuju rumah Ahmadiyanto tersebut.

Tidak banyak perubahan jalan yang kulalui ketika masuk di kawasan rumah Ahmadiyanto seperti tahun lalu,  belum beraspal dan masih hamparan batu untuk pengerasan jalan tersebut. Tetapi,  saat mendekati jalan masuk  ke depan rumah Ahamdiyanto, kini jalannya sudah dicor dan lebih baik dari setahun yang lalu. Ada sedikit perubahan pada jalan di depan rumah, tetapi ada banyak perubahan pada rumah Ahmadiyanto dibandingkan setahun yang lalu. Kini, rumah tersebut sudah selesai penuh dan tampilannya semi modern, sebagaimana layaknya rumah masa kini yang dibangun oleh pengembang perubahan atau pihak lainnya.

Sesampai di depan rumah, Ahmadiyanto bersama Rayyan, anaknya yang kecil, menyambut kedatangan kami sekeluarga keluar dari mobil.  Selanjutnya, penulis dan keluarga masuk ke rumahnya yang baru tersebut. Memang dulu penulis pernah menginap di rumah ini,  waktu hanya penulis sendiri dan berjanji insyaallah akan datang kembali bersama keluarga. Kini, janji tersebut penulis wujudkan dengan datang bersama keluarga, seraya memenuhi undangan resepsi perkawinan di Tanjung, ibukota Kabupaten Tabalong, yang jaraknya sekitar 40 km, atau sekitar 30 menit lama perjalanan dengan mobil.

Sekitar pukul 14.45 WIT, setelah makan siang di rumah Ahmadiyanto ini, kemudian penulis sekeluarga bersama Ahmadiyanto berangkat ke Tanjung untuk menghadiri resepsi perkawinan kawan kami, baik penulis maupun Ahmadiyanto sendiri. Bahkan, Ahmadiyanto sudah menghadiri resepsi perkawinan tersebut bersama keluarga dan temannya sebelum penulis datang.

###bukuPMS###

Views All Time
Views All Time
39
Views Today
Views Today
1
Previous articleBagian 14. Buku PMS-Edisi Keluarga ke Tanjung-2018. HUJAN SEPENJANG PERJALANAN
Next articleBagian 1. Buku GZN : Menjadi Guru Yang Ikhlas
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY