Bagian 15. Buku ToR : Ramadhan dan Keajaiban Do’a

0
6

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan makna dan keberkahan apalagi bagi orang yang sedang berpuasa di bulan ini. Salah satu keberkahan bulan Ramadhan adalah segala do’a diijabah (dikabulkan) oleh Allah swt. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. yang artinya : “Tiga macam doa yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya adalah doa orang yang terzalimi, doa musafir (orang yang sedang berpergian), dan doa (keburukan) dari bapak kepada anaknya.” (H.R. At-Tirmidzi).

Dalam hadis lain Rasulullah saw menjelaskan bahwa diantara do’a yang cepat dikabulkan dan tidak ditolak antara lain do’anya orang yang sedang berpuasa, selain do’a orang yang terzalimi, do’a orang yang sedang musafir dan do’a ayah (orangtua) kepada anaknya.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Tiga doa yang tidak ditolak; doa orang tua terhadap anaknya; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir”. [Sunan Baihaqi, kitab Shalat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa’ 3/345. Dishahihkan oelh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 1797].

Begitu dahsyatnya do’a orang yang sedang berpuasa, sehingga apapun do’anya akan dikabulkan dan tidak ditolak sedikitpun. Karena orang yang sedang berpuasa adalah orang yang diberikan kemuliaan tersendiri disisi Allah swt. Sabda Nabi Muhammad saw. dalam hadis Qudsi : “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk,” (HR Bukhori).

Riwayat ini menunjukkan bahwa setiap amalan manusia adalah untuknya. Sedangkan amalan puasa, Allah khususkan untuk diri-Nya. Allah menyandarkan amalan tersebut untuk-Nya.  Tidak heran jika kemudian orang yang berpuasa mendapat kedudukan istimewa di hadapan Allah swt.

Mungkin ini yang mendasari bahwa do’a orang yang sedang berpuasa tidak ditolak oleh Allah swt., karena kedekatan dan tidak ada batas antara Allah sebagai al-khalik dengan manusia sebagai makhluk-Nya.

Ada juga yang merumuskan bahwa ketika orang yang mempunyai dosa akan hilang dengan memperbanyak do’a kepada Allah swt. Bagaimana caranya yaitu melalui menghilang hurus “S” pada kata Dosa, maka yang tertinggal hanyalah do’a (DOSA – S = Do’a).

Akhirnya semoga ramadhan tahun ini segala dosa kita akan diampuni oleh Allah swt, melalui banyak beribadah dan berdo’a kepada-Nya sehingga selepas Ramadhan kita akan terlahir menjadi manusia Fithroh (suci seperti bayi yang baru lahir). Aamiin.

15 Ramadhan 1440/20 Mei 2019

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY