Bagian 17. Buku ToR : Makna Di Balik Nuzulul Qur’an

0
5

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah swt. telah menurunkan kitab suci Al-Qur’an, yaitu pada tanggal 17 Ramadhan dan sering dikenal dengan istilah Nuzulul Qur’an.

Mengutip dari penjelasan Ustaz Tsalis Muttaqin, Lc., M.S.I, Ketua Prodi Ilmu Al Quran dan Tafsir IAIAN Surakarta, dalam program Tanya Ustaz, Al Quran turun tidak dalam satu kali waktu. Kitab suci Al Quran diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Setelah itu, Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW.

Al Quran pertama kali diturunkan Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun pada tanggal 17 Ramadhan tersebut dan dikenal dengan Nuzulul Quran. Pada tanggal tersebut kemudian diperingati oleh sebagian kaum muslim yang mengacu pada malam pertama kali turun wahyu Al Quran di gua hira.

Malaikat Jibril membawa wahyu pertama kali yakni Al Qur’an surat Al Alaq ayat 1-5 yang artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al Alaq: 1-5).

Melalui Al-Qur’an yang telah Allah turunkan kepada Umat Islam melalui Nabi Muhammad saw., maka orang yang menggunakannya haruslah memanfaatkannya dengan penuh keyakinan tanpa ada keraguan. Oleh karena itu, Allah SWT menegaskan, “Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang yang bertakwa.” (QS al-Baqarah: 2).

Dan ditegaskan pula bahwa segala hal prinsipil yang terkait dengan perjalanan manusia di muka bumi ini telah dijelaskan dalam kitab tersebut. “(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Mahatahu.” (QS Hud: 1).

Ketika Allah SWT menurunkan Alquran dengan ayat-ayat yang jelas dan terperinci, salah satu tujuannya memastikan agar manusia selama perjalanannya di dunia berbahagia dan sejahtera (QS Thaha: 2-3).

Allah SWT telah mengatur seluruh kehidupan manusia. Prinsip-prinsip yang diperlukan manusia dalam kehidupan ini telah disebutkan dalam Alquran; pokok-pokok akidah, tata cara beribadah, konsep-konsep perekonomian, perpolitikan, tatanan sosial, kerumahtanggaan, dan lain sebagainya. Aktivitas umat manusia bila dikelola sesuai dengan petunjuk Alquran, akan mendatangkan keberkahan dan kebaikan.

Lalu bagaiman peringatan Nuzulul Qur’an bagi bangsa Indonesia saat ini? Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, peringatan Nuzulul Quran memiliki makna yang berlipat ganda bagi bangsa Indonesia, tidak hanya makna keagamaan tetapi juga punya makna kebangsaan yang besar.

“Tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi juga mengamalkan persatuan bangsa sebagai bagian dari iman kita,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peringatan Nuzulul Quran 1440H/2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/2019) malam.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa melalui Peringatan Nuzulul Quran ini bangsa Indonesia diminta menggali banyak inspirasi, inspirasi untuk meneguhkan persatuan bangsa, inspirasi untuk menahan ego kelompok, ego golongan, dan memperkuat semangat kebangsaan kita.

Juga beliau menambahkan melalui Peringatan Nuzulul Quran, semua ingin meneguhkan komitmen untuk menjalankan tugas kita sebagai manusia. Bahwa tugas manusia di muka bumi adalah untuk menciptakan kebaikan dan tidak membuat kerusakan.

Semoga dengan menjalani tuntunan Alquran dan kenabian Rasulullah, dan dengan mengambil inspirasi dari para pendahulu bangsa, insyaallah Indonesia akan terus bersatu, terus rukun, dan terus damai.

“Indonesia menjadi lebih baik, lebih adil, dan lebih makmur dan lebih sejahtera. Dan Indonesia akan menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”. 

17 Ramadhan 1440/22 Mei 2019

Views All Time
Views All Time
30
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY