Bagian 9. Buku PMS-Edisi Palangkaraya. MENIKMATI MALAM MINGGU DI KOTA ‘CANTIK’ PALANGKARAYA

0
7
Bersama anak keponakan kami, Icha, menikmati suasana malam minggu di Kota 'Cantik' Palangkaraya

Selepas kegiatan pelatihan penulis yang diselenggarakan oleh IGI Kalimantan Tengah, sekitar pukul 18.30 WIB, penulis bergagas pamit dengan panitia dan peserta yang masih berada di aula LPMP Kalimantan Tengah untuk segera kembali ke rumah Saufi.  Sebelumnya, melalui pesan WA penulis rencananya pulang ke rumah Saufi tempat kami menginap sekitar pukul 17.00 WIB, karena ada rencana mau jalan-jalan di seputar kota Palangkaraya sore itu. Namun, apa hendak dikata rencana tersebut tidak terlaksana,  karena kegiatan  pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh IGI Kalimantan Tengah ini terpaksa diundur akibat pemadaman listrik sekitar 2 jam lebih.

Sesampai di rumah Saufi sudah hampir azan Magrib, dan rupanya mereka yang di rumah sudah siap berangkat untuk jalan-jalan sore itu, maka akhirnya kami putuskan jalan-jalannya setelah shalat Magrib. Seusai shalat Magrib kami berangkat menggunakan mobil Saufi, yaitu aku, isteriku, dan anak penulis Maulidina Rizkia, sedangkan Saufi bersama isteri dan anaknya Icha yang masih balita. Tujuan jalan-jalan malam mingguan ini ke pusat kota, sekitar bundaran besar Palangkaraya. Hujan gerimis malam minggu itu tidak menyurutkan niat kami berangkat, karena untuk mengganti rencana jalan-jalan sore yang tidak jadi alias gagal.

Kota Palangkaraya malam itu cukup ramai, meskipun sejak sore dan malam itu hujan mengguyur kota CANTIK ini. Keramaian dan konsentarasi masyarakat kota Palangkaraya malam itu banyak berada di pusat pertokoan dan hiburan yang berada di gedung-gedung. Tujuan kami juga demikian, yaitu mengunjungi pusat pertokoan yang terkenal di kota Palangkaraya. Selama perjalanan dari rumah ke tempat tujuan hujan gerimis masih turun. Menjelang masuk tempat tujuan, ternyata cukup lama menunggu antrean parkir yang panjang. Ada sekitar 30 menit kami harus menunggu tempat parkir kosong, sehingga dapat memarkir mobil kami.

Sementara menunggu antrian parkir, aku merekam video perilaku  Icha dengan handphone. Icha adalah anaknya Saufi yang duduk dengan isteriku di bangku belakang. Icha terlihat riang dan senang dibawa jalan-jalan pakai mobil. Anaknya memang sangat lincah, lucu, dan menggemaskan. Umurnya belum mencapai 2 tahun, belum dapat bicara, tetapi Icha senang mengoceh yang tidak jelas artinya sehingga membuat orang gemas.  Sejak kami datang dan menginap di rumah Saufi, Icha menjadi pusat perhatian kami sekeluarga, terutama isteri dan anakku. Awalnya memang susah diajak bercanda dan bermain, tetapi setelah cukup lama bertemu, Icha sangat akrab dan senang bermain dengan kami.

Akhirnya, mobil kami dapat masuk areal parkir pertokoan dan mendapat tempat parkir, setelah sekitar 30 menit menunggu antrean. Aku menggendong Icha masuk dan jalan-jalan di pusat pertokoan yang cukup terkenal di kota Palangkaraya ini. Terlihat Icha sangat senang ketika aku membawanya masuk ke pusat pertokoan tersebut, ia goyang-goyang dan teriak-teriak dengan senangnya. Ada sekitar 1 jam lebih kami berada di pusat pertokoan, dan setelah makan malam di area yang khusus menjaul makanan, kami pun bersiap-siap untuk kembali ke rumah. Waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB. Saat kami berangkat pulang cuaca sudah cukup baik, hujan sudah reda. Keramaian kota masih berlangsung, tetapi kami harus kembali untuk istirahat memulihkan tenaga guna persiapan besok untuk kembali ke Pelaihari, Kalimantan Selatan.

 

###bukuPMS###

Views All Time
Views All Time
60
Views Today
Views Today
1
Previous articleBagian 16. Buku ToR : Ramadhan dan Bagarakan Sahur
Next articleAKU DAN KERASNYA PENDIDIK KU
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY