Bagimana Mengemas Event Tahunan LKS?

0
24

Bagimana Mengemas Event Tahunan LKS?

Edy Siswanto

Karena ada pertanyaan, secara prinsip program kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) harus didukung semua pihak dalam hal ini sekolah. Termasuk MGMP. Harus itu. MGMP akan hadir apabila dijawil. Ada surat undangan. Tak mungkin kalau hadir tanpa surat tugas dari Kepala Sekolah (KS) karena meninggalkan tugas mesti ada ijin KS.

Ada informasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tahun 2019. Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif(TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Dari jumlah 19 sekolah yang ada Kompetensi Keahlian TKRO hanya diikuti 13 sekolah. Itu bukan hal yang mengherankan. Memang seperti itu. Apa pasal? Biasanya malah sekitar 11an. Tak pernah lebih dari itu. Hendaknya, idealnya semua sekolah bisa partisipasi. Bagaimana agar bisa didukung partisipasi semua sekolah? Ini bukan masalah takut kalah atau tidak. Saya kira bukan itu masalahnya.

Banyak masukan. Dari dulu memang LKS otomotif perlu banyak dibenahi. Wajar dan biasa dalam semua kegiatan perlu ada peningkatan dan perbaikan dari tahun ke tahun. Tidak mudah mengkoordinir banyaknya peserta secara fair. Apalagi semua ingin juara misalnya.

Dari bagimana kepanitiaan, panitia pelaksana, materi uji, tempat, aturan, tata tertib, alat dan bahan uji praktik. Temu teknis dan familiarisasi alat dan tempat. Sampai ke tim penilai atau dewan yuri. Hendaknya bebas dari kepentingan dan intrik. Alias “netral”.

Antara netral dan tidak netral adalah topik yang sering jadi alasan dan perlu duduk bersama. Ini biasanya menjadi kewenangan penunjukan langsung MKKS kepada panitia pelaksana sekolah yang bersangkutan.

Sebagai sebuah kegiatan rutinitas tiap tahun. LKS sudah hal biasa dilakukan. Untuk mencari bibit-bibit unggul dievent selanjutnya. Untuk siap tampil lebih besar lagi seperti tingkat Provinsi dan Nasional.

Diakui sejak dari dulu LKS ditangani Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sebagai steering comitte (SC) dengan SMK yang ditunjuk sebagai official comitte (OC) atau panitia pelaksana.

Karena yang bisa mengumpulkan dana dari sekolah harus atas ijin dari MKKS. Lalu MGMP dimana? bagaimana bentuk peran dan dukungan MGMP? Masih wilayah abu-abu-belum jelas kalau tidak bisa disebut dari dulu tak pernah dilibatkan. Bukan masalah mendukung atau sebaliknya. Kenyataan memang seperti itu. Tidak tahu kalau Kompetensi Keahlian lain. Semoga saja tidak.

Memang belum ada kesepakatan bersama bagaimana memformat kepanitiaan bersama event LKS oleh MKKS. Dengan melibatkan pihak ketiga misalnya. Hemat penulis pihak ketiga bisa dilibatkan dalam hal ini MGMP. Baik sebagai semacam pengawas atau peninjau. Bisa menampung dan menindaklanjuti apabila terjadi keluhan peserta. Maupun bisa gabungan dengan MKKS sebagai SC. Yang bisa ikut mewarnai, memberi masukan dan mengawal LKS. Mesti disepakati. Namun sebaiknya bisa sebagai pengawas dan atau semacam tim peninjau atau pemantau independen.

Tak hanya pihak ketiga sebagai DU/DI. Atau dewan yuri saja. Karena disini diperlukan pihak pelaksana yang bisa dianggap “netral”. Bagaimana pembagian kewenangan dan proporsi tanggung jawab masing-masing dibahas duduk bersama dan disepakati.

Sebagai organisasi yang mempunyai AD/ART dan program kerja MGMP. Didalamnya juga menyiapkan program event LKS. Namun belum bisa optimal tanpa peran serta dan dukungan organisasi penaung MKKS. Disamping juga banyaknya kesibukan dan aktivitas anggota. Belum bisa fokus kesana. Sebatas konsolidasi, penyamaan, penyiapan, pembelajaran maupun sistem penilian USBN dan UKK.

Kecuali ada agenda bantuan pusat mengharuskan itu. Seperti pelaksanaan Pengembagan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Yang tahun ini berubah menjadi Pengembangan Kompetensi Pembelajaran (PKP).

Disini diperlukan sinergis antara keduanya baik MGMP dan MKKS untuk mensinkronkan kegiatan dan program yang kebetulan sama.

Yang terjadi seringkali kegiatan dianggap cukup oleh panitia pelaksana setelah ditunjuk oleh MKKS. Sehingga sering kali MGMP “ditinggal tidak dijawil”. Mudah-mudahan tidak seperti itu. Hanya karena faktor mis saja. Disini bingung karena tidak diajak rembugan. Hal ini sudah pernah penulis sampaikan dua tahun lalu seiring MGMP Kabupaten marak terbentuk. Bagiamana dan seperti apa MGMP bisa ikut mengawal dalam pelaksanaan LKS. Namun belum ada kesepakatan. Pengawalan dan tanggung jawab yang seperti apa.

Karena pelaksanaan rutinitas sudah bisa berjalan tak ada masalah. MGMP sebagai organisasi resmi. Pertanyaan teknis sering muncul. Panitia pelaksana ataukah MKKS yang mengundang MGMP? Ini harus jelas. Belum terjawab.

Diakui apabila diperlukan dilibatkan tiap event, MGMP akan siap dan terima kasih sekali. Bagaimana bentuk tanggung jawab MGMP? MGMP tak punya kewenangan memerintah sekolah untuk mengirimkan delegasi, memaksannya, apalagi memberi sanksi. Tanpa kapling tugas yang jelas.

Seperti halnya saat rapat dan temu MGMP rutin bulanan juga tak pernah genap. Banyak faktor adanya sekolah yang belum bisa ikut LKS. Namun yag dari dulu sudah penulis sampaikan. Ada mis persepsi yang harus disamakan. Seharusnya setiap event LKS melibatkan MGMP terkait. Sebagai pihak ketiga yang independen. Sudahkah panitia pelaksana mengundangnya? Tentu akan siap hadir merembug LKS sebagai bentuk dukungan oleh MGMP.

Sukses selalu LKS 2019. Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Kabupaten Kendal..terpilih juara bibit unggul dan kompeten..untuk wakili Kendal..josss..

Views All Time
Views All Time
19
Views Today
Views Today
1
Previous articlePondok Pesantren Al Anwar, Tinggal Kenangan
Next articleKETIKA LHS HANYA COCOK UNTUK SEKOLAH DI KOTA
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin IKIP Veteran Semarang (sekarang Universitas Ivet Semarang), tahun 2000. Lulus cumlaud Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2019, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Beberapa rulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id. Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY