Bantuan 8-15 Milyar untuk SMK di Jateng

0
446

Bantuan 8-15 Milyar untuk SMK di Jateng

Edy Siswanto

Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia No 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. Dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM). Mengamanatkan “segera” tak bisa ditunda lagi. Mengambil langkah revitalisasi SMK. Peningkatkan kualitas lulusan SMK dan keterserapan lulusan memenuhi industri terus diupayakan. Diperlukan penyelarasan kurikulum SMK dengan kebutuhan industri pada Kompetensi Keahlian SMK.

Dr. Hariwul sebagai Kabid PSMK Disdikbud Propinsi Jawa Tengah. Menyampaikan harapan kegiatan workshop ini menghasilkan output sebagai pedoman teknis Standar Operasional Prosedur (SOP). Dihadiri jumlah peserta 140 Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dari sembilan Cabang Dinas seluruh Jawa Tengah.

Workshop ini diharapkan dapat menyusun SOP SMK penyelarasan kurikulum industri. Sesuai kebutuhan industri dalam upaya percepatan pelaksanaan kurikulum 2013. Perkembangan teknologi berkembang pesat. Guru sebagai ujung tombak di kelas mempersiapkan siswa mempunyai keunggulan kompetitif. Kemampuan teknologi yang adaptif. Dapat mengoperasikan alat modern dengan baik.

Tantangan SMK kedepan diakui semakin berat. Tergantung mindset seorang guru dalam memandang peluang, tantangan dan hambatan. “Apakah mitos atau fakta”. Jika ada pertanyaan benarkah SMK sebagai penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia. Anggap sebagai “mitos” untuk semangat melecut dan memacu diri. Lanjut Hariwul dengan joke-jokenya penuh semangat.

Disisi lain lulusan SMK dituntut mampu bersaing dengan tenaga kerja luar negeri. Jangan sampai menjadi penonton dirumah sendiri.

Bertempat di Hotel Candy Indah. Jalan Dr. Wahidin 112 Candisari-Semarang. Tanggal 19-21 Agustus 2019. Dikemas dalam Workshop Penyelerasan Kurikulum SMK dengan Industri. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan penyusunan SOP implementasi kurikulum hasil penyelarasan dengan industri pada sembilan bidang kompetensi keahlian SMK. Hasil yang diharapkan terimplementasikannya kurikulum hasil penyelarasan pada sembilan bidang keahlian yang ada di SMK.

Kadinas Jumeri dalam sambutannya saat membuka acara. Ciri SMK bermutu, jumlah guru produktif 50% dari jumlah guru. Jumlah bengkel 50% dari jumlah rombel. Dari 5000 SMK diseluruh Indonesia. Secara bertahap mulai dari jumlah 676 SMK di Indonesia tahun 2019 akan direvitalisasi. Mendapat gelontoran dana 8-15 milyar. Terdiri 235 SMK negeri dan 441 SMK swasta. Dari jumlah 1600 SMK di Jawa Tengah hampir 50% nya akan mendapat dana segar revitalisasi. Diharap semua SMK mempunyai keunggulan lokal tersendiri dalam kompetensi keahlian paripurna yang diandalkan.

Survei Bursa Kerja Khusus (BKK) Jateng dalam BPS tahun 2018. Sejumlah 60 % lulusan SMK yang terserap di industri. Selebihnya 19 % melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT). 25 % wirausaha dan tahap masa menunggu panggilan.

Jargon SMK “bisa” sebenarnya bentuk pesimisme lulusan. Yang benar adalah SMK “bisa apa”? Bagaimana masa depan lulusan SMK? suram tidaknya ada ditangan Kepala Sekolah selaku pengelola dan guru di kelas sebagai ujung tombak. Bagaimana bisa menjawab tantangan SMK.

Ada dua tantangan besar masa depan SMK. Pertama, ekonomi disrupsi (disruptic economic). Manual pekerjaan akan hilang digantikan sistem otomatisasi sekitar 35%. Muncul tuntutan globalisasi pekerjaan yang sebelumnya tidak ada menjadi ada sebesar 42%. Pekerjaan yang menuntut kolaborasi semua bidang keahlian 14%.

Kedua, revolusi industri 4.0 (fourth industri 4.0). Mengubah mindset guru sebagai pengelola sekolah. Dengan ciri core skill akan hilang di tahun 2025. Mengubah cara bekerja dan orientasi kerja generasi muda. Siswa SD akan kerja pada lapangan yang belum ada sekarang. Tantangan akan bekerja tanpa batas sekat negara termasuk serbuan tenaga kerja asing.

Narasumber lain. Sutimin dari ATMI menyampaikan bahwa budaya industri disekolah lekat diterapkan dengan tefa (teaching factory). Teaching factory adalah sebuah kegiatan pembelajaran di sekolah dengan mengadopsi sistem dan kerjasama industri. Seting orientasi produk, sebagai pendidikan dan latihan (diklat) berbasis produksi. Siswa belajar kualitas dengan hasil efektif, fokus dan spesifik lebih dalam dan tajam. Menghasilkan sesuatu. Bisa barang maupun produk. Ciri utama tefa menghasilkan sebuah produktifitas dengan proses yang efisien, efektif. Ada muatan pembelajaran kreatif, flexible, optimal, dan ekonomis (cost saving). Self finance growth dan enterpreuner.

Ciri industri di sekolah adalah layanan tidak terputus selalu menyambung (suistainable). Hasil produksi bisa berupa barang maupun jasa, sikap, pemahaman dan pendapat. Lanjut Sutimin yang sudah 35 tahun bekerja membesarkan sekolah berbasis industri di ATMI dan SMK Mikhael Solo.

Salah satu peserta Waluyo dari SMK Negeri 2 Sukoharjo merasa senang mengikuti workshop harapan bisa menerapkan kelas industri dan tefa. Budaya industri disekolah, perencanaan, proses dan penilaian berbasis industri. Dan bisa menerapkan SOP penyelarasan kurikulum sekolah dengan industri sesuai standar yang ditetapkan.

Views All Time
Views All Time
15
Views Today
Views Today
1
Previous articleGuru dan Cara Menghipnotis Siswa Untuk Belajar
Next articleCATATAN KEGIATAN DARING BERSAMA PESERTA BIMTEK KTI BARTIM: Kegiatan 1 Kegiatan Bimbingan Online Malam Pertama. Bagian 1 oleh Jumakir, S.Pd.,MM
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin IKIP Veteran Semarang (sekarang Universitas Ivet Semarang), tahun 2000. Lulus cumlaud Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2019, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Beberapa rulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id. Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY