BEDA PENDAPAT dan PENDAPATAN

0
11

Membaca berita koran Banjarmasin Post, Rabu, tanggal 13 Februari 2019, di halaman  9 dengan judul “ Kepsek Persoalkan Nilai Tunjangan “, dan subjudul beritanya “ Kepala Tenaga Administrasi Lebih Besar “.  Dalam berita koran ini disebutkan, peluang penyetaraan tunjangan tambahan penghasilan para Kepala Tenaga Administrasi Sekolah (KTAS) sesuai dengan jabatannya sebagai Eselon IV B makin besar setelah mendapat lampu hijau dari Bekeuda dan BKD Provinsi Kalsel. Jika dietujui oleh Gubernur Kalsel, maka para Kepala Tenaga Administrasi Sekolah SMA, SMK dan SLB di Kalsel akan menerima tunjangan tambahan penghasilan sebesar Rp4,5 per bulan. Jumlah tersebut lebih besar daripada tunjangan tambahan panghasilan yang diterima Kepala Sekolah di SMA, SMK dan SLB di Kalsel yaitu Rp 2,5 juta per bulan.

Kesejahteraan menjadi masalah pokok bagi semua orang, tidak terkecuali bagi ASN yang bertugas di sekolah selama ini, baik kepala sekolah, guru, maupun tenaga administasi sekolah. Pendapatan dari tunjangan tambahan penghasilan yang diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota atau provinsi sangat variatif, tergantung dengan kemampuan keuangan daerah masing-masing.

Bagi daerah yang memiliki kemampuan keuangan yang besar, maka tentunya akan memberikan tunjangan tambahan penghasilan yang relatif besar pula kepada ASN di daerah tersebut. Demikian pula sebaliknya, ASN di daerah yang kemampuan keuangan daerahnya kecil, maka akan memberikan tambahan penghasilan yang relatif kecil  pula kepada ASN di daerah tersebut, atau bahkan tidak ada samasekali.

Persoalan yang mungkin timbul dari adanya pemberian tunjangan tambahan penghasilan bagi ASN tersebut, adalah adanya tingkat kesenjangan yang jauh antar golongan atau eselon sebagaimana diberitakan oleh koran Banjarmasin Post di atas. Kepala sekolah selaku pimpinan di sekolahnya akan mendapatkan tunjangan tambahan penghasilan yang di bawah dari Kepala Tenaga Administrasi Sekolah (KTAS), yang merupakan ‘anak buah’ atau bawahannya kepala sekolah di sekolahnya.

Pemerintah memang berkewajiban memperhatikan dan memberikan penghasilan yang layak bagi ASN  sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian pula sebaliknya, ASN wajib melaksanakan tugas dan fungsi sebagai abdi negara dan abdi masyarakat dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan loyalitas.  Beda pendapatan atau penghasilan mungkin saja terjadi dalam sistem penggajian dan tunjangan penghasilan lainnya sesuai dengan pangkat, golongan, dan tugas atau jabatan yang dibebankan kepada ASN tersebut.

Beda pendapat itu biasa, namun jika ada beda pendapatan yang tidak semestinya, maka akan dapat terjadi ‘kecemburuan’ atau bahkan kekecewaaan. Masa,  pendapatan kepala sekolah lebih kecil daripada pendapatan bawahannya di sekolah. Begitulah kondisi nyata dalam kehidupan, khususnya dalam lingkungan sekolah yang berkaitan dengan beda pendapatan atau penghasilan yang diberikan oleh pemerintah. Kewajaran dalam pemberian penghasilan sebagaimana dipersoalkan oleh kepala sekolah di atas, memang patut dipertimbangkan sesuai dengan tugas dan fungsi yang ada di sekolah, sehingga tidak berpotensi menimbulkan masalah di sekolah. Semoga.

Views All Time
Views All Time
41
Views Today
Views Today
1
Previous articleGERAKAN LITERASI DI SDN BANDA SAFA
Next articleANTARA PROFESINALISME dan PERLINDUNGAN GURU
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY