BEDAH KARYA PUISI DAN CERPEN

0
14
Pertemuan KPLS Inhil momentum Buka Puasa Bersama

Komunitas Penggiat Literasi dan Seni Indragiri Hilir (KPLS Inhil) melakukan pertemuan dalam rangka “Bedah Karya” para penulis dari pengurus komunitas.

Pertemuan luar biasa yang dihadiri lebih kurang 15 orang dari berbagai latar dan profesi untuk membedah karya berupa cerpen dan puisi. Mulai dari siswa, mahasiswa, guru, dosen, maupun konsultan. Adapun dipertemuan pertama ini membedah karya @Muhammad Furqon berupa puisi “Anak Tiri Ibu” puisi yang mengandung pesan adanya perbedaan perlakuan pribumi dan non pribumi terhadap tanah negeri sendiri, keserakahan, korupsi yang merajalela, keresahan dari seorang anak manusia terhadap negeri yang terus tergerus oleh kepentingan. Puisi ini mengangkat bagaimana nasib anak pribumi bagai anak tiri dari rahim sendiri. Pengolahan diksi yang baik dan adanya penegasan yang diselipkan pada tanda penghubung. Meskipun saat dibedah oleh pematik dan peserta terdapat beberapa kekurangan untuk disempurnakan. Usia penukis 18 tahun namun sudah pandai meracik setiap kata penuh makna.

Sementara karya satu lagi berupa Cerpen karya Redovan Jamil berjudul “Masih Adakah Tuhan dirumah ini?”. Cerpen yang mengangkat latar budaya suku Banjar. Dengan pemeran Banu dan Anelis seorang gadis Banjar. Tema yang syarat dengan nilai budaya dan edukasi mengajarkan bagaimana seorang laki-laki yang sudah terucap janji mampu menunaikannya. Cerita penuh dengan kisah romansa anak manusia yang awalnya terhalang karena jujuran namun akhirnya Banu mampu menunaikan keinginan Ayah Anelis akan sesuatu yang diminta. Sayangnya Anelis menghilang tanpa ada berita. Hingga Banu pun menggugat Tuhan bahwa ada ketidak adilan terhadap apa yang ia perjuangkan dan pertaruhkan. Dari sinilah muncul masukan dari beberapa peserta terhadap judul dan naskah yang terkesan kurang nyambung. Perlu kembali memikirkan sesuatu yang frontal terkait latar budaya yang diangkat harus lebih kuat lagi.

Bedah karya yang dimoderatori anak muda @wahyu dan pematik seorang dosen muda dan alumni SGI mas @hendrolisa.

Kegiatan bedah karya ini akhirnya mengajak berpikir teman-teman penggiat literasi untuk terus berbuat dan berkarya. Ini langkah awal dan program awal dari sebuah gerakan literasi KPLS Inhil.

Budaya ini akan terus dikembangkan dan dibudayakan agar setiap penggiat literasi harus mampu belajar awalnya dan akhirnya berkarya.

KPLS Inhil ini juga akan terus mensinergiskan dengan Kegiatan literasi dai berbagai Organisasi/komunitas IGI Inhil, FLP Inhil, Dompet Dhuafa agar kedepan mampu berkarya. Adapun target yang akan diperoleh dari bedah karya salah satu diantaranya adalah berhasilnya teman-teman menghasilkan buku antologi dari puisi dan cerpen yang dibedah.

“Sekecil apapun peran yang diambil akan memiliki dampak, tidak hari ini namun bisa jadi puluhan tahun ke depan bagi generasi-generasi masa depan”.

Ayok kita turun tangan bersama membenahi apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini.

Salut dan bangga anak-anak muda yang penuh kepeduliaan dan punya potensi besar untuk melakukan perubahan.

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY