Beladiri, perkuat anak negeri

0
126

BELADIRI, PERKUAT ANAK NEGERI

Milasari,S.Kom
SMP Negeri 1 Astambul
Kab Banjar Kal-Sel

        Tanggal 23 Juli sesuai dengan Keppres Nomor 44 tahun 1984, seluruh anak Indonesia memperingati Hari Anak Nasional. Kita sebagai orang tua berharap kecerian akan selalu menghiasi wajah mereka sampai mereka dewasa kelak. Kita juga menggantungkan nasib masa depan bangsa ini di tangan mereka, banyak program pemerintah yang sudah dilaksanakan untuk kepentingan anak-anak Indonesia, salah satunya pendidikan gratis. Pergaulan dan keamanan mereka yang terus diperhatikan pemerintah. Ironisnya di Indonesia masih banyak terjadi kekerasan terhadap anak. Di zaman sekarang semakin sering terjadinya kekerasan, penculikan dan kejahatan lain yang membuat kita sebagai orang tua dibayangi rasa takut, kalau anak berada diluar rumah, tidak ada pengawasan dari kita, takut bahaya akan mengancam mereka. Terutama bagi anak perempuan yang dianggap lebih mudah jadi sasaran kejahatan, karena perempuan dianggap lemah dan tidak punya kekuatan.

        Beberapa kasus kekerasan terhadap anak yang sedang marak di negara ini antara lain adalah kasus pedofilia yaitu gangguan seksual yang berupa nafsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah umur 14 tahun, menurut  Interpol dan Federal Bureau Investigasi (FBI) Amerika Serikat Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia. Kasus berikutnya adalah Bullying merupakan tindakan mengintimidasi dan memaksa seseorang atau kelompok yang lemah oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, dengan maksud mengerjai akan tetapi dapat membahayakan mental, fisik, trauma bahkan menyebabkan kematian. Menurut Data Komisi Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan tren kasus seksual dan Bullying terhadap anak terutama anak perempuan dan anak berkebutuhan khusus meningkat di Indonesia setiap tahunnya. Masih banyak kasus kekerasan pada anak yang terjadi di negara ini. Bahaya tersebut akan terus mengintai gerak gerik mereka apabila tidak ada penanganan serius dari pemerintah.

Berharap penanganan dari pemerintah bukan solusi utama kita sebagai orang tua dan pendidik. Mengapa kita sebagai orang tua tidak membekali sejak dini anak anak kita dengan beladiri? Tapi pasti timbul dibenak kita, bagaimana caranya? dimana tempatnya? berapa biayanya? Disinilah peran serta pihak sekolah, mencarikan solusi untuk masalah ini, agar para orang tua tidak bingung lagi mencari tempat latihan beladiri, karena sekolah sebagai tempat atau rumah kedua bagi siswa. Salah satu wadah pembinaan beladiri di sekolah adalah kegiatan ekstrakurikuler beladiri, mengapa harus beladiri karena beladiri merupakan salah satu tameng atau perlindungan saat anak mengalami bahaya dan mampu melindungi dirinya. Anak yang memiliki kemampuan beladiri memiliki jiwa pemberani saat mereka mendapat ancaman atau bahaya yang sewaktu waktu datang dan juga saat mereka berada di lingkunga yang mereka tinggali bahkan lingkungan baru bagi mereka, berbeda dengan anak yang tidak memiliki kemampuan beladiri mereka akan merasa was-was saat berada di lingkungan baru. Apalagi mereka tinggal di sebuah lingkungan yang memang dikatakan memerlukan kewaspadaan yang tinggi terutama daerah perkotaan yang masyarakatnya sudah membudaya pergaulan bebas dan kenalakan remaja lainnya, tetapi tidak menutup kemungkinan budaya tersebut juga ada di daerah pedesaan.

Program ini sebaiknya didukung oleh dinas terkait dan didasari dengan adanya visi misi dan tujuan yang ada pada kurikulum sekolah, kegiatan ekstrakurikuler beladiri juga dapat dijadikan kegiatan unggulan sekolah untuk menarik siswa baru, agar orang tua siswa terlibat dan mengetahui maksud dan tujuan diadakan ekstrakurikuler tersebut sebaiknya pihak sekolah dan unsur komite duduk bersama agar kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh karena tidak semua orang tua akan setuju anak mereka melakukan kegiatan ini disebabkan kegiatannya berhubungan langsung dengan fisik anak-anak mereka.

Kini sudah banyak beladiri yang ada di setiap daerah di Indonesia dan bahkan atlit-atlitnya terbaik sudah menyumbangkan medali bagi bangsa ini, contoh beberapa beladiri yang bisa dijadikan alternatif dan cukup aman untuk dijadikan ekstrakurikuler terutama untuk anak yang berumur mulai dari 6 tahun misalnya karate, taekwondo, kempo dan ada lagi pencak silat yang merupakan beladiri warisan nenek moyang kita yang harus tetap kita jaga dan lestarikan, karena merupakan ciri khas bangsa Indonesia.

Kita sebagai orang tua dan pendidik harus mendukung dan memberi motivasi pada anak untuk latihan beladiri, karena kita sebagai orang tua tidak bisa 24 jam melindungi anak kita. Syukur-syukur kalau mereka bisa berprestasi di bidang beladiri, akan sangat membanggakan orang tua dan bahkan pihak sekolah, apabila anak mereka mampu tambil dikejuaran beladiri, apabila sekarang sudah banyak kejuaraan daerah yang dapat mendukung bakat dan minta anak kita. Prestasi dalam sebuah kejuaraan selain dapat piagam atau medali, bahkan dapat menghasilkan uang selain itu juga piagamnya bisa digunakan untuk nilai plus masuk sekolah, mendapat beasiswa di sekolah, bahkan melamar pekerjaan, karena ada beberapa pekerjaan yang memang diperlukan sertifikat beladiri.

Semoga hal ini menjadi perhatian kita semua sebagai orang tua dan pendidik serta yang paling penting menjadi perhatian pihak yang terkait, karena bagaimana pun kendala yang dihadapi, selain sarana dan prasarana sekolah, sumber daya manusia sebagai pelatih juga harus  dimiliki oleh setiap daerah, syukur-syukur daerah tersebut mempunyai banyak atlit beladiri dari berbagai cabang olahraga sehingga ada berbagai macam ekstrakurikuler beladiri yang berbeda pada setiap sekolah, dengan adanya gerakan ekstrakurikuler beladiri di sekolah kita semoga siswa-siswi kita kedepannya menjadi penerus bangsa yang memiliki mental pantang menyerah, sportif, rasa percaya diri yang tinggi, dan berani membela kebenaran. Selamat hari anak nasional.

 

 

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
323
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY