BELAJAR PEDULI

0
8

“Kindness is when you always care about others, because a happy life is about giving more than you take…”

Minggu pagi…
Minggu adalah hari bahagia bagi seluruh anggota keluarga (saya) dan mungkin keluarga-keluarga Indonesia lainnya. Hari minggu menjadi hari bagi orang tua untuk menunjukan kepedulian dan kasih sayangnya kepada anak-anak dengan mengajak mereka berjalan-jalan, memasakkan makan kesukaan anak-anak dan bentuk-bentuk kepedulian lainnya. Anak-anak pun menunjukan kepedulian dan kasih sayangnya dengan membantu orang tua atau bagi anak-anak yang telah dewasa dan tidak tinggal bersama orang tua lagi, maka dihari minggu mereka menunjukan kepeduliannya dan kasih sayangnya dengan mengunjungi orang tua.

Minggu pagi, saat saya membuka pintu rumah, saya tertegun sejenak melihat tanaman di halaman… Saya membayangkan seandainya mereka bisa berbicara mungkin mereka juga akan mengungkapkan rasa bahagianya menyambut kedatangan hari minggu, mungkin mereka akan menuntut hak-nya juga untuk diperhatikan meski hanya sekali dalam seminggu. Betapa pagi itu saya melihat rumput liar sudah mulai banyak dihalaman dan tanaman perlu disegarkan kembali…

Hal ini membuat saya berpikir, dalam keseharian kita seringkali menunjukan kepedulian kepada apa-apa yang kita anggap penting bagi diri kita. Dalam interaksi kita sehari-hari kita pun seringkali hanya peduli terhadap apa-apa yang kita anggap penting atau bisa memberi manfaat pada kita. Padahal cara berfikir seperti ini mestinya dibalik, kita seharusnya berfikir bahwa kita adalah pribadi yang penting dan dapat memberi manfaat… Dengan begitu kita akan peduli terhadap semua makhluk disekeliling kita…

Kita sering kali hanya peduli terhadap orang-orang yang kita anggap dapat memberi manfaat bagi kita. Padahal dengan demikian secara tidak langsung kita telah memposisikan diri kita diposisi bawah, diposisi penerima manfaat. Kita pun sering menganggap tumbuhan dan hewanlah yang memerlukan kita, padahal sesungguhnya secara keseluruhan kita adalah kesatupaduan, manusia, tumbuhan,hewan juga lingkungan. Hubungan kita merupakan hubungan mutualisme, kita memerlukan tumbuhan dan hewan, begitu pun mereka…

Saya jadi teringat sebuah paragraf yang pernah saya baca. “Empati memang tidak boleh dipraktekan secara selektif dan memilih-milih. Kita tidak bisa hanya mau berempati pada orang yang kita anggap penting, misalnya pelanggan besar yang sedang kita hadapi, sementara kita melecehkan tukang parkir yang mengucapkan selamat pagi kepada kita.”

Belajar peduli…

Views All Time
Views All Time
49
Views Today
Views Today
2

LEAVE A REPLY