BELENGGU ADAT

0
19

BELENGGU ADAT
(Cinta terhalang budaya)

Kisah bersemi pada waktu yang menjunjung pesona,
Tatkala mata tengah beradu dengan paras yang mengurai elok,
Elegan melilit lekak-lekuk raga.

Pikiran menumbuh cinta,
Mata menghasut hati,
Menempatkan rasa dalam tiap fase lakon.

Perihal ini menodong hati,
Tuk mengurai kasih,
Bersemi menyemaraki rongga sukma.

Jalinan kisah bertaut menelan waktu,
Mengembang hingga menjalar menemui ruang yang menuai kontroversi.

Asmara bersemi,
Mekar berseri,
Buyar seketika ditelan adat,
Termakan budaya.
Hingga rasa mengerut bak putri malu.

Kasmaran yang melilit rima-rima rasa,
Membeludak hingga mencekram terlanjur,
Iya, telah terlanjur,
Terlanjur karena kasmaran.

Kini adat memotong kasih yang berkoar mahligai,
Budaya yang lapuk, menumbuh tunas-tunas belenggu adat,
Kasih yang terjalin terhempas bencana tradisi.

Pertanyaan-pertanyaan retoris mengitari membran otak,
Meneguhkan hati, menemu puas.

Mengapa ada pertemuan?
Mengapa asmara melarut?
Mengapa tak bisa disatukan?

Hati merontah,
Melawan tradisi yang adalah tolak ukur riwayat cinta manusia.

Benak mengimbangi hati,
Budaya lebih dulu ada,
Mendahului hati yang menimbun cinta dan rindu.

Kasmaran terpaksa pupus,
Hilang dari permukaan rasa,
Rasa pasrah mengimbangi budaya,
Hilang rupa, hilang suara,
Cinta telah terbelenggu adat.

Sebastianus Nara Lewar
(Staf Guru SMKN 1 Larantuka)

Views All Time
Views All Time
40
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY