BENARKAH PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DIPANDANG SEBELAH MATA?

0
391


Banyak yang menganggap remeh kehadiran guru Penjaskes di sekolah, padahal guru Penjaskes memiliki peranan yang cukup signifikan dalam kelancaran proses belajar-mengajar di sekolah. Maka dari itu, jika kamu memang punya passion dalam mengajar, dan menyenangi bidang Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, tidak ada salahnya untuk mendalami program studi PJKR ini. Apalagi jadi guru Penjaskes nggak kalah hebat dan menarik dengan guru lainnya.
Lulusan PJKR akan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). banyak yang salah kaprah akan prospek lulusan PJKR. Mayoritas akan mengira lulusan PJKR akan menjadi guru olahraga, padahal cakupan PJKR lebih luas daripada sekedar olahraga. Lulusan program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi juga bisa menjadi instruktur olahraga, pelatih pribadi, pelatih atlet, dan bahkan pengusaha yang membangun pusat kebugaran sendiri.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan akan bersuara siapa sebenarnya Pendidikan Jasmani Olaharaga dan Kesehatan tersebut. PJOK adalah singkatan yang tren pada saat ini, sejak munculnya kurikulum baru yang selalu bergerak dengan revisi dan perbaikan sejak di berlakukannya kurikulum tersebut hingga sekarang. Sebelumnya PJOK disebut juga pada kurikulum KTSP Penjasorkes. Berfikir positif saja dengan perubahan-perubahan kurikulum tersebut, hal ini terjadi karena pendidikan kita harus mengikuti perkembangan zaman yakni bahasa populer zaman now.
Pertanyaan singkat apa itu Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi yang dibentuk menjadi guru PJOK?
Program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi peneliti dan pengajar pendidikan jasmani. Hal-hal yang dipelajari di prodi PJKR ermacam-macam, diantaranya adalah pendidikan jasmani untuk memberikan pendidikan terkait kegiatan jasmani dengan melatih siswa dari aspek fisik, psikomotor, kognitif, afektif dan sosial secara bersamaan; kesehatan dan pembelajaran terkait gizi, fisiologi, anatomi, serta keamanan dan keselamatan; dan juga rekreasi di mana siswa diajarkan berbagai permainan dan kegiatan lapangan yang tujuannya untuk beristirahat dari kejenuhan rutinitas.

Selanjutnya, kita bahas secara jelas tentang pendidikan jasmani itu seperti apa dan bagaimana mendapatkan pendidikan PJOK itu bagi seorang Tenaga Pendidik. Silahkan dibaca dan dipahami melalui penjelasan di bawah ini :
1. Menurut Sukintaka (2000:2), pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan total yang mencoba mencapai tujuan mengembangkan kebugaran jasmani, mental, sosial, serta emosional bagi masyarakat dengan wahana aktivitas jasmani.
2. Menurut Samsudin (2008:2), pendidikan Jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi.
3. Menurut Firmansyah (2009:04), pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang melibatkan interaksi antara peserta didik dengan lingkungan yang dikelola melalui aktivitas jasmani secara sistematik menuju pembentukan manusia seutuhnya.
4. Menurut Winarno (2006:33), pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari proses pendidikan secara keseluruhan yang menggunakan aktivitas jasmani sebagai media atau alat untuk mencapai tujuan, pendidikan jasmani bertujuan untuk mengembangkan individu secara organis, neuromusculer, intelektual, dan emosional.
5. Menurut Rosdiani (2013:23), pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematis bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neumuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional.
6. Menurut Mulyanto (2014:34 ), pendidikan jasmani adalah proses belajar untuk bergerak,dan belajar melalui gerak. Ciri dari pendidikan jasmani adalah belajar melalui pengalaman gerak untuk mencapai tujuan pengajaran melalui pelaksanaan, aktivitas jasmani, bermain dan olahraga.
(dikutip pada tanggal 23/4/2019 pukul 12:02 wib dari : https://www.kajianpustaka.com/2018/01/pengertian-tujuan-ruang-lingkup-dan-manfaat-pendidikan-jasmani.html?m=1)

Dari penjelasan para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan jasmani adalah mata pelajaran di sekolah yang merupakan media pendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, sikap sportifitas, pembiasaan pola hidup sehat dan pembentukan karakter (mental, emosional, spiritual dan sosial) dalam rangka mencapai tujuan sistem pendidikan Nasional.
Selanjutnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 37 ayat 1 menyampaikan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat:
1. Pendidikan agama
2. Pendidikan kewarganegaraan
3. Bahasa
4. Matematika
5. Ilmu pengetahuan alam
6. Ilmu pengetahuan sosial
7. Seni dan budaya
8. Pendidikan jasmani dan olahraga
9. Keterampilan/kejuruan
10. Muatan lokal
Pada butir ke-8 tertulis pendidikan jasmani dan olahraga (penjasor). Wuest & Bucher (dalam Agus, 2011) berpendapat bahwa Penjasor terdiri dari istilah, yaitu pendidikan jasmani (Physical Education) dan olahraga (sport). Pendidikan jasmani dapat diartikan sebagai suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan siswa melalui aktivitas fisik yang dipilih dan direncanakan dengan saksama. Sedangkan olahraga merupakan aktivitas fisik yang mencakup unsur pertandingan dengan aturan ketat bagi pesertanya. Sehingga Penjasor merupakan suatu proses pendidikan melalui pembelajaran yang memberikan perhatian pada pengembangan potensi manusia melalui aktivitas jasmani sehingga tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri. Dengan demikian bahwa jasmani hanya dijadikan sebagai alat dan bukan tujuan dari aktivitas yang dilakukan itu.
Tujuan penjasorkes untuk pendidikan dasar dan menengah secara operasional telah disebutkan pada Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 yang memuat 7 (tujuh) butir yaitu agar peserta didik memiliki kemapuan sebagai berikut:
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih.
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.
4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis.
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil serta memiliki sikap yang positif.

Bila tujuan yang bersifat menyeluruh tersebut dapat dicapai, hal itu memungkinkan siswa untuk:
1. Memperoleh dan menerapkan pengetahuan tentang Penjasorkes, pertumbuhan dan perkembangan serta perkembangan estetika dan sosial.
2. Mengembangkan kemampuan intelektual, keterampilan gerak dan keterampilan manipulatif yang diperlukan untuk menguasai dan berpartisipasi secara aman dalam aktivitas jasmani.
3. Mengembangkan kapasitas untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan menuju pola hidup sehat.
4. Mengembangkan sikap positif terhadap aktivitas jasmani yang menyumbang pada kesejahteraan individu dan kelompok.
5. Mengembangkan keterampilan sosial yang memungkinkan seseorang dapat berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain baik dalam kelompok maupun antar kelompok.
6. Mengembangkan rasa keindahan berkenaan dengan peragaan keterampilan.

Penjelasan diatas sudah jelas sebagai payung hukum dan dasar untuk menjelaskan Pendidikan Jasmani olaharaga dan Kesehatan itu bagaimana. Dengan demikian pemahaman tindak lanjut tentang bagaimana agar bisa seseorang itu jadi seirang pendidik mata pelajaran PJOK di masing-masing tingkatan pendidikan. Dibawah ini dapat di jelajahi penjelasan rill nya.
Dibawah ini ada beberapa mata kuliah yang harus diselesaikan sesuai dengan Universitas masing-masing penyelenggara jurusan Pendidikan Jasmani.
Mata Kuliah Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi dapat di lihat dibawah ini :
1. Profesi Pendidikan
2. Landasan Pendidikan
3. PKN
4. Matematika Dasar
5. Kimia
6. Fisika
7. Biologi
8. Bahasa Indonesia
9. Bahasa Inggris
10. Pedagogik
11. Sosiologi
12. Sosiolgi Olahraga
13. Filsafat Pendidikan
14. Kurikulum dan Pembelajaran
15. Teori dan Praktik Atletik
16. Teori dan Praktik Senam Irama
17. Teori dan Praktik Senam Lantai
18. Teori dan Praktik Senam Aerobik
19. Pendidikan Kesehatan Sekolah
20. Teori dan Praktik Sepakbola
21. Teori dan Praktik Bola Voli
22. Teori dan Praktik Bola Basket
23. Teori dan Praktik Takraw
24. Teori dan Praktik Renang
25. Teori dan Praktik Pencak Silat
26. Teori dan Praktik Karate
27. Teori dan Praktik Softball
28. Teori dan Prakti Hokey
29. Teori dan Praktik Tenis Meja
30. Teori dan Praktik Tenis Lapangan
31. Teori dan Praktik Bulu Tangkis
32. Statistik dalam Penjas
33. Belajar Motorik
34. Perencanaan Pengajaran Penjas
35. Pengajaran Mikro Penjas
36. Evaluasi Pendidikan Jasmani
37. Evaluasi dan Penelitian
38. Anatomi
39. Manajemen Penjas dan Olahraga
40. Falsafah Penjas dan Olahraga
41. Teori Bermain
42. Olahraga Usia Dini
43. Histologi
44. Fisiologi
45. Kinesiologi
46. Biomekanika Olahraga
47. Ilmu Gizi
48. Kesehatan Mental(Penjas Adapted)
49. Dasar-dasar Ilmu Kepelatihan
50. Massage
51. Kesehatan Olahraga.
Inilah Bidang-bidang mata kuliah yang harus di jalani dan harus diselesaikan para guru olahraga pada masa ia kuliah.
Luar biasa ternyata Guru Olahraga tersebut ya.

SEMOGA BERMANFAAT

Aku bangga sebagai Guru Olaharaga.

Views All Time
Views All Time
88
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY