Pak Guru Bercerita

0
25

Pak Ronggo adalah seorang guru sekolah dasar. Beliau adalah seorang guru pada zaman revolusi fisik. Zaman revolusi fisik (1945-1950) merupakan suatu zaman yang paling cemerlang dalam sejarah Indonesia, hak-hak Indonesia akan kemerdekaan ditunjukkan oleh pengorbanan-pengorbanan yang luar biasa oleh bangsa Indonesia. Pak Ronggo mempunyai banyak pengalaman dalam memperjuangkan pendidikan. Beliau juga sering menceritakan tentang peristiwa pertempuran untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia dan keberanian para pejuang melawan penjajah.

Pada suatu hari Pak Ronggo diminta untuk menjadi guru tamu di sekolah kami. Para siswa sangat antusias mengikuti jalannya acara menguak sejarah pendidikan pada zaman dahulu. Diceritakan oleh Pak Ronggo bahwa zaman dahulu siswa menulis dengan menggunakan sabak. Sabak adalah buku tulis kuno yang digunakan untuk menulis sebelum adanya buku tulis digunakan secara luas. Sabak terbuat dari lempengan batu karbon yang dicetak lempengan segi empat dan ditulisi dengan menggunakan grip (mirip pensil).

Sebelum digunakannya buku tulis yang terbuat dari kertas, sabak merupakan alat tulis wajib yang dimiliki siswa sekolah di Indonesia pada tahun 1960-an untuk alat bantu belajar tulis menulis. Sabak bukanlah peranti menyimpan berkas permanen. Alat ini hanya digunakan sementara waktu untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru yang kala itu menuntut siswa harus punya kemampuan menghafal. Setelah selesai, sabak dapat dihapus dan ditulisi dengan materi pelajaran lainnya, begitu seterusnya. Di era serbadigital, keberadaan sabak sudah langka dan hanya dapat ditemukan di museum di antaranaya adalah Museum Pendidikan Indonesia di Kota Malang dan Museum Pendidikan Indonesia Yogyakarta. (diambil dari wikipedia.org)

Pak Ronggo melanjutkan ceritanya; kalian wajib bersyukur dan giat belajar karena peralatan belajar sudah dibuat sedemikian canggihnya, hanya dengan hand phone di tangan, kalian sudah bisa belajar dengan materi belajar yang tidak terhitung jumlah dan macamnya. Gunakan teknologi ini sebaik-baiknya untuk belajar ditengah-tengah wabah pandemi. Tidak ada yang dilakukan selain belajar dengan baik dan berkumpul bersama keluarga di rumah. Semoga wabah segera berakhir dan tidak lupa berdoa semoga kita semua bisa melewati masa pandemi yang terasa berat ini. Aamiin. Salam literasi.

Mohon maaf jika terjadi persamaan dalam nama maupun cerita, semua itu merupakan ketidaksengajaan.

//Malang, Desember 2020\\

Views All Time
Views All Time
44
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY