Berpuasa (Cerita Anak)

0
9

“Anak-anak… yang hari ini berpuasa, angkat tangannya,” kata Bu Nani suatu saat.

Semua mengangkat tangannya kecuali seorang anak yang duduk di pojok bangku kelas sambil menunduk. Lalu Bu Nani mendekati anak tersebut sambil bertanya.

“Mengapa kamu tidak berpuasa?,” tanya Bu Nani

“Saya tidak makan sahur Bu, Ayah, Ibu, Kakak kesiangan,” jawab anak tersebut dengan rasa takut.

“Baiklah, tadi pagi sarapan apa tidak?,” tanya Bu Nani

“Iya Bu,” jawabnya

“Sekarang lanjut saya puasanya sampai waktunya berbuka puasa,” kata Bu Nani dengan sabar.

Namanya Dio, ia siswa kelas satu di sekolah dasar. Seorang siswa yang berprestasi sedang-sadang saja. Namun demikian Dio mempunya bakat menggambar yang bagus. Nilai menggambarnya selalu A untuk anak seusianya.

Pada suatu hari keluarga Dio mengalami musibah yaitu salah seorang kerabatnya mengalami kecelakaan. Jatuh pada saat membetulkan atap. Ayah dan Ibu Dio menolong pamannya dan membawanya ke rumah sakit.

Karena kelelahan, Ibu Dio tidak sempat menyiapkan makanan. Baik untuk berbuka pada hari itu maupun untuk makan sahur nanti malamnya. Berbuka hanya dengan makan kurma dan makan mi instan.

Karena kelelahan mereka semuanya tertidur, hingga waktunya sahur tidak bangun juga. Ibunya terkejut dengan suara adzan telah berkumandang. Menyesallah dia karena anak-anak belum kuat jika harus menjalani berpuasa tanpa makan sahur.

Menyesal kemudian tidak berguna, sehingga terpaksa Dio dan Kakaknya tidak berpuasa. Mereka harus mengganti dengan berpuasa di hari selain bulan Ramadhan.

 

Malang, April 2021

Views All Time
Views All Time
15
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY