Bersama Berkarya Menuju Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Penggerak

0
16

(Laporan Aksi Nyata Modul 3.3 Calon Guru Penggerak)
Oleh : Sholahuddin Al Ayubi, SEI., M.Pd.

 

Masa pandemi dengan berbgai pembatasan interaksi antar masyarakat bukan menjadi alasan untuk tetap produktif menciptakan inovasi dan kreasi. Terlebih era industri 4.0 yang menitik beratkan pada penggunaan teknologi telah teradaptasi,  setidaknya kurang lebih 1,5 tahun selama pandemi covid-19 berlangsung. Percepatan ini juga merambah dunia pendidikan, baik perubahan kualitas interaksi pembelajaran, maupun perubahan gaya hidup bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pada penghujung tahun pelajaran 2020-2021, SMIT Al Kahfi mendapat anugerah berkesempatan mengikuti program Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Penggerak. Momen ini tentunya menjadi ajang pembuktian warga sekolah secara kolaboratif memantaskan diri dan merengkuh manfaat sebesar-besarnya. Optimalisasi aset sekolah menjadi kunci utama kesuksesan. Hal yang harus menjadi fokus utama adalah rancangan program-program yang berdampak pada murid.

Sebagai sekolah yang berbudaya dan berwawasan lingkungan, maka sekolah Adiwiyata harus memiliki kebijakan berupa visi, misi, tujuan dan program yang mengintegrasikan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Sementara Sekolah Penggerak berupaya mendorong satuan pendidikan melakukan transformasi diri untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dengan meningkatkan capaian pembelajaran peserta didik secara holistik, baik dari aspek kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) maupun non-kognitif (karakter) dalam rangka mewujudkan profil pelajar Pancasila (Beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia, Mandiri, Gotong royong, berkebinekaan global, berpikir kritis, kreatif).

Pada sisi lain, merujuk hasil evaluasi edisi perdana KAIFA (Majalah Digital SMPIT Al Kahfi), animo murid yang berkomitmen terlibat pada edisi berikutnya cukup tinggi. Banyak rekomendasi yang masuk ke dewan redaksi terkait kompetensi-komptensi warga sekolah yang belum terekspose, seperti kompetensi pembuatan media digital interaktif dan kompetensi design grafis. Maka momentum pelaksanaan progam sekolah adiwiyata dan sekolah penggerak dapat dijadikan sarana peningkatan partisipasi warga sekolah dalam  mengeskpresikan karyanya melalui media majalah digital sekolah. Selain bertujuan mendukung kedua program di atas dari sisi sosialisasi, lebih jauh bertujuan sebagai sarana peningkatan literasi warga sekolah dan ekspos kegiatan warga sekolah kepada khalayak umum.

Pada edisi kedua yang di launching saat menyambut tahun ajaran baru 2021-2022, fokus utama tim redaksi adalah peningkatan layanan terbitan dengan memasukkan unsur interaktif dengan menyematkan video dan pemanfaatan file e-majalah secara offline. Selain itu, masuknya perwakilan siswa dari tiap level menjadikan edisi kali ini semakin memenuhi unsur pembelajaran yang berpihak pada siswa. Jika pada edisi perdana siswa hanya berperan sebagai penyuplai karya, maka di edisi ke dua ini, siswa juga berperan sebagai tim redaksi, mengolah informasi primer dan sekunder menjadi produk jurnalistik.

Membidik masa jeda antara akhir Penilaian Akhir Tahun (PAT) dan waktu pembagian raport, saya (CGP) yang sekaligus juga tim Dokumentasi Sekolah Adiwiyata dan Pimpinan Redaksi KAIFA, merancang program yang berpihak kepada siswa berupa pembuatan karya dengan tema wawasan lingkungan hidup. Karya-karya tersebut nantinya akan dijadikan sebagai alat peraga sosialisasi sekolah berwawasan lingkungan dan sekaligus sebagai bentuk pemenuhan kontribusi siswa dalam program Sekolah Adiwiyata.

Setelah mendapat dukungan Kepala Sekolah, proses sosialisasi program menjadi titik penting kesuksesan program, terutama konsolidasi internal tim redaksi KAIFA. Mengingat kondisi pandemi, proses komunikasi pelibatan peran serta guru, murid, dan orang tua murid praktis lebih sering dilakukan melalui jaringan media sosial. Belum ada kajian efektifitas penyampaian pesan ini ke tiap sasaran. Berdasarkan berbagai umpan balik yang diterima, terdapat respon yang merasa pemilihan momentum program kurang tepat. Siswa kelas 7 dan 8 dalam kondisi euforia berlibur pasca ujian akhir tahun, terlebih siswa kelas 9 yang sudah di wisuda merasa tidak perlu lagi terlibat dalam program sekolah. Sementara itu, konsentrasi dewan guru selain menyelesaikan administrasi pembelajaran hingga penerbitan raport, mereka juga sedang terkonsentrasi pada program-program lain penyuksesan Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Penggerak.

Selain penyiapan berkas administrasi, penyiapan sarana dan prasarana penunjang program sekolah adiwiyata cukup menguras tenaga dan konsentrasi guru. Pada waktu bersamaan, progam Sekolah Penggerak juga memasuki agenda Diklat Guru Komite Pembelajaran secara daring bagi sejumlah guru kelas 7.

Setelah melalui berbagai upaya menggali partisipasi siswa, kekhawatiran minimnya karya yang diterima tim redaksi menjadi kenyataan. Kondisi  ini menuntut tim redaksi KAIFA dan tim dokumentasi adiwiyata fokus pada hasil karya siswa yang masuk untuk kemudian diolah sesuai tujuan program, sosialiasi program kepedulian lingkungan.

Beberapa catatan pembelajaran dari pelaksanaan program ini diantaranya :

  1. Siswa harus lebih banyak di beri ruang berekspresi sesuai dengan masa pertumbuhannya;
  2. Pemanfaatan jaringan komunikasi antar siswa dan jaring komunikasi antara wali kelas dan orang tua siswa harus dioptimalkan dalam mendukung program-program sekolah;
  3. Pemilihan momentum dalam menggulirkan suatu program harus lebih detil dibuatkan antisipasi potensi penghambatnya;
  4. SDM adalah aset yang senantiasa bertumbuh sesuai lingkungan dimana ia berada. Pemangku kebijakan bertanggung jawab dalam memfasilitasi pertumbuhannya agar dapat berkemanfaatan di kemudian hari.

Berdasar catatan pembelajaran di atas, saya (CGP) akan lebih detil dalam membuat rancangan suatu program, terlebih program yang berpihak pada murid. Pelibatan peran serta semua aset sekolah yang tersedia harus lebih dioptimalkan dengan perbaikan jaringan komunikasi. Penentuan momentum pelaksanaan program juga menjadi catatan penting agar ke depan lebih siap mengantisipasi berbagai hambatan.

 

Views All Time
Views All Time
38
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY