BERSAMA KITA BERKARYA oleh Ahmad Ariadi, Siswa SMPN 1 Lampihong, Balangan, Kalsel

0
8

Saya senang sekali bersekolah di SMPN 1 Lampihong. Sekolah ini terlihat bersih, rapi, dan nyaman serta banyak kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan, seperti bola voli, bulutangkis, pramuka, PMR, karate, baca puisi, tari, habsyi,  dan ekstrakurikuler  lainnya.

Saat di kelas VII,  saya sudah lumayan banyak mempunyai teman, karena saya  mudah bergaul. Teman pertama waktu itu bernama Muhammad Riski. Dia orangnya suka bercanda dan selalu membuat saya tertawa.Terkadang saat saya sedang menghadapi masalah dia selalu menghiburku dan selalu mampu membuat saya  tertawa.

Namun sayangnya, Muhammad Riski sudah tidak lagi bersekolah di sekolah kami,  karena adanya masalah keluarga dan masalah pribadi yang sukar untuk dijelaskan, sehingga dia pun harus pindah ke sekolah lain. Hal tersebut tentu saja membuat saya sangat sedih dan merasa berat untuk melepas kepergiannya,  karena dia adalah sahabat karib saya.

Ketika pengurus OSIS terdahulu hampir berakhir masa jabatannya, saya memberanikan diri untuk menjadi calon ketua OSIS. Sebelum pemilihan ketua OSIS (Pilkasis) dilaksanakan, tahap pertama dimulai dengan kegiatan debat kandidat dan penyampaian visi serta misi calon ketua OSIS. Pada saat debat kandidat tersebut, saat itu saya sengaja tidak hadir ke sekolah, karena saya merasa sangat gugup dan masih takut berbicara di depan teman-teman serta masih belum siap untuk menyampaikan visi dan misi saya. Betapa malunya saya pada diri sendiri.

Setelah menunggu beberapa hari, kegiatan pilkasis pun dilaksanakan. Saya tetap diikutkan dalam kegiatan pilkasis tersebut meskipun saya tidak hadir saat kegiatan debat kandidat. Sehubungan saya tidak hadir serta tidak menyampaikan visi dan misi sebagai calon ketua OSIS,  maka sangat mustahil saya akan terpilih menjadi ketua OSIS, gumam saya di hati.

Akhirnya, saya memang tidak terpilih menjadi ketua OSIS. Namun,  saya masih tetap diberikan kesempatan menjadi pengurus OSIS , dengan  jabatan Koordinator Divisi 1 yang membawahi  bidang keagamaan. Ketua OSIS yang terpilih waktu itu adalah Muhammad Lukmanul Hakim, kakak kelas dari kelas VIIIA.

Setelah pilkasis berlalu, pengurus OSIS yang sudah terpilihpun dilantik. Setelah pelantikan, kamipun bersiap-siap untuk melaksanakan kegiatan yang pertama,class meeting  (perlombaan antar kelas) memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke-72. Setelah berkonsultasi dengan pembina OSIS, kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2017.

Pada hari itu diadakan berbagai lomba antar kelas,  diantaranya pertandingan futsal, bulutangkis, tarik tambang, makan kerupuk, lomba adzan dan lomba lainnya. Saya ikut berpartisipasi dalam salah satu lomba dari berbagai perlombaan tersebut,  yakni pertandingan futsal antar kelas. Dalam pertandingan futsal tersebut, Alhamdulillah,  tim futsal dari kelas kami berhasil menjadi juara II.

Selain itu,  saya juga mengikuti salah satu lomba yang juga dipertandingkan,  yakni kelomba adzan. Awalnya,  saya hanya sekedar coba-coba saja ikut mendaftar,  dan tidak sepenuh hati untuk mengikuti lomba tersebut. Namun, karena adanya dukungan dari kawan-kawan, saya akhirnya termotivasi dan menjadi lebih percaya diri untuk menampilkan kemampuan terbaik saya.

Beberapa saat kemudian, terdengarlah panitia memanggil nama saya. Rasa gugup dan rasa takut, menyelimuti diri. Saya  beranikan melangkah ke depan dan berdiri sambil mendekatkan pengeras suara ke mulut . Dengan lancarnya lantunan adzanpun saya perdengarkan dari mulut. Saat giliran berakhir, saya  merasa sangat lega dan langsung buru-buru mencari air minum untuk menghilangkan rasa gugup.

Setelah beberapa hari, pengumuman hasil lombapun diumumkan setelah apel upacara bendera di hari Senin. Saya sangat kaget tidak terkira ketika nama saya  disebutkan dalam pengumuman tersebut. Alhamdulillah,  saat itu saya menjadi juara I dalam lomba adzan memperingati HUT kemerdekaan RI tersebut. Hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat membekas di hati dan sangat membanggakan bagi diri.

Saya juga bangga dengan SMPN 1 Lampihong. Sekolah ini makin hari semakin terjaga kebersihannya. Dulu masih banyak terlihat sampah berserakan di dalam kelas, selokan depan kelas ataupun di lapangan sekolah. Tetapi sekarang sampah-sampah di sekolah kami sudah tidak lagi banyak berserakan. Sudah lebih bersih dan lebih nyaman setelah dilaksanakannya program BBM yakni bawa botol minum dan BTM, yakni  bawa tempat makan.

Semua siswa wajib membawa botol minum dan tempat makan sendiri,  meskipun masih ada beberapa siswa yang kurang sadar akan pentingnya program BBM BTM ini.  Kami tidak diperbolehkan lagi belanja ke kantin menggunakan kantong plastik makanan. Sekolah kami sekarang juga nampak indah dan nyaman serta ada bangunan-bangunan yang baru dibangun seperti bank sampah, green house, jembatan pelangi atau “The rainbow brigde” serta taman sekolah yang makin hari makin indah.

Saya juga pernah ikut kejuaraan renang se Kabupaten HSU dan Kabupaten Balangan dalam rangka hari ulang tahun TNI. Kebetulan lomba itu diadakan oleh pihak Kodm 1001 Amuntai-Balangan. Kebetulan kabupaten kami adalah kabupaten baru terbentuk pada tahun 2003, merupakan pemekaran dari kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kabupaten Balangan sampai saat ini masih belum memiliki Kodim atau Komando Distrik Militer sendiri,  sehingga masih bergabung dengan kabupaten induk yakni HSU.

Saat itu ada 3 orang siswa yang diminta ikut kegiatan tersebut dari SMPN 1 Lampihong. Dua orang siswa perempuan dan satu orang siswa laki laki. Peserta siswa perempuan  yaitu Ida Herlina dan Salmawati, sedangkan peserta siswa laki-laki adalah oleh saya sendiri. Waktu itu, saya merasa kurang percaya diri dan masih malu-malu, karena baru pertama kali ikut lomba renang.

Saya belum bisa memberikan hasil yang membanggakan bagi sekolah  karena belum mampu memberikan yang terbaik. Namun bagi saya,  kegagalan itu adalah sesuatu yang wajar dalam sebuah perlombaan, seperti kata Bapak Ahmadiyanto” yang penting sudah berani tampil dan percaya diri”, hal tersebut sudah membuat bangga sekolah.

Meskipun saya belum berhasil menjadi juara, namun ada salah satu teman yang berhasil mengharumkan nama baik sekolah kami yaitu Salmawati. Salmawati berhasil menjadi juara 1 renang putri se HSU dan Balangan. Saya turut merasa sangat senang dan bangga dengan teman  yang berhasil menjadi juara. Selamat untuk Salmawati, semoga mampu mencapai prestasi yang lebih baik lagi pada  tahun-tahun yang akan datang.

Momen yang terus teringat dalam memory saya yakni saat tanggal 18 Agustus 2018 lalu. Saya dan Yudi Rahman diminta oleh Bapak Ahmadiyanto, untuk menampilkan kesenian daerah dan budaya Kalimantan Selatan yaitu, “Bamadihin” dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 tahun. Kami pun sangat semangat untuk berlatih dan terus berlatih mempersiapkan diri. Akhirnya kamipun dapat tampil membawakan kesenian tradisional madihin ini. Alhamdulillah, tanpa ragu dan percaya diri persembahan kami pun berjalan lancar dan memuaskan.

Masih banyak lagi pengalaman yang saya dapatkan selama bersekolah di SMPN 1 Lampihong. Pada tanggal 24 Januari 2019 kemarin, Bapak Ahmadiyanto dan Pak Aji mengajak kami mengikuti kegiatan “One Day Adventure”, Hispala (Himpunan Siswa Pecinta Alam) Sangga Banua yang ada di sekolah kami. Kami melaksanakan kegiatan ke Maranting, salah satu sungai yang ada jeramya, kemudian mendaki Gunung Batu yang ada di kecamatan Tebing Tinggi. Pengurus OSIS dan Dokter Remaja diikutkan dalam kegiatan tersebut.

Sesampainya disana, kami pun beristirahat sejenak, lalu mandi bersama di sungai yang lumayan deras dan ada jeram-jeramnya. Kemudian kami pun bergotong royong sambil bergantian masak-masak untuk makan siang di tepi sungai seraya  menikmati pemandangan alam yang sangat indah. Setelah makan siang dan melaksanakan sholat Dzuhur kamipun pergi ke Gunung Batu yang tidak terlalu jauh dari sungai.

Kami mendaki melalui pintu goa yang ada di bawah bukit tersebut. Setelah melewati dan menyusuri tebing yang cukup licin dan agak curam, kamipun sampai ke puncak bukit Gunung Batu tersebut. Lalu,  kami semua terlihat sibuk mengeluarkan handphone untuk mengabadikan kegiatan kami hari itu. Kami semua berfoto-foto ria sambil menikmati pemandangan alam. Pemandangannya pun luar biasa dari puncak bukit Gunung Batu tersebut. Sayangnya, kami tidak dapat terlalu lama berada di atas bukit tersebut, karena cuacanya yang cukup panas. Setelah itu kami semua bersiap-siap untuk turun kembali.

Sebelum turun dari atas puncak bukit Gunung Batu tersebut, kami semua berfoto bersama sambil memegang bendera HISPALA dan bendera merah putih. Itulah pengalaman yang tidak akan terlupakan yang kami dapatkan saat di sana. Kami semua sadar, alam yang indah ini harus terus dijaga jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kami juga terus mengkampanyekan “#Save Meratus” , karena kami sadar bahwa  hutan dan pegunungan meratus yang ada di Kalimantan selatan ini adalah sumber kehidupan,  baik bagi manusia maupun flora dan fauna yang ada disana. Menyelematkan Meratus berarti menyelamatkan kehidupan.

Saya juga suka dan aktif dalam  kegiatan ekstrakurikuler  pramuka. Pramuka bagi saya memberikan pembelajaran yang baik dan positif, apalagi jika kita mampu menjalankan Dasa Dharma dengan baik dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, saya juga sering ikut kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap alam dan kepedulian sosial ketika terjadi bencana alam, banjir, kebakaran, longsor dan gempa bumi terutama melalui pramuka peduli.

Beberapa bulan lalu kami diajak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan WCD. WCD adalah kepanjangan dari “World Clean up Day”  WCD ini merupakan kegiatan yang tidak hanya dilaksanakan di Balangan tapi juga serentak di seluruh dunia. Kami membersihkan beberapa lokasi yang ada di wilayah sekitar Kota Paringin. Kami mendapatkan tugas membersihkan sekitaran Masjid Al-Akbar. Setelah selesai membersihkan sekitaran Masjid Al-Akbar, kami kemudian menuju Taman Hijau Balangan bersama-sama.

Setelah bersih-bersih selesai, kami semua terlihat kelelahan. Setelah itu kami semua memutuskan untuk beristirahat di rumah Bapak Ahmadiyanto sambil masak-masak untuk persiapan makan siang,  karena perut kami juga sudah mulai keroncongan. Kami makan bersama,  dan semuanya terlihat kekenyangan. Lalu kami semua bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing- masing. Pak Anto nama panggilan untuk Bapak Ahmadiyanto berpesan agar kami hati-hati di jalan.

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 26 Februari 2019, kami anggota Pramuka Gudep 0243-0244 pangkalan SMPN 1 Lampihong dan beberapa anggota DKR atau Dewan Kerja Ranting Lampihong diminta oleh Bapak Ahmadiyanto untuk berpartisipasi mengantarkan uang hasil baksos yang juga kami laksanakan beberapa hari sebelumnya. Hasil baksos ini akan diserahkan kepada korban musibah kebakaran yang ada di Desa Ninian Kecamatan Juai.

Saat kami mau berangkat dan berkumpul ternyata yang dapat hadir hanya beberapa orang saja. Mereka diantaranya adalah Muhammad Agus, Hery Apriadi, Sahrifani Abdi, Agus Salim, Kak Rahmat dan saya sendiri. Namun  tidak mengapa,  meskipun orangnya sedikit tidak mengurangi semangat kami, karena  yang paling penting bantuan baksosnya dapat kami antarkan sampai ke tangan penerima. Ketika bertemu dengan anggota pramuka yang lain pasti akan berkata, “Salam Pramuka” sebagai salam kebanggaan kami dan salam persaudaraan sesama anggota pramuka.

Kegiatan terakhir yang kami laksanakan pada Kamis kemarin tanggal 28 Februari 2019. Hari yang menyenangkan,   karena kami dapat  berfoto bersama dan berjabat tangan dengan Bapak Ansharuddin, Bupati Kabupaten Balangan.  Saat itu,  saya dan Muhammad Agus diminta oleh Bapak Ahmadiyanto agar ikut berpartisipasi mengikuti kegiatan Hari Sampah Nasional. Kamipun ikut berpartisipasi dan tidak disangka saya dapat bersalaman dan foto bersama dengan orang nomor satu di kabupaten saya. Senang sekali rasanya hati ini. Semoga kita semua selalu bisa berkarya untuk kemajuan banua kita.

 

 

Views All Time
Views All Time
49
Views Today
Views Today
1
Previous articleTutorial Membuat Label CD dengan CorelDraw12
Next articleEMPAT SAHABAT oleh Yugianur, Siswa SMPN 1 Lampihong, Balangan, Kalsel
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY