Bersekolah Dengan Kasih Sayang Penuh Keindahan Itu, Begini…

0
7

Yang kesekian kalinya saya menulis pendidikan karakter yang saya ambil dari berbagai sumber dan ditulis dengan bahasa sendiri, masa pandemi adalah masa di mana kita semua menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Saling bantu apapun yang orang tua lakukan, mulai dari pekerjaan rumah tangga sampai dengan membantu orang tua mencari uang. Itu baik bagi anak mengapa? Karena anak akan belajar berkarya dan menghasilkan uang. Khawatir anak suka mencari uang di usia dini? Sudah pasti karena menghasilkan uang dari keringat sendiri adalah kebanggaan.

Hal itu awal dari penanaman pendidikan karakter dari rumah, apa saja? Tolong menolong, rajin, dan ternyata mengandung pendidikan life skill yaitu membersihkan rumah, memasak dan berwirausaha dengan membuat kue.

Kata Rico Santoto (Peneliti Kebijakan Publik) bahwa mencetak manusia unggul bukan hanya tanggung jawab sekolah melainkan juga keluarga dan masyarakat secara menyeluruh. Selama ini, kata dia, banyak keluarga yang cenderung tidak siap menjadi ‘guru’ bagi anak-anaknya. Segala urusan pendidikan diserahkan ke sekolah. Adanya Covid-19 yang memindahkan urusan pendidikan ke rumah membuat keluarga tergagap-gagap beradaptasi. “Kendala belajar bermunculan mulai dari kesulitan akses internet, beratnya biaya pengadaan pulsa kuota, sulitnya menjadi guru bagi anak-anak, dan lain-lain,” Rico mengungkapkan. Tetapi untuk pengadaan pulsa belajar sudah ada bantuan dari pemerintah, kita layak mengucapkan syukur alhamdulillah dan penuh dengan suka cita.

Tanpa disadari bahwa cobaan kehidupan dari Allah SWT dengan adanya wabah pandemi Covid-19 yang kini kita sudah hidup di era New Normal ini anak-anak sudah mengikuti pendidikan karakter dalam keluarga yang baik dalam suasana penuh dengan kasih sayang dari keluarga dan belajar dari kenyataan hidup.

Anak-anak bukan libur sekolah tetapi belajar dengan metode Daring dengan arahan dari Bapak dan Ibu Guru lalu dibimbing keluarga, kedua orang tua untuk belajar di rumah dengan istilah rumah belajar. Penilaian lebih condong kearah penilaian kualitatif akademis dengan arahan dari Guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di rumah, bukan menambah beban psikologi.

Sampai jumpa di sekolah dalam suasana gembira luar biasa. Salam literasi.

Views All Time
Views All Time
26
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY