Berbicara soal kesuksesan,saya teringat ada teman yang bertanya,mana yang datang lebih dulu dalam kehidupan manusia,kebahagiaan atau kesuksesan?Sukses lalu kita bahagia,atau bahagia barulah sukses menghampiri? Nah,ini pertanyaan yang sungguih memancing saya untuk merenung dan menggali ke dalam diri.

Secara pribadi saya berpendapat bahwa seharusnya kita mampu berbahagia kapan pun,bagaimana pun,dan dimana pun kita berada .kemampuan kita untuk berbahagia pada kondisi apa pun dan tanpa syarat,menyebabkan kesuksesan lebih gampang menghinggapi diri.Mengapa demikian?Kuncinya,ternyata berada di rasa gembira,tenang,positif.Rasa  seperti ini menderivasi banyak sifat-sifat unggul.hal ini kemudian membenihkan segala bentuk pencapaian,dan pada saatnya hal ini akan membuahkan kesuksesan.Dan yang lebih membesarkan hati lagi adalah kebahagiaan—yang menjadi harapan setiap insan—kemudian,tidak datang dan pergi sebagaimana warna kehidupan yang acap berganti.

Ada pertanyaan yang tak kalah menggelitiknya,”Bisakah seorang guru menjadi sukses?” Pertanyaan ini bagi diri pribadiku mirip dengan,”Bisakah Anda dengan profesi apa pun sukses?” Apa hal yang dipersyaratkan sebagai ramuan untuk meraih kesusksesan dalam hidup? Adakah yang bisa kita highlight? Bukankah setiap profesi yang dihayati dan ditunaikan dengan penuh suka cita,optimal dan profesional berpeluang untuk sukes? Bagaimana pendapat Anda? Saya yakin banyak di antara kita yang memiliki pemahaman sendiri.Sebelum kita berdiskusi lebih jauh tentang ini,mari kita mengutak-atik makna sukses dari pemahaman banyak orang-orang sukses,dan kita identifikasi dan tarik benang merahnya.

(Dari karya Dani M Ronnie, The Power of Teaching)

Views All Time
Views All Time
248
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY