BUCHARI, S.Ag SUKSES 2 PERIODE AJAK GURU DAN SISWA DALAM BIMTEK JURNALISTIK TINGKAT MA SEKABUPATEN MUSI RAWAS

1
49
    Dunia jurnalis memang melekat dengan sosok Buchari, S.Ag kamad MANSAMURA, mengapa! karena dua kali dengan sukses mengadakan bimtek salahsatunya di adakan di MANSAMURA, kamis (12/09) bertempat diruang laboratorium komputer yang diikuti oleh guru dan siswa kurang lebih 50 peserta.
    Materi demi materi dikupas habis oleh Bucari, S.Ag dimulai pengambilan poto atau pengeditor poto, tata cara penulisan berita dilihat dari 5 W (What, Who, When, Where, Whay) + 1 H (How), penjudulan berita dan cara menulis berita yg utuh terdiri dari 4 paragraf yaitu isi poto berita yg ditampilkan, tujuan, ulasan dan harafan. Kesemuanya itu merupakan faktor pendukung baik buruknya berita yang ditulisan dan layak atau tidaknya untuk dipublikasi ke surat kabar maupun ke media online.
    Bimtek jurnalistik ini diadakan dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada guru dan siswa  apa itu jurnalistik, bagaimana tata cara membuat berita baik dan benar baik serta dapat diterima atau dipublikasikan ke khalyak ramai. Jurnalistik ini sebagai wadah memperkenalkan lembaga terutama MAN 1 Musi Rawas agar dikenal keseluruh pelosok nusantara dan dunia melalui media online.
    Jurnalis memang tidak bisa lepas dari apa yang dinamakan dengan media online, atau ada sebuah ungkapan “sayur tanpa garam rasanya hambar” memang keduanya saling berkaitan. “Media online (goegle) ibarat sebagai bukti bahwa berita-berita yang kita  tampilkan terdahulu tersimpan permanen di media online dan sewaktu-waktu kita ingin lihat kenangan-kenangan di masa lampaui maka akan memunculkannya kembali”, ungkap Buchari, S.Ag.
    Buchari,S.Ag sebagai Kepala Madarasah dan nara sumber bimtek jurnalistik ini, ada harapan-harapan yang terbenak dalam pikiran beliau, semoga kedepannya madarasah ini Madarasah Aliyah Negeri 1 Musi Rawas dapat berkembang lagi, dalam segi teknologi terutama memperkenalkan kepada dunia bahwa ini MANSAMURA dengan segala kelebihan dan kekurangan dapat memposisikan diri dan mensejajarkan dengan madrasah/sekolah lain, bahwa kami ini bisa lebih baik.
    Buchari,S.Ag, juga berpesan “Elang jadikan sebagai contoh untuk hidup kita karena elang dengan revolusi kehidupannya bisa bertahan hidup sampai umur 70 tahun”. Memang untuk merubah kehidupan atau kebiasaan kita banyak fase-fase yang harus kita tinggalkan dan semua itu tidak semuda membalikkan telapak tangan, harus ada proses dari nol sampai kaita menemukan kesuksesan yang kita dapat kelak nanti.
Views All Time
Views All Time
15
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

LEAVE A REPLY