CATATAN HARI KEEMPAT PELAKSANAN UNBK 2019

0
26

Pagi Kamis, 25 April 2019, saat penulis berangkat dari rumah menuju sekolah,  cuaca terlihat mendung dan berpotensi hujan, dan ternyata sekitar pukul 07.00 WIT hujan turun, meski dengan intesitas rendah. Sesampai di sekolah, sekitar pukul 07.30 WIT, hujan terus cukup deras di daerah sekitar sekolah. Sementara itu, peserta UNBK sudah hampir semuanya hadir, hanya tinggal 2 (dua) orang dari 25 peserta sesi pertama hari keempat ini yang belum datang ke sekolah. Kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi hujan yang pagi-pagi sudah turun membasahi bumi daerah sekitar UPTD SMPN 1 Bajuin.

Proktor , teknisi, dan kedua pengawas ruangan UNBK sudah berada di sekolah sejak awal untuk mengawal dan melaksanakan pelaksanaan UNBK hari terakhir ini. Tidak seperti biasanya, pengawas ruangan yang semestinya hanya 1 (satu) orang sesuai ketentuan, kini semua pengawas ruangan diminta hadir  sejak sesi pagi hingga sesi siang. Hal tersebut dilakukan terkait dengan pelaksanaan UNBK hari terakhir, dimana ada pertemuan dengan pihak panitia dan semua pihak terkait dengan pelaksanaan UNBK di UPTD SMPN 1 Bajuin, sehingga semua pengawas ruangan diminta hadir.

Cuaca semakin gelap dan hujan pun semakin deras pada sekitar pukul 08.15 WIT. Seluruh peserta UNBK sudah semuanya hadir, meski saat masuk pukul 07.30 WIT ada 2 (dua) yang belum datang, namun sebelum pukul 08.00 WIT peserta tersebut sudah datang, sehingga seluruh peserta UNBK sesi pertama hari keempat ini hadir semuanya.  Hujan semakin deras meski tidak diserta dengan tiupan angin yang kencang dan petir. Kalau terjadi angin kecang dan petir, dikhawatirkan akan berpotensi menimbulkan gangguan aliran listrik PLN dan jaringan internet.

Mata pelajaran UNBK pada hari keempat ini adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sedangkan petugas pengawas ruangan pada sesi pertama pelaksanaan UNBK hari keempat Anwaruddin, S.Pd.I. Sementara itu, petugas monitoring dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hingga pukul 09.00 WIT masih belum hadir sebagaimana mestinya. Entah apa sebab atau kendalanya, penulis selaku kepala sekolah dan Ketua Panitia UNBK tidak mendapatkan informasi tentang belum hadirnya petugas monitoring pelaksnaan UNBK tersebut.

Kondisi cuaca menjelang pukul 09.30 WIT sudah mulai terang, meski demikian sinar matahari belum terlihat karena masih tertutup awan hitam yang masih banyak terlihat di langit sekitar lokasi sekolah. Semua peserta sesi kedua hari keempat sudah hadir dan sebelum pukul 10.30 WIT telah memasuki ruangan pelaksanaan UNBK, sehingga tepat pukul 10.30 WIT mereka sudah siap mengerjakan soal pada laptopnya masing-masing.  Suasana alam yang terasa dingin dan sejuk diharapkan dapat membantu peserta mengerjakan soal-soal UNBK dengan baik, karena tidak seperti hari-hari sebelumnya, dimana udara terasa panas dan lembab pada waktu siangnya.

Hari semakin siang, namun konsisi cuaca masih belum ada perubahan, cuaca masih terlihat mendung dan berpotensiakan turun hujan lagi. Kegiatan peserta UNBK masih sibuk dan serius mengerjakan soal pada laptopnya masing-masing hingga menjelang pukul 12.45 WIT mulai ada yang selesai dan keluar ruangan, meski waktu yang tersisa masih relatif lama. Sekitar pukul 11.46 WIT aliran listrik PLN tiba-tiba padam, sehingga terpaksa menghidupkan mesin ginset guna mengalirkan listrik penggaanti, dan sekitar 5 menit aliran listrik dari ginset dapat menghidupkan kembali server utama, sehingga peserta dapat kembali melanjutkan menjawab soal UNBK yang masih tersisa.

Menjelang pukul 12.30 WIT, seluruh peserta UNBK sudah selesai mengerjakan soal UNBK, meski pada waktu terakhir yang tersisa ada pemadaman aliran listrik PLN secara mendadak.Syukur alhamdulillah, dengan berakhirnya pelaksanaan UNBK sesi kedua hari keempat ini, semua kegiatan UNBK dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih kepada pengawas ruangan UNBK, proktor, teknisi, dan semua panitia serta dewan guru UPTD SMPN 1 Bajuin yaqng mendukung suksesnya pelaksanaan UNBK selama 4 (empat) hari ini, yaitu sejak Senen hingga Kamis, 22 sampai 25 April 2019.

###1461###

Views All Time
Views All Time
66
Views Today
Views Today
1
Previous articleSEKOLAH KEKURANGAN SISWA dan PPDB SISTEM ZONASI
Next articleVCT (VIRTUAL COORDINATOR TRAINING) PELATIHAN DARING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY