CATATAN KECIL WEBINAR PENDIDIKAN DISDIKBUD TANAH LAUT Oleh Rahmad S, Kepsek UPTD SMPN 1 Bati-Bati, Tanah Laut, Kalsel

0
35

Pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai aspek, salah satunya pada aspek Pendidikan. Berbagai solusi ditawarkan agar pembelajaran tetap berjalan, sehingga kebutuhan yang berkaitan dengan Pendidikan bisa terpenuhi. Wabah Covid-19 mengajarkan bahwa dalam kondisi bagaimanapun kegiatan pembelajaran harus tetap berlangsung, bisa beradaptasi dengan situasi yang mengkhawatirkan, dan mampu menyuguhkan solusi dari permasalahan yang timbul. Salah satunya seperti yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) baru-baru ini dengan meluncurkan “Seri Webinar Guru Belajar: Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi”.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Tanah Laut melalui Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar juga tidak ketinggalan melaksanakan webinar pendidikan guna  persiapan memasuki tahun ajaran 2020/2021 bagi satuan pendidikan di Kabupaten Tanah Laut. dengan narasumber dari LPMP Kalimantan Selatan, Bapak Dr.Zaenal Fanani, M.Ed, dengan mengusung tema  ” Mengelola Kurikulum, Pembelajaran, dan Penilaian Di Masa Pandemi COVID-19

Bagi saya pribadi selaku kepala sekolah, kegiatan ini sangat bermanfaat sekali dalam rangka mempersiapkan jalannya roda pendidikan pada Satuan Pendidikan khusunya di UPTD SMPN 1 Bati Bati. Ada beberapa hal yang penting sempat menjadi catatan pribadi:

  1. Ketika sebuah sekolah belum memasuki “ zona hijau “ , sekolah tidak dapat melaksanakan tatap muka dalam proses kegiatan belajar mengajar. Siswa tidak bisa hadir ke sekolah menyerap ilmu pengetahuan langsung dari guru di sekolah.
  2. Penyederhanaan pembelajaran di masa pandemic covid 19 yaitu dengan mengurangi jumlah jam mata pelajaran dan kebijakan diserahkan masing masing satuan pendidikan. Tentu saja ini akan terkait dengan 8 standar nasional pendidikan terutama pada standar kompetensi lulusan,isi, proses dan penilaian. Kompetensi dasar pada tiap tiap mata pelajaran diambil hanya yang esensi.
  3. Proses Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan menggunakan daring (dalam jaringan), luring (luar jaringan) atau gabungan keduanya. Bagi sekolah yang guru dan siswanya belum bisa terkoneksi internet, guru hadir dari rumah ke rumah sebagai bentuk proses KBM.
  4. Alat pembelajaran daring yang digunakan yaitu laptop, hand phone dengan menggunakan aplikasi seperti, WHATSAPP,ZOOM MEETING, GOOGLE FORM, GOOGLE CLASS ROOM, dll. Ini menuntut guru guru untuk belajar menjelajah penggunaan aplikasi dan internet demi proses belajar mengajar senantiasa berlangsung.
  5. Penggunaan model pembelajaran yang mendorong tidak hanya menekankan penguasaan materi tapi lebih menitik beratkan pada penguasaan kompetensi. Siswa didorong untuk sering bisa menjawab pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” agar proses berfikir anak berjalan dengan baik (Pembelajaran berbasis Problem atau Proyek).
  6. Bentuk tagihan (penilaian) yang ideal anak baik melalui daring atau luring adalah essay. Test ini sangat cocok untuk mengukur dan mengevaluasi hasil suatu proses belajar yang kompleks yang sukar diukur dengan mempergunakan test objektif.
  7. Tolok ukur pemerintah sebagai pengganti Ujian Nasional diwacanakan adalah AKM (assesmen kompetensi Minimal) dan Survey Karakter. AKM berisi tentang literasi dan numerasi. ‘Literasi’ bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan ‘numerasi’ adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka.

Demikian catatan ketika mengikuti webinar pendidikan pada Rabu, 1 Juli 2020 dan sangat bersyukur memperoleh banyak pengetahuan dari nara sumber dalam menghadapi pandemi korona/covid 19. Ditunggu Webinar berikutnya! Keep spirit Tanah Laut!

 

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
1
Previous articleSMAN 2 JORONG _Visi dan Misi
Next articleOASE PENDIDIKAN DIMASA PANDEMI Oleh Mujahidah, Guru UPTD SDN Tanjung Dewa Panyipatan, Tanah Laut, Kalsel
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY