CATATAN KUNJUNGAN KE UPTD SDN 1 PELAIHARI

0
12

Sesuai dengan jadwal yang telah penulis sampaikan sehari sebelumnya dengan Kepala UPTD SDN 1 Pelaihari, maka pada Selasa, 10  Maret 2020 penulis berkunjung ke sekolah tersebut. Sekitar pukul 08.50 WITA penulis sampai di sekolah tersebut yang diterima langsung kepala sekolahnya, Ibu Nova Priyanti Sungkowo Ningrum, S.Pd di ruang kerja kepala sekolah. Sekolah tersebut berada di lingkungan komplek SD yang berada di belakang pasar Pelaihari dan menghadap ke ruang terbuka hijau (RTH) yang akan dibangun pada bekas Stadion H.Hasan Basry Pelaihari.  Berdasarkan data yang ada, jumlah siswa di UPTD SDN 1 Pelaihari berjumlah 207 yang diasuh oleh 15 guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Bagi penulis sendiri, kunjungan ke UPTD SDN 1 Pelaihari tersebut merupakan yang pertama kalinya. Tujuan kegiatan  penulis ini dalam rangka silaturrahim dengan kepala sekolah dan dewan guru serta melihat langsung proses pembelajaran ataupun kegiatan  sekolah lainnya. Sebelum bersilaturrahim dan melihat langsung proses pembelajaran di UPTD SDN 1 Pelaihari, penulis berbincang dan berdiskusi dengan Kepala UPTD SDN 1 Pelaihari di ruang kerjanya untuk menggali berbagai informasi seputar pembelajaran dan kegiatan sekolah lainnya, antara lain tentang mata pelajaran muatan lokal yang diajarkan di sekolah tersebut dan sekolah dasar lainnya. Kepala sekolah juga sempat menunjukkan buku mata pelajaran muatan lokal yang digunakan selama ini dalam bentuk hasil fotocopi dengan tertera pembuatannya tahun 1997.

Dari perbincangan dengan Kepala UPTD SDN 1 Pelaihari tersebut ada beberapa hal yang menjadi catatan penting dalam upaya peningkatan pembelajaran, khususnya mata pelajaran muatan lokal. Pertama. Buku atau sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran muatan lokal di sekolah selama ini relatif sudah lama, karena disusun pada tahun 1997, sehingga dalam hal materi perlu diperbaharui sesuai dengan perkembangan dan dinamika masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. Kedua. Menyikapi kondisi  buku dan sumber belajar mata pelajaran muatan lokal yang ‘tertinggal’ tersebut, maka perlu segera dilakukan pembaharuan untuk disesuaikan dengan kondisi dan dinamika masyarakat Kabupaten Tanah Laut, sehingga materi mata pelajaran muatan lokal tersebut benar-benar menggambarkan materi lolak atau daerah Kabupaten Tanah Laut itu sendiri.

Seusai berbincang-bincang dan diskusi dengan Kepala UPTD SDN 1 Pelaihari, Ibu Nova Priyanti Sungkowo Ningrum, S.Pd, kemudian penulis mohon izin untuk melihat langsung proses pembelajaran dan kondisi lingkungan sekolah yang asri dan tertata baik. Penulis hanya melihat dan mengambil foto pembelajaran dari luar kelas saat guru sedang melaksanakan tugasnya. Selain itu, penulis juga mengambil beberapa foto kondisi taman di halaman kelas yang cukup indah, rapai, dan asri. Taman-taman kelas nampak ditata baik dengan memanfaatkan botol-botol minuman ringan yang dicat warna-warni. Demikian pula dengan ruang kelasnya juga terlihat bersih dan ditata dengan baik untuk memberikan kenyamanan belajar bagi siswa.

Penulis mengamati dari dekat proses pembelajaran mata pelajaran olahraga yang dilaksanakan oleh guru olahraga di bawah pohon yang cukup rindang. Maklum saja, kondisi cuaca pagi menjelang siang itu, sekitar pukul 10.15 WITA, dalam keadaan panas terik. Oleh sebab itu, siswa dibariskan oleh guru olahraganya di bawah pohon yang cukup rindang, meski sebagian siswa juga ada yang kena panas terik matahari. Penulis mencoba mengambil beberapa foto saat kegiatan pembelajaran oleh ibu guru olahraga yang sedang memberikan arahan kepada siswanya tersebut.

Setelah sekitar satu jam setengah penulis berkunjung di UPTD SDN 1 Pelaihari tersebut, maka selanjutnya penulis mohon pamit dengan kepala sekolah dewan guru yang berada di ruang kantor dewan guru. Penulis mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan layanan yang diberikan oleh kepala sekolah dan dewan guru, termasuk berbagai informasi yang diberikan terkait dengan pengelolaan sekolah. Penulis pamit dan meneruskan perjalanan ke UPTD SMPN 1 Pelaihari yang berjarak sekitar 500 meter dari UPTD SDN 1 Pelaihari.

(010032020)

 

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1
Previous articlePembuatan Ecobricks dari Limbah Plastik Upaya Menuju Sekolah Adiwiyata Propinsi
Next articleCATATAN KUNJUNGAN KE UPTD SMPN 1 PELAIHARI
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY