CATATAN KUNJUNGAN KE UPTD SMPN 1 PELAIHARI

0
14

Selasai melakukan kunjungan di UPTD SDN 1 Pelaihari, penulis melanjutkan perjalanan dan kunjungan ke UPTD SMPN 1 Pelaihari yang berada di Jalan Gembira Pelaihari pada Selasa, 10 Maret 2020. Sekitar pukul 10.45 WITA penulis sampai di sekolah yang pernah penulis bertugas sebagai guru selama 19 tahun tersebut. Kunjungan penulis ke UPTD SDN 1 Pelaihari tersebut merupakan yang ke sekian kalinya, terakhir kunjungan penulis pada 10 Desember 2019 yang lalu. Selaku orang yang pernah lama bertugas di sekolah tersebut, maka saat memasuki lingkungan sekolah itu membuka berbagai lembaran kenangan yang ada di dalam benak penulis. Penulis bertugas di UPTD SMPN 1 Pelaihari sejak 1 Agustus 1988  hingga Mei 2007.

Setelah memarkir sepeda motor di depan meja piket dan bersalaman dengan beberapa guru, penulis menuju kantor kepala sekolah. Saat itu kondisi di sekolah sedang ramai dengan siswa yang berada di luar kelas, ada kegiatan ujian praktik bagi siswa kelas IX. Selanjutnya, penulis masuk ruang kerja kepala sekolah yang berada di salah gedung bertingkat dua dan digunakan pula untuk ruang tata usaha atau administrasi sekolah. Sebelumnya memasuki ruang kepala sekolah, terlebih dulu penulis disambut oleh Kepala UPTD SMPN 1 Pelaihari, R.Djaka Sarjana, S.Pd, M.Pd dan bersalaman dengan beberapa guru  staf tata usaha yang ada di ruang tersebut.

Sesuai dengan tujuan kegiatan kunjungan tersebut, yaitu memeriksa barang peralatan untuk UNBK tahun 2020 berupa server, monitor, dan UPS yang diserahkan oleh penyedia pada Senin, 9 Maret 2020. Sesudah berkomunikasi dengan kepala sekolah, maka tidak lama kemudian salah satu staf administrasi sekolah membuka kardus yang berisi server, monitor, dan UPS untuk dicoba atau diperiksa kondisi barang tersebut. Sambil menunggu staf tersebut membuka dan memasang peralatan tersebut, penulis berbincang-bincang dangn kepala sekolah tentang kondisi sekolah dan kesiapan sekolah menghadapi ujian nasional, khususnya UNBK seraya penulis berharap agar bantuan perlengkapan kegiatan UNBK tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Setelah memasang peralatan dengan mengacu pada pedoman atau buku petunjuk yang ada dalam masing-masing kardus, tidak lama kemudian peralatan tersebut dicoba untuk dihidupkan atau aktifkan guna mengetahui kondisinya, baik server, monitor, maupun UPS. Ternyata hasil  pemeriksaan dan pengaktifan peralatan tersebut sudah baik dan dapat dipergunakan sebagai sarana untuk dalam UNBK di UPTD SMPN 1 Pelaihari menggantikan atau mendukung sarana yang telah ada. Berdasarkan informasi dari kepala sekolah, bahwa jumlah peserta ujian nasional atau UNBK di UPTD SMPN 1 Pelaihari ini  lebih dari 200 siswa.

Penulis kemudian diajak oleh R.Djaka Sarjana, S.Pd, M.Pd menuju ruang keterampilan untuk melihat dan mencicipi makanan olahan dari siswa kelas IX yang sedang ujian praktik. Tentu saja ajakan tersebut pantang untuk ditolak, karena kata orangtua ‘pamali’ menolak untuk diajak makan, terlebih lagi penulis berharap nantinya bertemu dengan guru yang pernah bersama-sama mengabdi di UPTD SMPN 1 Pelaihari.  Sesampai di ruangan ujian praktik memasak tersebut, penulis bertemu dengan banyak guru yang semunya ibu-ibu sedang menilai dan mencicipi olahan masakan siswa kelas IX. Ibarat kata pepatah “ Sekali mendayung dua tiga pulau terlampui”, yang aartinya sekali melakukan kegiatan banyak hal yang penulis dapatkan, seperti menjalin kembali silaturrahim, makan siang gratis,bernostalgia, dan sebagainya.

Selanjutnya, penulis diajak oleh kepala sekolah melihat perpustakaan sekolah dan aktivitasnya. Perpustakaan sekolah  UPTD SMPN 1 Pelaihari sudah berbasis IT dengan menggunakan aplikasi khusus untuk pengunjung perpustakaan sekolah. Penulis pun mencoba menggunakan aplikasi tersebut sebagai tamu perpustakaan guna  membuktikan kecanggihan pelayanan perpustakaan sekolah tersebut. Peralatan dan pelayanan perpustakaan sekolah ini menjadi sebuah hal yang patut diapresiasi, karena mampu menghadirkan pelayanan perpustakaan sekolah yang mengadaptasi dan mengaplikasikan kemajuan teknologi yang terbaru. Penulis menyaksikan sendiri bagaimana proses peminjaman buku dengan menggunakan barkode dan alat penindai, sehingga mempermudah proses pelayanan bagi pengunjung perpustakaan sekolah.

Sekitar pukul 12.00 WITA penulis mohon pamit dengan Kepala UPTD SMPN 1 Pelaihari, R.Djaka Sarjana, S.Pd, M.Pd setelah berkunjung dari kantin sekolah, ruang dewan guru, dan ruang BP/BK. Penulis kembali ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut yang berjarak sekitar 4 kilometer dari UPTD SMPN 1 Pelaihari.

 

Views All Time
Views All Time
22
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN KUNJUNGAN KE UPTD SDN 1 PELAIHARI
Next articleCATATAN MENGHADIRI KEGIATAN K3SUPTD SD/MI KECAMATAN PELAIHARI DI UPTD SDN 4 ANGSAU
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY