CATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 10. Sarapan Pagi di Hotel Sebelum Ceck Out

0
20

Penulis bersama Edi Yuwana, M.Pd menuju lantai  dasar hotel untuk menyantap sarapan pagi di restoran hotel yang berada di lantai dasar. Terlihat kondisi di restoran hotel pada pagi itu, Kamis, 5 Desember 2019, sekitar pukul 07.30 WIB. Kondisi restoran yang relatif sepi dan lengang tersebut besar kemungkinannya karena banyak peserta yang ceck out dari hotel atau pulang ke daerahnya masing-masing malam tadi setelah upacara penutupan atau pagi-pagi. Penulis pagi itu kembali mengambil menu sarapan pagi bubur ayam, sama dengan pagi sebelumnya, ditambah dengan telur dadar yang masih hangat.

Kondisi badan penulis pada pagi itu kurang enak badan, karena sejak sehari sebelumnya terkena flu, pilek, dan batuk. Kelelahan ,kurang tidur, dan perubahan cuaca menjadi kondisi yang menyebabkan penulis terkena penyakit yang datang pada saat perubahan musim tersebut. Terlepas dari kondisi badan yang tidak sehat tersebut, penulis memaksakan diri untuk tetap makan dan semangat selama mengikuti kegiatan hingga menjelang pulang kembali ke daerah.

Pagi itu, penulis kembali bertemu dengan peserta yang berasal dari Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Balangan, dan Tabalong. Kami menyantap menu sarapan pagi sesuai dengan salera masing-masing, karena pilihan menunya relatif banyak dan kondisi restoran hotel juga lengang, tidak sebanyak pagi hari sebelumnya. Perbincangan di restoran hotel yang lengang tersebut dengan topik utama membiacarakan tentang berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta siang nanti, yang waktunya disepakati pukul 11.00 WIB, karena maskapai penerbangan dan waktunya sama, yaitu GIA pada pukul 14.35 WIB tujuan Banjarmasin.

Seusai perbincangan untuk mempersipakan ke bandara, kami pun balik ke kamar hotel  untuk  mengemas barang bawaan masing-masing. Ternyata peserta sudah banyak yang pulang ke daerah masing-masing. Hal itu terbukti dengan ditutupnya salah satu lif hotel, yang selama kegiatan dibuka penuh. Demikian juga kondisi pengunjung yang lengang saat di restoran, dan saat penulis balik ke kamar lif hotel cepat terbuka dan mengantarkan ke tempat tujuan di lantai 3. Di lantai 3 ini juga banyak peserta  yang menginap,tetapi pagi itu terlihat lengang dan sepi.

Hari semakin siang. Penulis dan Edi Yuwona, M.Pd kembali beristirahat di kamar hotel sambil menikmati siaran televisi sambil menunggu waktu berangkat ke bandara yang relatif lama, sekitar 3 jam lagi. Penulis memaksakan diri untuk mandi pagi itu sebelum berangkat ke bandara, karena badan terasa kurang sehat. Namun, rasanya kurang enak jika tidak mandi, sekedar membersihkan badan dari keringat dingin dan mudahan dapat mengurangi flu dan pilek yang terasa semakin berat penulis rasakan. Seusai mandi dengan air hangat , penulis pun bersiap-siap berangkat.

Sementara itu, Edi Yowona, M.Pd, teman se kamar penulis, belum bersiap-siap untuk pulang, karena jadwal penerbangan pesawatnya pada pukul 16.00 WIB, sehingga menghabiskan waktu di hotel hingga pukul 12.00 WIB. Penulis berpamitan dan keluar hotel lebih dulu dengan Edi Yuwona, M.Pd, karena sesuai dengan kesepakatan dengan kawan-kawan saat sarapan pagi tadi berangkat ke bandara pukul 11.00 WIB. Sesampai di loby hotel sudah menunggu kawan dari Kota Banjarmasin, Tanah Bumbu, dan Tanjung, sedangkan kawan dari Balangan dan HST tidak ada. Sekitar pukul 11.15 WIB taksi yang dipesan untuk bandara datang menjemput kami berempat, dan taksi pun meluncur menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Views All Time
Views All Time
21
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 9. Upacara Penutupan
Next articleCATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 11. Menunggu di Bandara
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY