CATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 11. Menunggu di Bandara

0
11

Penulis satu mobil dengan kawan dari Kota Banjarmasin, Tanah Bumbu, dan Tanjung. Mobil taksi sedan yang membawa kami ke Bandara Soekarno-Hatta  Tangerang, Banten pada awalnya melewati jalan biasa yang pada Kamis, 5 Desember 2019 sekitar pukul 11.15 WIB. Kepadatan arus lalu lintas siang itu relatif parah, karena jalan penuh dengan kendaraan yang membuat pergerakan mobil terbatas, bahkan beberapa kali terhenti. Ada sekitar 30 menit mobil taksi kami terjebak dalam kemacetan sebelum memasuki pintu gerbang tol yang mengarah ke bandara.

Sesudah memasuki jalan tol, mobil taksi yang kami tumpangi mulai lancar jalannya. Namun, menjelang jalan persimpangan ke Bandara Soekarno-Hatta terjadi kembali kemacetan. Selepas dari persimpangan jalan tersebut, mobil taksi kembali dapat memacu laju kecepatannya. Jalan tol dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta siang itu terlihat padat , namun arus lalu lintasnya tetap lancar. Kondisi cuaca siang itu juga cukup baik, tidak panas dan juga tidak hujan.

Sekitar perjalanan dengan waktu tempuh 45 menit, mobil taksi yang mengantarkan kami sampai di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten. Biaya taksi untuk kami berempat dibayar oleh kawan dari Tanah Bumbu. Kami segera masuk untuk ceck in  tiket . Terminal 3 ini merupakan terminal baru dan khusus bagi maskapai penerbangan nasional GIA (Garuda Indonesia Airways), baik untuk domestik maupun luar negeri. Setelah ceck in tiket secara mandiri di anjungan tiket yang disedikan, maka kami segera ke ruang tunggu di lantai atas.

Sebelum menuju ruang tunggu penumpang domestik di lantai atas bandara, penulis dan kawan dari Tabalong  diajak oleh kawan dari Tanah Bumbu makan siang di salah satu restoran. Penulis memesan menu makan siang nasi gudeg, sedangkan kawan-kawan memilih menu sop Jakarta. Kembali, kawan dari Tanah Bumbu yang membayari atau mentraktir makan siang penulis dan kawan dari Tabalong, setelah sebelumnya membayari ongkos taksi dari hotel ke bandara. Terima kasih kawan dari Tanah Bumbu.

Sesudah makan siang, kami menuju lantai 2 bandara yang merupakan ruang tunggu penumpang domistik. Penulis dan kawan-kawan berangkat dengan pesawat dan waktu yang sama dan ditempatkan pada ruang tunggu Get 13. Sesudah meletakkan barang bawaan masing pada kursi ruang tunggu yang masih banyak kosong, kami pun bersiap-siap menuju musola bandara yang terletak di di depan Get 14. Salah satu dari kawan kami bertugas menunggu barang bawaan di ruang tunggu tersebut. Seusai melaksanakan shalat, penulis segera kembali ke tempat semula untuk menunggu barang bawaan kawan yang melaksanakan shalat di musola yang jaraknya relatif jauh dari ruang tunggu kami.

Selama menunggu penerbangan ke Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, penulis menyempatkan untuk mengambil beberapa foto sekitar ruang tunggu dan landasan pesawat yang mudah terlihat dari ruang tunggu tersebut. Pemandangan yang indah di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten yang megah ini membuat penumpang tidak terasa membosankan saat menunggu jadwal penerbangan ke tempat tujuan masing-masing. Ramainya pesawat tutun naik di landasan pacu merupakan hiburan tersendiri bagi penulis atau penumpang lainnya yang jarang berada di bandara ini.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya penulis dan calon penumpang pesawat GIA 528 tujuan Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru pun dipanggil untuk memasuki pesawat. Waktu itu penumpang diminta masuk bus untuk diantar ke pesawat yang parkit cukup jauh. Penulis memasuki bus kedua, dan terasa cukup lama berada di bus tersebut, karena bus harus memutar. Kondisi cuaca siang itu panas dan cerah. Penumpang diangkut dalam 3 (tiga) buah bus. Tidak lama kemudian pesawat bergerak menuju landasan pacu. Terlihat beberapa pesawat mengantri menunggu masuk landasan pacu yang juga digunakan untuk pesawat turun, sehingga saling bergantian antara yang naik dan turun. Sekitar pukul 14.35 WIB pesawat naik lancar naik dan mengangkasa menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dengan lama tempuh 1 jam 20 menit.

—-

 

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 10. Sarapan Pagi di Hotel Sebelum Ceck Out
Next articleCATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 12. Sampai di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY