CATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 13. Perjalanan Pulang ke Rumah

0
20

Pesawat yang membawa penulis dan penumpang lainnya dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, Banten mendarat dengan selamat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru pada sekitar pukul 18.00 WITA pada Kamis, 5 Desember 2019. Kondisi cuaca sore menjelang Magrib di sekitar bandara baru saja diguyur hujan, sehingga terasa dingin dan keadaan alam gelap. Penulis tidak membawa barang yang dibagasikan sehingga cepat keluar terminal bandara tanpa menunggu bagasi. Hanya membawa dua tas, satu berisi pakaian dan satu lagi berisi laptop.

Penulis menumpang dengan mobil kawan dari Tanah Bumbu untuk menuju tempat penitipan mobil yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari bandara. Kawan penulis tersebut yang tidak langsung ke Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, tetapi menginap dulu ke rumah saudaranya di Handil Bakti, Banjarmasin, dan baru pulang ke Tanah Bumbu besoknya. Sesampai di seberang tempat penginapan mobil yang biasa menjadi langganan penulis selama ini ketika ke bandara,  penulis turun dan pamit serta mengucapkan terima kasih atas bantuannya, baik saat dibawa ke tempat penitipan mobil maupun saat di Jakarta sebelumnya.

Hari semakin gelap dan tidak lama penulis berada di penitipan mobil tersebut terdengar suara azan Magrib berkumandang. Mobil penulis sudah diambilkan dari parkirannya di belakang dan siap untuk dibawa pulang ke rumah penulis di Pelaihari. Seperti biasanya, pelayanan di penitipan mobil ini, ketika pulang atau diambil mobil sudah dicucikan atau dibersihkan bagian luar dan ban mobilnya, sehingga mobil tidak terlihat kotor lagi seperti saat datang sebelumnya. Selain itu, mobil yang kita titipkan juga dimasukkan ke gerasi mobil yang beratap, sehingga tidak kepanasan atau kehujanan selama di tempat penitipan tersebut.

Setelah membayar biaya parkir atau menginap mobil selama tiga hari, yaitu tanggal 3-5 Desember 2019, sesuai dengan tarif, maka penulis membawa mobil untuk menuju arah pulang ke Pelaihari. Sempat mampir sebentar di sebuah minimarket untuk membeli minuman ringan untuk menambah stamina tubuh yang terasa menurun selama ini kelelahan dan terserang flu dan pilek. Mau minum obat flu dan pilek khawatir bermasalah dalam perjalanan menyetir mobil sendirian, maka tidak jadi beli obat tersebut.

Senja berganti dengan malam yang gelap dan dingin. Penulis berupaya untuk tetap konsentrasi menyetir mobil sendirian dalam perjalanan pulang malam itu. Tetap mempertahankan kondisi agar tidak mengantuk karena kelelahan dari perjalanan panjang dan perubahan cuaca. Sesampai pada sebuah masjid di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, penulis mampir untuk melaksanakan shalat seraya beristirahat untuk memulihkan tenaga yang ada.

Selesai melaksanakan shalat dan istirahat sebentar sambil minum air putih yang ada di mobil, selanjutnya penulis meneruskan perjalanan ke rumah di Pelaihari, yang masih berjarak sekitar 50 kilometer lagi, atau sekitar 1 jam waktu tempuh perjalanan. Kondisi lalu lintas saat itu cukup lengang, dan kondisi jalan terlihat masih basah akibat diguyur hujan sore tadi. Penulis berupaya menjalankan mobil dengan kecepatan yang sedang, tidak terburu-buru cepat sampai, mengingat kondisi badan yang kurang fit , terlebih dalam perjalanan saat malam hari.

Penulis sampai di sekitar  jembatan Sungai Bamban yang sedang dibuat sekitar pukul 20.00 WITA, dan saat itu sedang macet panjang untuk antri di jembatan darurat atau sementara sebelum jembatan selesai dibuat yang baru. Ada sekitar 30 menit lebih menunggu giliran untuk melintasi jembatan sementara tersebut, hingga dapat meneruskan perjalanan ke rumah sekitar 15 menit lagi. Sebelum pulang ke rumah, penulis membeli kue dulu di sebuah toko kue untuk oleh-oleh keluarga di rumah, maklum saat di Jakarta atau bandara tidak sempat beli oleh-oleh. Alhamdulillah, akhirnya sekitar pukul 21.00 WITA, penulis tiba di rumah dengan selamat.

—-

Views All Time
Views All Time
48
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 12. Sampai di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru
Next articleCATATAN MENGIKUTI UPACARA PEMBUKAAN PENGUATAN KAPASITAS ORANG TUA PAUD/TK,SD,DAN SMP DISDIKBUD TANAH LAUT
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY