CATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 3. Menelusi Jalan “Tikus’ Menuju Hotel

0
7

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya penumpang pesawat mulai bergerak keluar untuk menuju ruang kedatangan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten sekitar pukul 16.45 WIB pada Selasa, 3 Desember 2019. Saat keluar dari pesawat ini penulis termasuk penumpang yang terakhir, karena posisi tempat duduk penulis berada di barisan kursi penumpang paling akhir atau belakang, sedangkan pintu keluar penumpang hanya dibuka pada pintu depan pesawat saja.

Secepatnya penulis berjalan untuk menyusul Edi Yuwono, M.Pd yang terlebih dulu keluar pesawat dan menuju ruang kedatangan penumpang. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya penulis dapat bertemu dengan teman tersebut yang menunggu penulis di persimpangan jalan menuju keluar dari ruang kedatangan penumpang di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Ternyata, ada kawan dari Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan yang bergabung dengan penulis dan Edi Yuwono, M.Pd yang sama-sama akan mengikiti kegiatan di Jakarta.

Kami bertiga memilih naik taksi bandara yang menggunakan armada taksinya mobil mewah. Taksi dengan mobil mewah tersebut sepengetahun penulis hanya ada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Harga atau tarifnya relatif sama dengan mobil taksi biasa, hanya beda sedikit. Kami bertiga naik taksi taksi tersebut dari hotel ke bandara dikenakan tarif Rp 300 ribu, dan kami bagi tiga, maka masing-masing bayar hanya Rp.100 ribu, sedangkan jika penumpangnya lebih banyak, maka tentu harganya lebih murah lagi.

Perjalanan pada awalnya melewati jalan tol dari bandara menuju ke daerah Ciledug, Jakarta Selatan. Namun, tidak lama dari jalan tol, mobil taksi masuk ke jalan biasa yang penuh dengan kemacetan, karena sore itu bersamaan dengan masyarakat pulang kerja, sekitar pukul 17.00 WIB. Sopir taksi yang penulis dan kawan tumpangi ini memang sudah kenal dengan daerah yang akan dituju, sehingga tahu persis jalan-jalan ‘tikus’ yang cepat sampai ke tujuan dan tidak terjebak kemacetan pada sore itu.

Mobil yang dibawa sang sopir ini relatif besar, sedangkan jalan yang dilewati relatif sempit dan tentunya penuh dengan pengendara dan pengguna jalan yang lain. Namun, dengan segala kemampuan dan keahliannya menyetir mobil tersebut semua dapat dilewati dengan baik dan lancar. Penulis yang berada di samping sang sopir melihat langsung bagaimana kemampuan sopir berkelit diantara pengendara sepeda motor di jalan-jalan yang sepit dan banyak pengendara serta tikungan tajam. Kondisi jalan yang padat dan terjadi kemacetan sore itu tidak membuat sopir tegang atau menggurutu, sopirnya terlihat santai dalam menyetir mobil yang relatif besar tersebut.

Dari perbincangan singkat penulis dengan sang sopir taksi tersebut, diketahui bahwa yang bersangkutan sebelumnya menjadi karyawan bagian kargo dari salah satu maskapai penerbangan swasta nasional yang sudah bangkrut, dan dia di-PHK tanpa mendapatkan uang pasangon. Pernah bertugas selaku karyawan bagian kargo di Balikpapan. Kini menjadi sopir taksi mobil mewah yang sudah dijalani selama sekitar 2 (dua) tahun, dan yang bersangkutan menikmati pekerjaannya. Berasal dari Solo, Jawa Tengah.

Tidak berapa lama kemudian, atau sekitar setengah jam saat keluar dari jalan tol, akhirnya mobil yang tumpangi tersebut sampai di hotal tempat menginap dan mengikuti kegiatan dari tanggal 3-5 Desember 2019 yang berada di daerah Cileduk ,Jakarta Selatan. Sesampai di hotal, kami diarahkan langsung ke lantai 8 untuk melakukan registrasi di sana, dan selanjutnya turun lagi ke resepsionis hotel untuk mendapatkan kamar  selama menginap di hotel tersebut. Saat penulis dan Bapak Edi Yuwono, M.Pd masuk kamar hotel di latai 3 (tiga) waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB.

—-

Views All Time
Views All Time
8
Views Today
Views Today
2
Previous articleCATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 2. Pesawat Salah Parkir?
Next articleCATATAN MENGIKUTI SINKRONISASI PROGRAM SD AKHIR TAHUN 2019. Bagian 4. Mengikuti Upacara Pembukaan
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY